Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sampah Bandung Raya 5.000 Ton Sehari, Sarimukti Terancam Penuh

Kota Bandung
3 min read
Sampah Bandung Raya 5.000 Ton Sehari, Sarimukti Terancam Penuh
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung
  • TPA Sarimukti diproyeksikan penuh pada akhir Desember 2026, sementara Bandung Raya menghasilkan sekitar 5.000 ton sampah per hari dan 1.500 ton dikirim ke lokasi itu.

  • Pemprov Jabar menyiapkan pemadatan sampah untuk menambah kapasitas sementara, serta pembangunan dua gravity wall mulai Januari guna memitigasi ancaman longsor.

  • Sebanyak 98 perguruan tinggi akan mengerahkan 25.000 mahasiswa untuk edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, dengan target pengurangan sampah 20 persen dari sumbernya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat dalam kondisi kritis. Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, TspA khusus wilayah Bandung Raya tersebut akan penuh di akhir Desember 2026.

Herman mengatakan, saat ini pemerintah provinsi tengah menyiapkan penanganan dalam jangka pendek sembari mengkaji solusi yang lebih permanen untuk TPA Sarimukti.

"Terkait dengan Sarimukti, kalau biasa-biasa, Desember itu kita sudah penuh. Makanya satu, kemarin saya ke lapangan langsung. Saya konsolidasi dengan semua kepala OPD termasuk Dinas LH-nya, bagaimana kami melakukan treatment tiga bulan ke depan sampai dengan Desember," kata Herman di Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).

  1. 1. Mayoritas sampah merupakan makanan yang dibuang ke Sarimukti

    IMG-20260323-WA0020.jpg
    Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

    Salah satu langkah darurat yang disiapkan yakni melakukan compacting atau pemadatan sampah. Cara ini, kata Herman, dilakukan untuk mengoptimalkan ruang yang masih tersedia sehingga kapasitas tampung Sarimukti dapat ditambah dalam waktu relatif singkat.

    Herman menyebut, produksi sampah Bandung Raya mencapai sekitar 5.000 ton setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 ton di antaranya dikirim ke Sarimukti. Yang menjadi perhatian adalah sekitar separuh sampah yang masuk ke Sarimukti merupakan sampah makanan.

    "Karena yang 1.500 per hari ke Sarimukti, setengahnya sampah makanan. Artinya bisa di-ikhtiar-kan dong di hulu. Sudahlah jangan setengahnya, 20 persen saja. Bayangkan produksi sampah Bandung Raya 5.000 ton per hari, kalau kurang 20 persen berarti berapa? 1.000 ton!" ujar Herman.

  2. 2. Pemprov Jabar kerahkan mahasiswa bantu kesadaran masyarakat

    Kondisi di TPA Sarimukti, KBB. (Bangkit Rizki/IDN Times)
    Kondisi di TPA Sarimukti, KBB. (Bangkit Rizki/IDN Times)

    Menurut Herman, pengurangan 1.000 ton sampah setiap hari dari sumbernya akan memberikan dampak besar terhadap beban Sarimukti. Pemerintah juga tidak ingin target tersebut hanya berhenti sebagai kampanye pengurangan sampah.

    Pemprov Jabar menggandeng 98 perguruan tinggi untuk menjalankan program edukasi pengelolaan sampah di Bandung Raya. Sebanyak 25 ribu mahasiswa akan diterjunkan ke masyarakat mulai awal Oktober 2026.

    "Kami konsolidasi dengan perguruan tinggi, 98 perguruan tinggi akan menurunkan 25.000 mahasiswa untuk bahu-membahu dengan 50 camat dan ratusan kepala desa/lurah untuk melakukan edukasi penanganan sampah di tingkat rumah tangga," katanya.

  3. 3. Gravity Wall akan dibangun di Sarimukti

    Zona Perluasan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. (Rizki/IDN Times)
    Zona Perluasan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. (Rizki/IDN Times)

    Program itu, menurut Herman, menjadi salah satu strategi Pemprov Jabar untuk mengubah pola penanganan sampah dari yang selama ini berorientasi pada pembuangan menjadi pengurangan sejak dari sumbernya.

    Herman mengatakan target pengurangan 20 persen bukan tanpa dasar. Pemprov Jabar telah melakukan uji coba di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Dalam uji coba tersebut, volume sampah berhasil ditekan hingga 20 persen.

    Di saat yang sama, aktivitas pemilahan sampah di masyarakat juga meningkat. Hasil tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi Pemprov Jabar untuk memperluas pendekatan serupa ke wilayah Bandung Raya.

    "Nah Januari, kami akan mulai bangun namanya gravity wall. Ada dua gravity wall di sebelah selatan dan sebelah timur, akan dibangun gravity wall sehingga kita bisa memitigasi ancaman longsor," ujar Herman.

    Pemprov Jabar berharap Sarimukti masih mampu bertahan hingga akhir 2029. Artinya, pemerintah memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk menjaga agar Sarimukti tidak kolaps sembari menunggu sistem pengelolaan sampah baru beroperasi.

    "Jangan hanya mengandalkan teknologi, sehebat apa pun teknologi, jauh yang lebih hebat adalah partisipasi masyarakat. Kalau dua-duanya dihajar, partisipasi masyarakat sejak dari rumah tangga dengan mengurangi sampah, memanfaatkan sampah, dan mendaur ulang sampah, adu manis dengan teknologi, keren," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More