Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bukan Hiasan Jangan Asal Tebang, Pohon Jadi Benteng Cekungan Bandung

Kota Bandung
Bukan Hiasan Jangan Asal Tebang, Pohon Jadi Benteng Cekungan Bandung
Gambar cekungan Bandung dari akademisi ITB. Dok Istimewa
  • Vegetasi di Bandung berfungsi sebagai infrastruktur alami yang menyerap air hujan, mengurangi limpasan dan panas perkotaan, serta menjaga sistem ekologis Cekungan Bandung.
  • Pohon dan ruang hijau menyediakan keteduhan, koridor hijau, penyaringan polutan, serta ruang interaksi warga; efektivitasnya bergantung pada lokasi dan keterhubungan antararea.
  • Warga dapat memperkuat ketahanan lingkungan lewat pohon pekarangan, biopori, taman saku, kebun komunitas, penampungan hujan, dan pemetaan partisipatif kondisi mikroklimat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN TimesPohon yang tumbuh di pinggir jalan, taman, halaman rumah hingga bantaran sungai bukan sekadar penghias Kota Bandung. Di tengah pembangunan yang semakin padat, vegetasi menjadi bagian dari infrastruktur alami yang membantu kawasan perkotaan menghadapi panas dan limpasan air hujan.

Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Ridwan Sutriadi, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan keberadaan vegetasi harus ditempatkan sebagai bagian penting dari sistem kehidupan kota. Ketika lahan hijau berubah menjadi bangunan dan permukaan beton, kemampuan lingkungan menyerap air sekaligus menahan panas ikut berkurang.

"Dalam kondisi tersebut, kawasan perkotaan menjadi lebih rentan mengalami urban heat island atau pulau panas perkotaan," kata Prof. Ridwan melalui siaran pers, Selasa (11/8/2026).

  1. 1. Pohon bantu Bandung hadapi panas dan limpasan Air

    WhatsApp Image 2026-04-08 at 1.40.58 PM.jpeg
    Pemangkasan pohon antisipasi dampak cuaca ekstrem. Dok Humas Pemkot Bandung

    Menurut Prof. Ridwan, semakin banyak permukaan kota yang tertutup bangunan, jalan, dan beton, semakin berkurang pula kemampuan tanah untuk menyerap air hujan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan limpasan permukaan dan membuat kawasan perkotaan lebih rentan terhadap genangan.

    Di sisi lain, hilangnya vegetasi juga membuat kemampuan lingkungan dalam menahan panas berkurang. Kondisi ini kemudian dapat memperbesar fenomena urban heat island, ketika kawasan perkotaan terasa lebih panas dibandingkan lingkungan sekitarnya.

    "Karena itu, menanam dan mempertahankan pohon bukan sekadar urusan estetika. Di Bandung, keberadaan pohon berkaitan langsung dengan kenyamanan dan ketahanan kawasan perkotaan," ujarnya.

    Persoalan tersebut tidak bisa dilihat hanya dari batas administrasi Kota Bandung. Kota Bandung merupakan bagian dari bentang alam Cekungan Bandung yang memiliki keterkaitan ekologis antara kawasan hulu, perkotaan, dan hilir.

    Topografi cekungan membuat air dari wilayah yang lebih tinggi bergerak menuju kawasan yang lebih rendah. Ketika semakin banyak lahan tertutup permukaan keras, semakin sedikit pula ruang yang tersedia bagi air untuk meresap ke tanah.

    Karena itu, taman, tanah terbuka, kawasan bervegetasi, dan pohon memiliki fungsi yang saling berkaitan dalam menjaga sistem ekologis kawasan.

    "Artinya, ketika satu pohon dipertahankan atau sebuah kawasan hijau dijaga, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan di sekitarnya. Dalam skala yang lebih luas, ruang hijau ikut menjaga fungsi ekologis Cekungan Bandung," ungkap Prof. Ridwan.

    Dengan karakter tersebut, persoalan lingkungan di Bandung membutuhkan cara pandang regional. Penanganannya tidak cukup hanya berfokus pada satu wilayah administratif karena kondisi hulu, kawasan perkotaan, hingga hilir saling memengaruhi.

  2. 2. Pohon juga jadi pelindung warga di ruang publik

    WhatsApp Image 2026-07-31 at 11.37.01 AM.jpeg
    Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Diduga Dalangi Pemangkasan 10 Pohon di Jalan Riau. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Fungsi pohon tidak berhenti pada urusan air dan suhu. Di tengah kepadatan bangunan, kanopi pohon memberikan keteduhan yang dibutuhkan masyarakat ketika beraktivitas di ruang terbuka.

    Menurut Prof. Ridwan, vegetasi yang terhubung di taman, tepi jalan, permukiman, dan bantaran sungai bahkan dapat membentuk koridor hijau di tengah kawasan perkotaan.

    "Kanopi pohon dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pejalan kaki dan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Keberadaan vegetasi yang terhubung di taman, tepi jalan, permukiman, dan bantaran sungai juga membantu membentuk koridor hijau di tengah kepadatan kota," paparnya.

    Hal ini menjadi semakin penting ketika masyarakat didorong untuk berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik. Kota yang ramah pejalan kaki, menurutnya, tidak cukup hanya menyediakan trotoar.

    Jalur pejalan kaki juga harus teduh, nyaman, aman, dan terhubung dengan ruang publik. Dalam konteks tersebut, pohon sebenarnya merupakan bagian dari fasilitas kota.

    Ruang hijau juga memberikan tempat bagi warga untuk berinteraksi, berolahraga, bermain, atau sekadar beristirahat dari kepadatan aktivitas sehari-hari.

    "Ruang hijau juga menyediakan tempat bagi masyarakat untuk berinteraksi, berolahraga, bermain, atau sekadar beristirahat dari kepadatan aktivitas sehari-hari. Dalam konteks tersebut, taman dan ruang publik hijau memiliki fungsi sosial sekaligus ekologis," ucapnya.

    Namun, Prof. Ridwan mengingatkan penghijauan kota tidak cukup hanya dengan menghitung berapa banyak pohon yang ditanam. Yang tidak kalah penting adalah lokasi dan keterhubungan ruang hijau tersebut.

    Taman, jalur hijau jalan, bantaran sungai, halaman permukiman, dan ruang terbuka lainnya dapat menjadi satu jaringan ekologis. Keterhubungan tersebut juga memberikan ruang hidup bagi keanekaragaman hayati di tengah dominasi kawasan terbangun.

    "Vegetasi di perkotaan pun berperan dalam membantu menyaring polutan serta mengurangi dampak langsung aktivitas kendaraan bermotor terhadap lingkungan sekitar," jelasnya.

  3. 3. Menjaga benteng hijau bisa dimulai dari rumah

    WhatsApp Image 2026-04-08 at 1.40.59 PM.jpeg
    Pemangkasan pohon antisipasi dampak cuaca ekstrem. Dok Humas Pemkot Bandung

    Menjaga ketahanan Cekungan Bandung tidak harus selalu melalui proyek besar pemerintah. Masyarakat dapat mengambil bagian dari lingkungan masing-masing melalui langkah sederhana.

    Prof. Ridwan menyebut pendekatan lowest hanging fruit, yakni tindakan yang relatif murah dan cepat dilakukan tetapi memberikan manfaat langsung. Warga dapat mempertahankan pohon di halaman rumah, menambah vegetasi, membuat lubang biopori, hingga mengubah lahan kosong menjadi pocket park atau taman saku.

    "Di tingkat lingkungan, misalnya, warga dapat mengembangkan kebun komunitas pada fasilitas umum RT/RW, mempertahankan dan menambah pohon di pekarangan rumah, membuat lubang biopori, serta memanfaatkan lahan kosong menjadi pocket park atau taman saku," tuturnya.

    Lorong permukiman juga dapat dibuat lebih teduh menggunakan tanaman merambat pada pagar atau pergola. Penampungan air hujan juga dapat diterapkan pada bangunan publik maupun lingkungan permukiman untuk membantu pengelolaan air.

    Menurutnya, gerakan tersebut dapat melibatkan berbagai generasi. Pengetahuan warga senior mengenai tanaman lokal bisa dipadukan dengan kemampuan generasi muda dalam teknologi dan pengelolaan informasi.

    Generasi muda bahkan dapat menggunakan teknologi sederhana untuk memetakan kondisi lingkungan. Titik yang terasa lebih panas, kawasan dengan dominasi beton, serta kondisi pohon dan vegetasi dapat dipetakan secara partisipatif.

    "Sensor suhu dan kelembapan sederhana juga dapat digunakan untuk membangun data mengenai kondisi mikroklimat di tingkat lingkungan," katanya.

    Dengan data tersebut, penghijauan tidak berhenti pada kegiatan menanam pohon. Masyarakat dapat mengetahui titik yang paling membutuhkan vegetasi, memantau perkembangan pohon, dan melihat perubahan kondisi lingkungan dari waktu ke waktu.

    Prof. Ridwan menilai panas perkotaan, genangan, berkurangnya daerah resapan, dan kualitas ruang publik merupakan persoalan yang saling berkaitan. Karena itu, ruang hijau tidak seharusnya dipandang sebagai ruang sisa setelah pembangunan.

    Vegetasi justru perlu dirancang sejak awal sebagai bagian dari infrastruktur kota. Mulai dari satu pohon di halaman rumah, pohon peneduh di trotoar, taman lingkungan, hingga jaringan ruang hijau dalam skala Cekungan Bandung, semuanya dapat berkontribusi menjaga kawasan tetap layak huni.

    "Di tengah pembangunan kawasan perkotaan yang terus berlangsung, menjaga pohon bukan berarti menghentikan perkembangan kota. Sebaliknya, pohon membantu memastikan pembangunan tetap memberikan ruang bagi air untuk meresap, udara untuk menjadi lebih nyaman, masyarakat untuk beraktivitas, dan lingkungan untuk tetap bertahan bagi generasi berikutnya," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More