UPI Tersingkir, PKN STAN vs ITB di Perempat Final Liga Debat Mahasiswa 2026

- PKN STAN mengalahkan UPI dengan skor 241-238 dan melaju ke perempat final Liga Debat Mahasiswa 2026, rangkaian HUT ke-12 IDN Times.
- Dalam mosi dukungan swasta bagi industri kreatif, PKN STAN menilai kontribusi non-negara berdampak nyata, sementara UPI menyoroti kesejahteraan pekerja kreatif belum otomatis meningkat.
- PKN STAN akan menghadapi ITB secara daring pada 31 Juli 2026; perempat final lain mempertemukan UNHAS-Udayana, UNISRI-Universitas Jember, serta Unpad-UGM.
Bandung, IDN Times - Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) berhasil lolos ke babak perempat final Liga Debat Mahasiswa 2026 yang digelar secara daring oleh IDN Times, pada pukul 15.30WIB, Jumat(31/7/2026). Mereka dinyatakan unggul setelah panelis memberikan penilaian dan keluar sebagai pemenang dalam adu argument melawan tim Institut Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Liga Debat Mahasiswa 2026 ini merupakan rangkaian kemeriahan Hari Ulang Tahun ke-12 IDN Times. Mosi debat pada laga tersebut yaitu "Dukungan Swasta di Dunia Industri Kreatif, Nyata atau Semu Semata?". Sebagai Tim Pro dari PKN STAN, beranggotakan; Radhitiya Wicaksana, Zalfa Aura Tsabita, Rizky Hidayat.
Sementara, UPI sebagai Tim Kontra beranggotakan, Faiz Firdaus, Aldo Pranata Soeriakartalegawa, dan Tri Nathania Saidah. Panelis dari sesi debat kali ini ada dari donsen, dan praktisi dunia kreatif, yaitu Akademisi dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Eko Widodo, Founder Agna Komunika, Agung Putu Iskandar, dan Manager Program Kolektif Hysteria, Andi Pratomo.
PKN STAN nantinya akan bertemu dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di babak perempat final yang akan digelar secara daring pada Kamis, 6 Agustus, pukul 14.00-15.30WIB.
1. PKN STAN melontarkan argumen kuat dukungan swasta untuk Industri kreatif

Tim pro dari PKN STAN mengawali argumen dengan melontarkan prinsip hukum yang sederhana yakni facta sunt potentiora verbis, di mana makna dari kalimat itu menjelaskan bahwa fakta selalu lebih kuat daripada opini itu sendiri. Mereka kemudian membeberkan ada sekitar 27,4 juta pekerja ekonomi kreatif di Indonesia yang memang dari pagi hingga malam hari bekerja di sektor tersebut.
Tim PKN STAN pun berpendapat ada status quo yang harus diketahui masyarakat secara umum, bahwa negara itu tidak dapat menjadi pengganti peran utama sektor swasta pada dunia kreatif. Negara memiliki constraint pada birokrasi, anggaran, yang mana hal tersebut menjadi komponen utama sekaligus penentu dalam dunia kreatif.
"Hal inilah yang menyebabkan dukungan swasta itu sangat penting dari segi pelaku ekonomi kreatif itu sendiri," ujar Radhitiya Wicaksana saat menyantap argumen.
Kemudian, mereka turut menjelaskan makna dari tema moso debat kali ini, di mana dukungan swasta merupakan seluruh bentuk kontribusi dari pihak non-negara kepada pelaku ekonomi kreatif, baik melalui platform digital, sponsor, investasi, hibah, maupun kerja sama dengan berbagai merek.
Adapun dukungan yang nyata ini, diartikan oleh tim pro, merupakan sebagai salah satu dukungan yang menghasilkan dampak dan dapat diukur dengan benar-benar dirasakan oleh penerimanya.
"Lingkup dari dunia industri kreatif itu sendiri yang terbagi jadi 4 klaster; mulai dari seni budaya, desain, teknologi dan konten digital, serta media dan distribusi sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2019 juncto PP Nomor 24 Tahun 2022, tegas Radhitiya Wicaksana.
2. UPI balas argumen dengan kondisi pelaku ekonomi kreatif

Tim Kontra UPI membalas argumen dari PKN STAN yang menitik beratkan sebuah indikator pertumbuhan seperti jumlah event hanyalah ilusi yang dapat menutupi penderitaan sistemik pelaku kreatif. Mereka menganggap statistik yang digaungkan oleh tim pro itu tidak dapat secara langsung dijadikan bukti dukungan swasta itu telah nyata.
Hal ini disebabkan, tidak ada satupun dari indikator terkait misalnya jumlah views, jumlah event, dan lain sebagainya itu secara otomatis membuktikan bahwa nilai ekonomi yang tercipta benar-benar kembali kepada para pelaku kreatif itu sendiri.
Seperti halnya, Sartono Wibowo sebagai Duta Besar Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO yang menyebutkan bahwa ekonomi kreatif itu tidak seharusnya hanya dipandang sebagai bagian dari statistik ekonomi saja.
"Artinya, pertumbuhan visibilitas itu enggak selalu berarti pertumbuhan kesejahteraan. Dan kenapa ini bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah semakin banyak pekerjaan kreatif yang bergerak dalam pola gig economy," kata Ketua Tim Kontra UPI, Faiz Firdaus.
Dalam pola tersebut, Faiz menyampaikan, pekerja itu memperoleh pekerjaan berdasarkan proyek, kontrak jangka pendek, atau kebutuhan sementara. Artinya pertumbuhan industri itu dapat terjadi bersamaan dengan meningkatnya kerentanan pekerja.
"Dan pada akhirnya, peningkatan jumlah pekerja ini juga enggak secara otomatis membuktikan bahwa kualitas pekerjaan dan kesejahteraan mereka juga meningkat," jelasnya.
3. PKN STAN melaju ke babak perempat final dengan 241 poin

Setalah keduanya beradu argument, panelis Akademisi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Eko Widodo turut menanyakan mengenai tujuan dari perusahaan swasta itu sendiri seperti apa.
Menurutnya, hal ini masih menjadi perdebatan yang panjang dari ekonom penerima hadiah Nobel, Milton Friedman, dengan pandangan paradigma baru tentang perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan, ESG, dan penciptaan nilai bersama atau shared value.
Eko menanyakan kepada tim pro dan kontra mengatakan tujuan perusahaan di Indonesia apakah seharusnya tetap berpegang pada prinsip Friedman, atau mengadopsi paradigma baru bahwa keberhasilan perusahaan juga diukur dari kontribusinya terhadap pembangunan ekosistem industri kreatif.
Sementara, Founder Agna Komunika, Agung Putu Iskandar menanyakan mengenai bagaimana peran pihak swasta dalam mendukung ekonomi kreatif yang kini banyak menjadi pro dan kontra, seperti kasus artwashing yang muncul dalam gelaran Seni Rupa di Yogyakarta, Artjog.
Kedua tim pun berdebat sengit dari pertanyaan panelis, hingga akhirnya dewan juri mengumumkan pemenang dalam sesi kali ini yaitu PKN STAN dengan poin 241. Sementara, UPI harus tersingkir dengan poin 238.
PKN STAN nantinya akan bertemu dengan ITB di babak perempat final yang akan digelar secara daring mulai dari Jumat 31 Juli 2026. Dalam babak tersebut, ada UNHAS yang akan bertemu dengan Universitas Udayana, UNISRI melawan Universitas Jember, dan Unpad konta UGM.




















