Penyataan Pihak SMAN 5 Bandung Setelah Muridnya Meninggal Dikeroyok

- SMAN 5 Bandung berduka atas meninggalnya siswa kelas 11, Muhammad Fahdly Arjasubrata, akibat pengeroyokan oleh pelajar SMAN 2 Bandung.
- Pihak sekolah mengimbau masyarakat dan siswa untuk tidak menyebarkan spekulasi atau konten visual terkait insiden, serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.
- Sekolah meminta orang tua membatasi aktivitas luar rumah anak selama libur Idulfitri, mengajak siswa mendoakan almarhum, dan menyediakan layanan konseling bagi yang terdampak emosional.
Bandung, IDN Times - Duka mendalam menyelimuti SMAN 5 Kota Bandung setelah murid kelas 11, Muhammad Fahdly Arjasubrata meninggal dunia dikeroyok oleh pelajar dari SMAN 2 Kota Bandung. Dari insiden ini, pihak sekolah pun mengirimkan surat imbauan terhadap orangtua siswa.
Dalam surat edaran bernomor 421.3/223/SMAN.5/CADISDIK WIL VII/2026 ada enam poin imbauan terhadap orangtua siswa. Surat ini juga ditandatangani langsung oleh Plt Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana.
"Keluarga besar SMAN 5 Bandung tengah diselimuti duka yang mendalam atas berpulangnya putra terbaik kami, Ananda Muhammad Fahdly Arjasubrata (Kelas XI-B)," ujar Agus dalam surat tersebut, Sabtu (14/3/2026).
1. Sekolah minta semua pihak menahan diri

Segenap seluruh murid dan juga tenaga pendidik SMAN 5 Bandung turut mendoakan korban. Sehubungan dengan banyaknya informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai mengenai kronologis berpulangnya Fahdly, pihak sekolah meminta agar tidak membuat spekulasi ke publik.
"Kami memohon dengan sangat kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan bijak dalam menyaring informasi. Mohon untuk tidak menyebarkan spekulasi, asumsi, atau konten visual (foto/video) yang belum terverifikasi demi menjaga perasaan keluarga besar almarhum," kata Agus.
2. Tidak ada kegiatan selama jelang Idulfitri

Pihak sekolah, pun memastikan telah menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian, sehingga masyarakat dan juga murid lainnya untuk tetap bersabar menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
"Kami mengimbau seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk tetap tenang dan menghormati proses penyidikan serta penyelidikan yang sedang berlangsung. Mari kita berikan ruang bagi pihak berwenang untuk bekerja secara profesional hingga fakta yang sebenarnya terungkap," kata dia.
Dengan kondisi ini, sekolah juga meminta agar orangtua siswa menerapkan pembatasan aktivitas keluar rumah anak-anak apabila tidak ada keperluan yang mendesak. Kemudian, memastikan anak-anak didampingi oleh orangtua/orang dewasa jika harus keluar rumah pada jam-jam rawan.
"Sebagaimana telah disampaikan pada surat edaran nomor 423/212/SMAN.5/CADISDIK WIL VII/2026, pada rentang 16-29 Maret 2026 adalah masa Libur Hari Raya Idulfitri 1447 H sehingga tidak ada kegiatan apapun yang melibatkan siswa," katanya.
3. Sekolah memberikan konseling terhadap teman korban

Selanjutnya, untuk murid SMAN 5 Bandung diharapkan bisa lebih bijak dalam bersikap dan tidak terpancing amarahnya untuk melakukan kegiatan pengeroyokan. Agus mengajak para murid turut mengirimkan doa kepada almarhum.
"Kami meminta siswa-siswi SMAN 5 Bandung untuk menunjukkan rasa solidaritas dengan mendoakan almarhum serta tidak terpancing untuk melakukan aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah," tuturnya.
Di sisi lain, sekolah memberikan ruang bimbingan konseling kepad para murid lain yang dekat dengan korban.
"Sekolah menyediakan layanan bimbingan konseling bagi rekan-rekan dekat almarhum atau siswa lain yang merasa terdampak secara emosional atas kejadian ini," kata dia.


















