Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Meluas, 5 Hektare Ludes

Kab. Cianjur
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Meluas, 5 Hektare Ludes
Kebakaran di Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango (IDN Times/dok TNGGP)
  • Kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, telah berdampak pada sekitar 5,8 hektare area.
  • Asap dan dua titik api masih terdeteksi karena serasah tebal menyimpan bara; tim BBTNGGP dan enam relawan meninjau lokasi melalui jalur Cibodas.
  • Pemadaman terkendala medan curam serta sumber air yang jauh, sementara personel gabungan terus bersiaga dan berkoordinasi untuk mencegah kebakaran meluas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cianjur, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), khususnya di sekitar area Kawah Wadon, terus meluas. Berdasarkan pemantauan terbaru, total luasan area yang terdampak kebakaran kini diperkirakan telah mencapai 5,8 hektare.

Petugas gabungan dari Balai Besar TNGGP bersama tim volunteer, Manggala Agni, dan unsur masyarakat hingga saat ini masih bersiaga dan berupaya memadamkan titik api serta asap yang terus muncul.

  1. 1. Luasan area terbakar capai 5,8 hektare, tebalnya serasah simpan bara api

    dffb8477-7967-4225-8e5a-e71faff8452b.jpeg
    Relawan berjibaku padamkan api di Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango (IDN Times/dok TNGGP)

    Berdasarkan pemantauan terkini, asap masih ditemukan membubung dari dalam lapisan serasah di lokasi kebakaran. Tebalnya penumpukan serasah menjadi penyebab utama api sulit dipadamkan secara total.

    Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, menyampaikan bahwa kondisi serasah yang cukup dalam berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

    "Berdasarkan hasil pemantauan petugas BBTNGGP masih ditemukan asap yang berasal dari dalam serasah di sekitar lokasi kebakaran. Luasan area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 5,8 hektare. Serasah yang cukup dalam berpotensi menyimpan bara dan memicu kembali munculnya api," ujar Sadtata dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

  2. 2. Titik api kembali muncul, tim bergerak via jalur Cibodas

    2244d718-5562-46be-ad1c-9d3231514bc1.jpeg
    Relawan berjibaku padamkan api di Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango (IDN Times/dok TNGGP)

    Upaya pemadaman masih mengalami kendala karena titik api baru terus bermunculan. Pada Selasa (11/8/2026), BBTNGGP menerima laporan dari tim volunteer mengenai adanya titik api yang kembali menyala di sekitar Kawah Wadon.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, tim peninjau langsung diterjunkan ke lokasi untuk memetakan situasi terbaru.

    "Pada hari yang sama, pukul 06.00 WIB, tim BBTNGGP bersama enam orang volunteer melakukan peninjauan ke titik kebakaran melalui jalur Cibodas. Dari hasil peninjauan tersebut, tim mengonfirmasi masih terdapat dua titik asap di bibir Kawah Wadon," ungkap Sadtata.

  3. 3. Medan terjal dan lokasi air yang jauh jadi tantangan utama

    IMG_6811.jpeg
    Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango terbakar (IDN Times/dok Balai TNGGP)

    Sadtata menjelaskan bahwa penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon membutuhkan ekstra kehati-hatian karena kondisi alamnya yang sangat kompleks. Selain lapisan serasah tebal, medan yang curam dan jarak lokasi yang jauh dari sumber air menjadi hambatan utama tim pemadam di lapangan.

    "Kondisi alam di sekitar Kawah Wadon yang kompleks, dengan serasah yang cukup dalam, medan yang sulit, serta jarak yang cukup jauh dari sumber air, menjadi tantangan dalam upaya penanganan secara menyeluruh," tutur Sadtata.

    Ia menambahkan bahwa situasi di lapangan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, keselamatan para personel yang bertugas tetap menjadi prioritas utama selama proses penanganan.

  4. 4. Personel gabungan dan relawan terus bersiaga di lapangan

    IMG_6812.jpeg
    Relawan saat menangani kebakaran di Kawah Wadon (IDN Times/dok Balai TNGGP)

    Untuk mencegah penyeberangan api ke area yang lebih luas, BBTNGGP terus berkoordinasi dan memperkuat kolaborasi lintas instansi. Personel dari Manggala Agni, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), volunteer, hingga warga setempat disiagakan di jalur-jalur strategis.

    "BBTNGGP bersama Manggala Agni, warga masyarakat, volunteer, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), petugas lintas instansi, dan seluruh pihak yang terlibat terus berkoordinasi dalam upaya pemantauan dan penanganan di lapangan. Seluruh unsur tetap bersiaga terhadap perkembangan kondisi dan akan melakukan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan untuk mencegah meluasnya kebakaran maupun munculnya titik api baru," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More