Kampung Kreatif Cikandang Dikembangkan Berbasis Potensi Lokal

- Kampung Kreatif Cikandang di Desa Cimareme dikembangkan sebagai proyek percontohan kampung mandiri berbasis bambu dan potensi lokal melalui kolaborasi IDSurvey, KAI, serta Pelindo.
- Program mencakup kerajinan bambu, edukasi, kuliner, seni, ekonomi sirkuler, dan wisata komunitas; pelatihan menyasar penyandang disabilitas, Karang Taruna, serta ibu rumah tangga.
- Pengembangan masih terkendala lahan, fasilitas, integrasi potensi, akses pasar, dan penguatan merek; kolaborasi TJSL ditujukan menciptakan aktivitas ekonomi berkelanjutan.
Bandung Barat, IDN Times - Potensi bambu dan kreativitas masyarakat Desa Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, mulai dikembangkan melalui Kampung Kreatif Cikandang. Kawasan di RW 07 tersebut diarahkan menjadi proyek percontohan Kampung Mandiri berbasis potensi lokal.
Pengembangan Kampung Kreatif Cikandang merupakan hasil kolaborasi PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Program ini diluncurkan pada Jumat (18/9/2025) bersamaan dengan Festival Diburuan Jilid 4.
Kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada kerajinan bambu. Pengembangannya mencakup edukasi, kuliner, seni kreatif, pusat pembelajaran, ekonomi sirkuler, serta wisata berbasis komunitas yang diharapkan dapat membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Peluncuran dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Rektor Universitas Widyatama Dadang Suganda, Kepala Pusat Kolaborasi Riset Bambu Naresworo Nugroho, jajaran unit TJSL IDSurvey Group, KAI dan Pelindo, serta tokoh dan masyarakat setempat.
1. Potensi bambu mulai diarahkan menjadi ekosistem kreatif

Bambu (freepik.com/freepik) Chief Financial Officer IDSurvey Sinung Triwulandari mengatakan pengembangan Kampung Kreatif Cikandang dilakukan dengan pendekatan kolaborasi dan penguatan kapasitas masyarakat. Potensi yang telah dimiliki warga menjadi salah satu dasar pengembangan kawasan tersebut.
“IDSurvey menginisiasi kolaborasi bersama KAI dan Pelindo untuk mengoptimalkan potensi Kampung Cikandang. Melalui sinergi ini, kami ingin memperkuat keterampilan masyarakat, memperluas peluang ekonomi, dan menciptakan nilai bersama yang berkelanjutan,” ujar Sinung.
Program ini turut melibatkan Virageawie Indonesia, UMKM mitra binaan yang digerakkan tokoh masyarakat setempat, Adang Muhidin. Selama ini, Virageawie Indonesia memberdayakan masyarakat melalui pengembangan berbagai kerajinan berbahan dasar bambu.
2. Pelatihan menyasar sejumlah kelompok masyarakat

Kampung Kreatif Cikandang Dikembangkan Berbasis Potensi Lokal (Dok. IDSuvey) Rangkaian kegiatan Kampung Kreatif Cikandang mencakup pelatihan kerajinan bambu bagi penyandang disabilitas dan Karang Taruna. Selain itu, terdapat lokakarya kuliner bagi ibu rumah tangga, pembangunan gapura bambu, hingga kompetisi mural.
Potensi seni mural, kerajinan dan musik bambu, kuliner lokal, pusat pembelajaran, serta wisata edukasi kemudian diarahkan untuk terhubung dalam satu ekosistem pemberdayaan masyarakat. Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail turut mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai dapat menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan kreativitas dan potensi lokal.
Kampung Cikandang juga memiliki sejumlah rencana pengembangan jangka panjang. Salah satunya pembentukan Symphony Orchestra Bambu pada 2027 yang diharapkan memperkuat identitas kreatif kawasan sekaligus mengembangkan potensi musik berbasis bambu.
3. Akses pasar menjadi salah satu tantangan pengembangan

Kampung Kreatif Cikandang Dikembangkan Berbasis Potensi Lokal (Dok. IDSuvey) Di balik potensi tersebut, pengembangan Kampung Kreatif Cikandang masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan lahan dan ruang aktivitas, fasilitas yang membutuhkan perbaikan, serta potensi kreatif yang belum sepenuhnya terintegrasi menjadi beberapa persoalan yang perlu ditangani.
Selain itu, masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses pasar dan kebutuhan penguatan merek produk lokal. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan agar potensi yang dimiliki tidak berhenti pada kegiatan kreatif, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi berkelanjutan.
Melalui program TJSL, IDSurvey bersama KAI dan Pelindo berupaya mengoptimalkan sumber daya dan kompetensi masing-masing untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan semangat EmpoWEring, “Berdaya Bersama, Melayani dengan Hati”, kolaborasi ini diarahkan agar Kampung Kreatif Cikandang berkembang menjadi kampung mandiri sekaligus contoh pemberdayaan berbasis potensi lokal.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















