BP Taskin Gandeng PWNU Jabar Kembangkan Ekonomi Umat

- BP Taskin menggandeng PWNU Jawa Barat untuk menggeser pengentasan kemiskinan dari bantuan konsumtif ke pemberdayaan produktif, melalui peningkatan keterampilan, inovasi, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
- BP Taskin, PWNU Jabar, dan BUMNU akan memetakan potensi wilayah serta memulai proyek percontohan di sepuluh kecamatan pada 2026, dengan dukungan lintas kementerian dari produksi hingga pemasaran.
- BUMNU didorong mengembangkan produk kebutuhan harian seperti sabun, sampo, kosmetik, dan jamu, memanfaatkan jaringan pesantren serta warga NU sebagai produsen dan pasar.
Bandung, IDN Times – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong pengentasan kemiskinan melalui pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, mengatakan pemerintah ingin menggeser pendekatan penanganan kemiskinan dari bantuan sosial yang bersifat konsumtif menuju pemberdayaan produktif. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Menurut Budiman, pendekatan yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atau Prabowonomics tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga transformasi struktur ekonomi dan pola pikir masyarakat. Nahdlatul Ulama dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung upaya tersebut melalui jaringan jamaah, pesantren, dan kelembagaan hingga tingkat desa.
Hal itu disampaikan Budiman dalam dialog bertajuk “Prabowonomics untuk Pengentasan Kemiskinan dan Kemandirian Bangsa” di Kantor PWNU Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (29/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan peran NU sebagai pusat pemberdayaan umat, termasuk rencana pengembangan ekosistem ekonomi di sejumlah wilayah.
1. Prabowonomics dorong perubahan pola pemberdayaan

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern) Budiman menilai pengentasan kemiskinan perlu dilakukan melalui perubahan pola ekonomi masyarakat. Menurutnya, sebagian warga Indonesia, termasuk kalangan Nahdliyin, masih bergantung pada sektor agraris yang mengandalkan sumber daya alam dan tenaga fisik. Karena itu, peningkatan keterampilan, inovasi, serta kemampuan membaca peluang usaha menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi.
"Pengentasan kemiskinan yang dimaui oleh Pak Prabowo bukan sekadar bagi-bagi bantuan langsung tunai, bukan sekadar bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar mendesak rakyat untuk makan segala macam. Tapi Pak Prabowo kan programnya program merombak sistem ekonomi," kata Budiman, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (29/9/2026).
Ia menambahkan, perubahan tersebut membutuhkan pergeseran pola pikir agar masyarakat mampu mengembangkan potensi diri dan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam. Dalam hal ini, NU dinilai memiliki modal sosial melalui jaringan jamaah dan lembaga yang tersebar hingga tingkat desa dan pesantren.
"Nah, untuk bagaimana mentransformasikan menjadi masyarakat yang mau mengentaskan dirinya dari kemiskinan mengandalkan otot dan otak, bukan sekadar alam dan otot, ini butuh perubahan mindset," ujarnya.
2. Sepuluh kecamatan disiapkan sebagai proyek percontohan

Ilustrasi ekonomi yang baik (unsplash/towfiqu barbhuiya) Sebagai tahap awal, BP Taskin bersama PWNU Jawa Barat dan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) akan memetakan wilayah yang berpotensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Budiman menyebut, program percontohan direncanakan dimulai di sepuluh titik kecamatan pada 2026, dengan membangun ekosistem ekonomi sesuai potensi daerah masing-masing.
"Mungkin pemetaannya dari wilayah kecamatan dulu ya. Nanti mungkin mulai dari berapa dulu akan buat titik, sepuluh titik dulu kita akan mulai di tahun ini lah ya. Bagaimana di tiap kecamatan kita akan buat ekosistem pemberdayaan ekonomi," kata Budiman.
BP Taskin juga akan mengoordinasikan dukungan berbagai kementerian agar program dapat disesuaikan dengan potensi sektor di setiap wilayah, seperti pertanian, perikanan, industri, koperasi, dan perdagangan. Budiman menekankan, pengentasan kemiskinan membutuhkan keterpaduan program dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, pemanfaatan teknologi, hingga pemasaran.
3. BUMNU didorong kembangkan produk kebutuhan sehari-hari

Ilustrasi tabung LPG 3 kilogram (kg) yang kosong di warung tradisional (IDN Times/Vadhia Lidyana) Selain membangun ekosistem ekonomi di tingkat kecamatan, Budiman mendorong BUMNU mengembangkan usaha di sektor fast moving consumer goods (FMCG), yakni produk kebutuhan sehari-hari yang memiliki pasar luas dan berkelanjutan. Sejumlah produk yang dinilai potensial antara lain sabun, sampo, kosmetik, jamu, serta kebutuhan rumah tangga yang dapat dipasarkan melalui jaringan pesantren dan warga NU.
"Nah, NU itu sebenarnya punya sesuatu yang sudah selesai, hal yang paling susah dari bisnis itu adalah menguasai pasar. NU sudah menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) sejak seratus tahun yang lalu," ucap Budiman.
Ia menilai, jaringan pesantren dan warga NU dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila turut berperan sebagai produsen, bukan hanya konsumen. Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan organisasi untuk menindaklanjutinya melalui pesantren, lembaga pendidikan, majelis taklim, serta badan dan lembaga di lingkungan NU.
"Ini nanti akan ditindaklanjuti ya antara PWNU dengan BP Taskin dan juga nanti PWNU akan turun ke bawah, ke pesantren-pesantren, ke lembaga-lembaga pendidikan, kemudian majelis taklim-majelis taklim, jam'iyyah-jam'iyyah," kata Juhadi.
Ia berharap sinergi pemerintah dan NU dapat mempercepat kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Mudah-mudahan akhirnya warga negara Indonesia ini bisa sejahtera. Sejahtera dari alam dan otot menjadi otot dan otak," tuturnya.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















