BPBD Jabar Siagakan 82 Posko Mudik Tangani Bencana saat Lebaran

- BPBD Jawa Barat menyiagakan 82 posko mudik Lebaran 2026 di titik rawan bencana, lengkap dengan personel dan peralatan untuk menangani potensi banjir, longsor, serta menyediakan tempat istirahat pemudik.
- BMKG memprediksi curah hujan rendah hingga menengah di sebagian besar wilayah Jabar, namun tinggi di Majalengka, Kuningan barat daya, Sumedang timur-tengah, dan Subang tenggara dengan potensi banjir rob pada 19 dan 22 Maret 2026.
- PVMBG mengingatkan potensi gerakan tanah di lima kabupaten Jabar seperti Bogor dan Sukabumi serta jalur rawan longsor seperti Puncak dan Lembang-Maribaya-Subang agar pemudik lebih waspada saat hujan deras.
Bandung, IDN Times - Sebanyak 82 titik posko mudik lebaran disiagakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat untuk menangani terjadinya bencana alam yang berpotensi terjadi pada Idulfitri 2026. Posko tersebut ditempatkan di titik-titik rawan terjadinya bencana alam.
Persiapan untuk penanganan bencana alam saat mudik ini terdiri dari posko utama dan posko pendukung. Adapun posko utama berada di kantor BPBD kabupaten/ kota, sementara posko pendukung dibangun di jalur berpotensi longsor, banjir dan tempat wisata alam yang terdapat potensi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali mengatakan, jumlah pokso di setiap daerah berbeda tergantung seberapa besar potensi terjadinya bencana. Beberapa daerah memiliki posko pendukung hingga lima titik yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran. Sementara, daerah lain memiliki satu hingga empat posko pendukung.
Menurut Teten, di setiap posko disiapkan personel dan peralatan kebencanaan. Personel BPBD akan dibantu oleh petugas dari instansi lain seperti PMI dan organisasi lain.
"Selain memberikan layanan penanganan bencana, BPBD juga menyediakan tempat istirahat di Posko Mudik Idulfitri," ucap Teten dikutip Sabtu (14/3/2026).
1. Sebagian wilayah Jabar dilanda hujan saat lebaran 2026

Sementara itu BMKG memprediksi sebagian wilayah Jabar akan dilanda hujan dengan kategori rendah hingga menengah pada periode Idulfitri 2026. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayyu mengatakan, curah hujan pada wilayah Jawa Barat umumnya termasuk rendah hingga menengah pada periode Idulfitri 2026.
Terkecuali, di sebagian besar Majalengka, Kuningan bagian barat daya, sebagian kecil Sumedang bagian timur dan tengah serta Subang bagian tenggara. Di wilayah-wilayah tersebut, curah hujan termasuk tinggi pada periode lebaran 2026.
"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi," kata Ayyu dikutip Sabtu (14/3/2026).
2. Banjir rob juga berpotensi terjadi saat lebaran

Sementara itu, tinggi gelombang laut di Jawa Barat pada periode Idulfitri diprakirakan mencapai 1,25 meter sampai 2,5 meter atau termasuk gelombang sedang.
Menurut Rahayu, ada potensi banjir rob pada libur Idulfitri tahun ini, yakni pada 19 Maret 2026 karena fenomena bulan baru dan pada 22 Maret 2026 yang dipicu oleh fenomena perigee atau jarak terdekat bumi dan bulan.
Dia mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat yang mengakibatkan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
"Kepada instansi terkait diimbau memperhatikan ruas jalan yang rawan banjir dan longsor, memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang serta menurunkan reklame yang berpotensi roboh apabila terkena angin kencang," ujar Rahayu.
3. Pemudik diharapkan menggunakan jalur aman

Sedangkan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya menjelaskan, pada Idulfitri 2026, musim hujan masih terjadi sehingga berpotensi memicu gerakan tanah, terutama di lereng curam dan batuan vulkanik yang lapuk.
Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai terjadinya gerakan tanah. Hadi menjelaskan ada lima titik rawan longsor di Jawa Barat yakni di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.
Ia pun merinci beberapa jalur utama yang perlu diwaspadai karena rawan gerakan tanah, salah satunya Jalur Puncak. Jalur tersebut rawan longsor saat hujan deras.
Jalur utama lain yang perlu diwaspadai yaitu Jalan Raya Cibadak-Sukabumi dan Garut Selatan yang merupakan akses menuju pegunungan dan wisata alam. Selain itu, jalur Lembang-Maribaya-Subang yang berpotensi longsor di tepi tebing dan hutan.


















