Pada May Day tahun ini di Bandung, bukannya buruh yang turun menyampaikan aspirasinya, justru mahasiswa. Mereka mendatangi kawasan Gedung Sate sekitar pukul 16.30 WIB, mengenakan jas almamater dan satu per satu peserta mulai menyampaikan orasinya.
Demo May Day di Dago Cikapayang Ricuh, Pos Polisi Dibakar

- Sejumlah massa berpakaian hitam melakukan aksi ricuh di Jalan Cikapayang, Bandung, dengan membakar pos polisi dan warung hingga menutup arus lalu lintas sepenuhnya.
- Sebelumnya, massa tersebut menggelar demo di depan DPRD Jawa Barat pada Hari Buruh Internasional untuk menyuarakan tujuh tuntutan terkait kesejahteraan pekerja.
- Aksi ini juga diikuti mahasiswa dari berbagai universitas yang mendukung perjuangan buruh, menyoroti isu upah murah, sistem outsourcing, dan perlindungan pekerja rumah tangga.
Bandung, IDN Times - Gerombolan orang berpakaian hitam yang sempat menggelar demo di depan DPRD Jabar pada Jumat (1/5) beralih ke Jalan Cikapayang. Dari pantauan, terlihat massa melakukan aksi bakar-bakar tepat di simpang jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas Jalan Cikapayang tertutup sepenuhnya dan tak dapat dilintasi oleh kendaraan. Belum ada polisi yang membubarkan massa. Massa masih memenuhi ruas jalan.
"Bakar, bakar," kata salah seorang massa.
Sementara itu, salah seorang sekuriti mal yang ada di Jalan Cikapayang, Arif, menyebut massa membakar pos polisi dan warung di Jalan Cikapayang.
"Itu pos polisi yang dibakar," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, massa tersebut sempat menggelar demo di depan DPRD Jabar. Berikut ini tujuh poin tuntutan yang disampaikan dalam demo tersebut:
1. Mendesak pengesahan UU Ketenagakerjaan baru;
2. Penghapusan sistem outsourcing dan upah murah;
3. Setop PHK massal dan kendalikan impor;
4. Reformasi pajak, naikkan PTKP, dan hapus pajak THR;
5. Percepatan pengasahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT);
6. Sahkan perampasan aset;
7. Turunkan biaya aplikasi ojek online menjadi 10 persen.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (1/5/2026). Mereka turun ke jalan untuk memperingati Hari Buruh Internasional.
Perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah, Dika, mengatakan, kehadiran mahasiswa ini sebagai bentuk dukungan untuk para buruh yang dinilainya belum sejahtera.
"Setiap tahunnya tanggal 1 ini ditetapkan sebagai Hari Buruh, di mana nafas dan perjuangan para buruh ini tidak akan pernah usai dan tentunya setiap tahun ini pasti ada tuntutan-tuntutan untuk menyejahterakan buruh," kata Dika saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Dalam aksi demonstrasi hari ini, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan. Tuntutan yang disorot ialah soal upah buruh yang belum layak dan penghapus outsourcing.
"Yang pertama, sahkan undang-undang Ketenagakerjaan baru. Yang kedua, hapus outsourcing dan rezim upah murah. Yang ketiga, stop PHK massal dan kendalikan impor. Ke empat, reformasi pajak, sahkan UU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) dan hapus pajak THR," lanjutnya.






![[QUIZ] Izin Daycare di Jabar Perlu Diperketat, Kamu Tim Setuju atau Ribet?](https://image.idntimes.com/post/20250508/snapins-ai-2950734148781659893-f3e9ef7c1df10decd9d6ac98416f8a90.jpg)











