inDrive Edukasi Ratusan Siswa Jabar soal Keselamatan Berkendara

- inDrive mengedukasi ratusan siswa kelas XII melalui program Drive Your Future di enam SMA/SMK di Bandung, Purwakarta, dan Garut pada awal Agustus 2026.
- Materi mencakup aturan lalu lintas, perilaku berkendara bertanggung jawab, risiko pelanggaran, dan budaya keselamatan bagi pelajar yang mulai aktif menggunakan kendaraan.
- Peserta dinilai antusias berdiskusi soal keselamatan dan mobilitas aman; inDrive berencana memperluas program ke kampus serta membuka peluang Kampus Ambassador bagi mahasiswa baru.
Bandung, IDN Times – Ratusan siswa SMA dan SMK di Jawa Barat mendapat pembekalan mengenai keselamatan berkendara menjelang memasuki usia legal untuk mengemudi. Edukasi ini diberikan melalui program Drive Your Future yang digelar platform transportasi inDrive di enam sekolah di Bandung, Purwakarta, dan Garut.
Program tersebut menyasar siswa kelas XII yang mulai aktif menggunakan kendaraan untuk bersekolah, bekerja paruh waktu, maupun beraktivitas sehari-hari. Mereka mendapatkan materi mengenai aturan lalu lintas, perilaku berkendara yang bertanggung jawab, hingga pentingnya membangun budaya keselamatan di jalan sejak usia muda.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan edukasi menjadi langkah awal untuk membentuk kebiasaan berkendara yang aman ketika para pelajar mulai menjadi pengguna jalan secara mandiri.
"Kami percaya edukasi merupakan langkah awal dalam menciptakan budaya berkendara yang lebih aman. Melalui Drive Your Future, kami ingin membekali pelajar dengan pemahaman keselamatan berlalu lintas sekaligus mendorong mereka menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab di jalan," kata Rio dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).
1. Menjangkau enam sekolah di tiga daerah Jawa Barat

Puluhan siswa mendapat pelatihan keselamatan di jalan dari InDrive. (Dok.Istimewa) Fase pertama program berlangsung selama awal Agustus 2026 dan menjangkau enam sekolah di tiga wilayah Jawa Barat.
Di Purwakarta, kegiatan digelar di SMKN 1 Purwakarta dan SMAN BCC Purwakarta pada 4 Agustus. Selanjutnya program hadir di SMKN 4 Bandung dan SMKN 7 Bandung pada 6 Agustus. Sementara di Garut, edukasi diberikan kepada siswa SMAN 2 Garut dan SMKN 2 Garut pada 7 Agustus.
Selain membahas keselamatan berkendara, peserta juga diajak memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta risiko yang dapat muncul akibat perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawab.
2. Pelajar dinilai antusias mengikuti edukasi

Puluhan siswa mendapat pelatihan keselamatan di jalan dari InDrive. (Dok.Istimewa) Communication Manager inDrive Indonesia, Wahyu Ramadhan, mengatakan respons siswa cukup positif selama pelaksanaan program.
Menurutnya, para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait keselamatan berkendara maupun pilihan transportasi yang aman untuk aktivitas sehari-hari.
"Kami melihat antusiasme yang cukup tinggi dari para siswa selama sesi edukasi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai keselamatan berkendara serta menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai pilihan mobilitas yang aman dan terjangkau," ujar Wahyu.
Respons tersebut menunjukkan isu keselamatan berkendara masih relevan bagi generasi muda, terutama mereka yang mulai memasuki usia produktif dan semakin sering beraktivitas di jalan.
3. Program berlanjut ke kampus, buka peluang Kampus Ambassador

Puluhan siswa mendapat pelatihan keselamatan di jalan dari InDrive. (Dok.Istimewa) Setelah menyelesaikan fase pertama di tingkat sekolah menengah, inDrive berencana melanjutkan program ini ke sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat.
Pada fase kedua, sasaran program akan diperluas kepada mahasiswa baru. Selain edukasi keselamatan berkendara, peserta juga akan mendapat kesempatan bergabung sebagai Kampus Ambassador.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan kampus dengan mengampanyekan budaya berkendara yang lebih bertanggung jawab serta meningkatkan kesadaran mengenai keselamatan di jalan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk memperluas dampak sosial di bidang mobilitas, khususnya bagi kelompok usia muda yang mulai menjadi pengguna jalan aktif dan memiliki risiko lebih tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas.


















