Alasan DPW PKB Jabar Bentuk Asosiasi Foodbank: Ingin UMKM Naik Kelas

- DPW PKB Jawa Barat membentuk Asosiasi Pedagang Warungan dan Koperasi Foodbank sebagai wadah bagi UMKM agar bisa berkembang dan naik kelas.
- Asosiasi ini melibatkan sekitar 300 UMKM lokal yang sebelumnya rutin diborong produknya oleh DPW PKB Jabar untuk kegiatan Foodbank selama enam tahun terakhir.
- Peningkatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan profesional, termasuk aspek kualitas makanan, kemasan, sanitasi, dan gizi agar produk UMKM lebih higienis serta kompetitif di pasar luas.
Bandung, IDN Times - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat membuat lembaga asosiasi Pedagang Warungan dan Koperasi Foodbank. Asosiasi ini nantinya menjadi wadah UMKM supaya bisa naik kelas.
Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, mengatakan pembentukan asosiasi pedagang warungan dan koperasi foodbank merupakan tindak lanjut dari kebiasaan selama enam tahun terakhir memborong makanan dari UMKM untuk dibagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat.
"Foodbank yang digagas DPW PKB Jawa Barat telah berlangsung selama enam tahun. Sekarang telah masuk kepada proses kelembagaan," ujar Syaiful Huda selepas peluncuran Asosiasi Pedagang Warungan dan Koperasi Foodbank, dikutip Sabtu (14/3/2026).
1. Kapasitas akan ditingkatkan

Dengan pembentukan asosiasi dan Koperasi Foodbank, sekitar 300 UMKM lokal yang biasa diborong oleh DPW PKB Jawa Barat, bisa naik kelas. Ke depan, makanan mereka tidak hanya akan diborong untuk kepentingan Foodbank DPW PKB Jawa Barat, akan tetapi diwadahi supaya bisa masuk ke sektor lainnya, termasuk pengadaan makan minum pemerintah.
Konsep tersebut diharapkan bisa meningkatkan penjualan produk panganan UMKM yang tergabung dalam asosiasi pedagang warungan dan koperasi foodbank.
"Kapasitas mereka juga akan kami tingkatkan lagi," katanya.
2. Pelatihan akan diberikan secara maksimal

Peningkatan kapasitas, kata Huda, dilakukan berkaitan dengan peningkatan kualitas makanan yang dijual, termasuk kemasan yang lebih baik kembali. Sehingga, nantinya pelatihan akan diberikan secara maksimal agar para UMKM tersebut naik kelas.
"Nanti akan kami latih dengan mendatangkan chef profesional untuk melatih mereka," katanya.
3. Memastikan agar makanan higienis

Peningkatan kapasitas juga diberikan dalam bentuk pengetahuan sanitasi juga keseimbangan gizi dengan mendatangkan orang-orang profesional di bidangnya.
"Supaya makanan yang diproduksi bisa lebih higienis dan berkualitas,"ujarnya.
Dengan pola tersebut, diharapkan usaha para pedagang UMKM yang tergabung dalam asosiasi bisa meningkat sehingga ekonomi pun terangkat.


















