24 Kelurahan di Bandung Kekurangan Air Bersih saat Kemarau

- BPBD Kota Bandung memantau kekurangan air bersih di 24 kelurahan pada 13 kecamatan selama kemarau, dengan kebutuhan warga yang dapat berubah.
- BPBD bersama PMI telah menyalurkan empat tangki air berkapasitas sekitar 3.000 liter per tangki ke dua kecamatan dan tiga kelurahan terdampak.
- Delapan kecamatan memiliki lahan kosong berilalang rawan terbakar; warga diminta tidak membakar sampah, membersihkan tanaman kering, dan segera melapor.
Bandung, IDN Times - Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Bandung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mencatat sedikitnya 24 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan mengalami kekurangan air bersih.
BPBD Kota Bandung kini memantau wilayah-wilayah tersebut sekaligus menyiapkan bantuan air bagi warga yang membutuhkan. Hingga Rabu (12/8/2026), bantuan telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak.
Danru Pusdaops BPBD Kota Bandung Oki Hikmawan mengatakan pemantauan masih dilakukan karena kondisi kebutuhan air warga dapat berubah selama musim kemarau. "Kalau itu ada 13 kecamatan, 24 kelurahan yang saat ini kami sedang pantau terus," ujar Oki.
1. BPBD mulai salurkan bantuan air

Pemkot Bandung Janji Pasokan Air Bersih Aman Saat Kemarau Oki mengatakan kekurangan yang terjadi bukan berarti Kota Bandung mengalami krisis sumber air secara keseluruhan. Menurutnya, persoalan yang dihadapi saat ini lebih kepada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah.
"Kekurangan air, air bersih. Kalau ditanya Kota Bandung kekurangan air bersih tentunya tidak karena Kota Bandung lumbungnya air. Hanya kalau sekarang kebutuhan warga, kami akan menyiapkan suplai untuk warga," katanya.
BPBD bersama sejumlah pihak mulai mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Hingga kini, empat tangki air telah disiapkan, dengan kapasitas masing-masing sekitar 3.000 liter.
Bantuan tersebut telah menyasar dua kecamatan dan tiga kelurahan, di antaranya kawasan Arcamanik, Cisaranten Endah, dan Pasteur. "Baru 4 tangki kami. Satu tangkinya 3.000 liter. Kami sumbangsih kepada warga yang membutuhkan. Itupun berkolaborasi dengan PMI," ujar Oki.
BPBD masih memantau perkembangan kebutuhan air di 24 kelurahan tersebut untuk menentukan wilayah yang membutuhkan suplai berikutnya.
2. Delapan kecamatan punya lahan kosong rawan terbakar

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Eclipse Chasers) Selain kekurangan air bersih, BPBD Kota Bandung juga mulai mewaspadai ancaman lain selama musim kemarau, yakni kebakaran lahan. Menurut Oki, meski Kota Bandung tidak lagi memiliki kawasan hutan seluas sebelumnya, keberadaan lahan kosong yang dipenuhi ilalang tetap menjadi potensi kebakaran.
"Lahan kosong tidak terpakai oleh warga dan ilalangnya cukup lumayan tinggi. Itu yang menjadi catatan dari kami," katanya.
BPBD saat ini tengah menyusun kajian risiko bencana terkait penanggulangan kebakaran lahan. Dari data sementara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, terdapat delapan kecamatan yang memiliki lahan kosong dengan kondisi ilalang yang cukup tinggi.
"Teridentifikasi dari Damkar itu 8 kecamatan yang punya lahan-lahan kosong dan masih ilalang tumbuh. Nah itu yang menjadi catatan dari kami," papar Oki.
Kondisi lahan kering dan tumbuhan ilalang yang mudah terbakar membuat BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pelaporan dari tingkat kelurahan juga akan diperkuat untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran.
"Jadi persiapannya kami lebih ke tingkat kelurahan untuk segera melaporkan apabila terjadi kebakaran lahan di area-area tertentu," ujarnya.
3. Warga diminta tak bakar sampah sembarangan

ilustrasi bakar sampah(m.republika.co.id/uji sukma medianti) BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar sampah di lahan terbuka. Oki juga meminta warga memperhatikan kondisi lahan kosong di sekitar lingkungan tempat tinggal. Ilalang dan tanaman kering sebaiknya dibersihkan secara berkala untuk mengurangi material yang mudah terbakar.
"Saat ini kepada masyarakat Kota Bandung, warga Kota Bandung, yang pertama jangan pernah membakar sampah sembarangan. Kemudian waspadai dengan lahan-lahan kering yang ada sehingga potensi kebakaran lahan kosong akan menjadi lebih minimalis," katanya.
BPBD Kota Bandung pun terus memantau dampak musim kemarau, baik terkait kebutuhan air bersih maupun potensi kebakaran lahan. Masyarakat diminta segera melapor apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih atau menemukan titik api di sekitar permukiman.

















