Bocah PAUD Sukabumi Selamat Usai Nyaris Tenggelam Saat Rayakan Samen

- Seorang bocah PAUD di Sukabumi nyaris tenggelam saat acara samenan di Taman Wisata Air Alam Oasis setelah menyelinap keluar gedung tanpa pengawasan orang tua.
- Aksi cepat seorang pengunjung yang memberikan CPR berhasil menyelamatkan nyawa bocah tersebut hingga kembali sadar dan pulih di lokasi kejadian.
- Setelah diperiksa di RSUD Syamsudin SH dan dinyatakan sehat, bocah itu kembali mengikuti acara samenan, sementara polisi memastikan kondisinya aman dan keluarga tidak menuntut pihak manapun.
Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Sebuah video yang merekam detik-detik penyelamatan seorang bocah perempuan di sebuah objek wisata air mendadak viral dan geger di media sosial. Usut punya usut, bocah tersebut rupanya nyaris tenggelam di tengah momentum liburan perayaan kenaikan kelas atau yang akrab disebut warga Sunda sebagai acara samen.
Peristiwa mendebarkan ini menimpa RAA (5), seorang siswi PAUD asal Kecamatan Kadudampit, saat mengikuti acara samenan di Taman Wisata Air Alam Oasis, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (14/6/2026). Beruntung, nyawa bocah tersebut berhasil diselamatkan berkat aksi heroik salah satu pengunjung.
1. Menyelinap keluar gedung saat acara tari-tarian berlangsung

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasi bahwa hari itu lembaga pendidikan SPS TP PAUD Sukamekar memang sedang menggelar acara wisata sekaligus panggung kenaikan kelas. Rangkaian acara diisi dengan penampilan tari-tarian dari para peserta didik.
"Demi menjaga keamanan, pihak panitia sebenarnya sudah mengunci seluruh pintu gedung serbaguna yang disewa untuk acara. Namun, sekitar pukul 09.40 WIB, RAA justru lepas dari pantauan orang tua dan berhasil menyelinap keluar gedung," kata Ade saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (15/6/2026).
Bocah malang itu berjalan sendirian ke area kolam renang sedalam 50 sentimeter. Nahas, sekitar pukul 10.00 WIB, penjaga kolam melihat korban sudah terpeleset dan tercebur ke dalam air dalam kondisi tidak bisa berdiri.
2. Selamat berkat aksi heroik pengunjung yang beri CPR

Melihat situasi kritis tersebut, seorang pengunjung yang kabarnya bekerja di bidang kesehatan langsung bergerak cepat. Ia melompat ke dalam kolam, mengangkat tubuh mungil RAA ke darat, dan langsung memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (CPR).
"Upaya napas buatan itu membuahkan hasil manis. RAA akhirnya memuntahkan air dari mulutnya dan berangsur sadar kembali," ujarnya.
Korban kemudian dibawa ke ruang P3K wisata untuk ditenangkan dan diberikan minuman air hangat manis. Tak berselang lama, kondisi bocah tersebut langsung membaik bahkan sudah bisa kembali berlari dan bermain didampingi sang ayah, Entis Sutisna.
3. Sempat dilarikan ke Rumah Sakit sebelum lanjut ikut samenan

Meski sang anak terlihat sudah bugar, pihak penyelenggara tetap ingin memastikan kondisi kesehatannya secara medis. RAA kemudian dibawa oleh Kepala Dusun setempat, Awam Abdullah (55), ke RSUD Syamsudin SH (RS Bunut) Kota Sukabumi untuk dicek secara menyeluruh.
"Dari hasil pengecekan oleh tim medis di RS Bunut, pihak kesehatan membenarkan bahwa anak tersebut benar-benar dalam keadaan sehat secara normal," terang Ade Ruli.
Uniknya, setelah dinyatakan aman dan mengantongi izin dari dokter, RAA langsung dibawa kembali ke lokasi wisata Alam Oasis. Ia pun kembali ceria dan sukses mengikuti sisa rangkaian acara samenan untuk menampilkan tari-tarian di atas panggung bersama teman-teman sekelasnya.
4. Polisi pastikan kondisi aman, keluarga sebut anak hiperaktif

Menanggapi video penyelamatan yang telanjur geger di medsos, personel Polsek Sukabumi bersama staf kecamatan langsung diterjunkan untuk mengecek kondisi korban di rumah kediamannya di Kampung Cijarian Panday, Desa Cipetir. Polisi memastikan RAA kini sudah beraktivitas normal seperti biasa.
Di sisi lain, pihak keluarga menegaskan tidak akan menuntut atau mempermasalahkan pihak manapun atas insiden ini. " menyadari kejadian tersebut murni karena faktor kelalaian keluarga, mengingat RAA dikenal sebagai anak yang sangat hiperaktif," tutupnya.

















