Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ini Tiga Panelis Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026

Kota Bandung
Ini Tiga Panelis Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026
Liga Debat Mahasiswa 2026 (Desain: Marda Shakti)
Intinya Sih
  • Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 mengusung tema 'Industri Kreatif dan Masa Depan Gen Z' dengan menghadirkan tiga panelis dari bidang ekonomi kreatif, akademisi, dan komunikasi strategis.
  • Ahmad Khairudin dikenal sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis komunitas melalui Kolektif Hysteria serta berbagai inisiatif kolaboratif yang memperkuat ekosistem seni dan pembangunan kota.
  • Prof. Rosdiana Sijabat meneliti digitalisasi UMKM dan perilaku konsumen, sementara Agung Putu Iskandar membawa pengalaman komunikasi strategis untuk memperkuat branding serta daya saing sektor kreatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - IDN Times kembali menyelenggarakan Liga Debat Mahasiswa. Pada tahun ketiganya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang adu argumentasi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi tahun ini bertema "Industri Kreatif dan Masa Depan Gen Z" menghadirkan panelis dari beragam latar belakang untuk menilai sekaligus memperkaya perspektif para peserta.

Tiga panelis yang terlibat berasal dari dunia ekonomi kreatif, akademisi, hingga komunikasi strategis. Mereka adalah Ahmad Khairudin, M.Si., Prof. Rosdiana Sijabat, S.E., M.Si., Ph.D., dan Agung Putu Iskandar, S.S., M.Si. Berikut profil singkat ketiganya.

1. Ahmad Khairudin dorong ekonomi kreatif berbasis komunitas

WhatsApp Image 2026-07-23 at 7.05.50 PM (1).jpeg
Ahmad Khairudin Co-Founder Kolektif Hysteria. Dok Istimewa

Ahmad Khairudin atau yang akrab disapa Adin Hysteria merupakan Co-Founder Kolektif Hysteria sekaligus Ketua Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah. Kiprahnya dikenal luas dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas, khususnya di Kota Semarang.

Berawal dari aktivitas seni saat menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, ia bersama rekan-rekannya mengembangkan Kolektif Hysteria sejak 2007. Organisasi tersebut tumbuh menjadi laboratorium seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat yang aktif berkolaborasi dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional.

Tak hanya berkutat di dunia seni, Ahmad juga aktif mengembangkan berbagai inisiatif seperti PekaKota, Penta K Labs, hingga Grobak Art Kos yang menghubungkan seni, ruang publik, dan pembangunan kampung kota. Dalam berbagai forum, ia kerap menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat ekonomi kreatif Indonesia.

2. Prof. Rosdiana Sijabat teliti digitalisasi UMKM hingga perilaku konsumen

WhatsApp Image 2026-07-23 at 7.05.50 PM.jpeg
Prof. Rosdiana Sijabat akademisi dari Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM) Unika Atma Jaya Jakarta,. Dok Istimewa

Panelis berikutnya merupakan akademisi dari Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM) Unika Atma Jaya Jakarta, yakni Prof. Rosdiana Sijabat, S.E., M.Si., Ph.D.

Guru Besar bidang Ekonomi Bisnis yang dikukuhkan pada 2025 ini memiliki latar belakang pendidikan dari Universitas Gadjah Mada untuk jenjang sarjana dan magister, kemudian meraih gelar doktor dari Flinders University, Australia.

Fokus penelitiannya mencakup digitalisasi bisnis, pengembangan UMKM, pemasaran digital, perilaku konsumen, investasi asing, hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sejumlah karya ilmiahnya membahas bagaimana transformasi digital mampu meningkatkan kinerja UMKM dan daya saing bisnis.

Selain menjadi dosen dan Wakil Dekan FIABIKOM, Prof. Rosdiana juga aktif menjadi peneliti dan pembicara pada berbagai forum akademik mengenai ekonomi digital, kewirausahaan sosial, serta kebijakan ekonomi nasional.

3. Agung Putu Iskandar berpengalaman di bidang komunikasi strategis

WhatsApp Image 2026-07-23 at 7.05.49 PM.jpeg
Agung Putu Iskandar, S.S., M.Si Founder Agna Komunika. Dok Istimewa

Sementara itu, Agung Putu Iskandar, S.S., M.Si. hadir membawa perspektif komunikasi sebagai Founder Agna Komunika. Ia dikenal sebagai praktisi public relations dan konsultan komunikasi yang banyak mendampingi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi nirlaba, hingga komunitas dalam menyusun strategi komunikasi.

Melalui Agna Komunika, Agung mengembangkan layanan konsultasi di bidang komunikasi strategis, media relations, branding, komunikasi organisasi, stakeholder engagement, hingga pelatihan public speaking.

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya komunikasi yang efektif untuk membangun reputasi organisasi, memperkuat branding daerah, serta meningkatkan daya saing UMKM dan sektor ekonomi kreatif melalui narasi yang tepat.

Kehadiran ketiga panelis tersebut diharapkan mampu memberikan penilaian yang komprehensif kepada peserta Liga Debat Mahasiswa 2026. Dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari pengembangan komunitas kreatif, riset ekonomi bisnis, hingga komunikasi strategis, mereka diharapkan dapat memperkaya diskusi mengenai masa depan industri kreatif yang menjadi tema utama kompetisi tahun ini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More