Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kronologi Bocah Lima Tahun di Bandung Barat Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Kota Bandung
Kronologi Bocah Lima Tahun di Bandung Barat Diduga Dianiaya Ayah Kandung
ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Bocah 5 tahun di Cipongkor, Bandung Barat, diduga dianiaya ayah kandungnya pada 26 Juli 2026 setelah menolak pulang dari rumah keluarga ibunya.
  • Menurut ibu korban, anak mengalami pukulan dan jambakan hingga hidung berdarah serta luka di pipi dan paha; dugaan kekerasan disebut sudah berulang.
  • Puskesmas Cipongkor mencatat lebam tanpa luka dalam, menyarankan trauma healing dan pemeriksaan psikologis lanjutan karena korban masih tampak bingung saat diajak berbicara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Kasus dugaan penganiayaan terhadap bocah berusia lima tahun oleh ayah kandungnya di Kabupaten Bandung Barat menyita perhatian publik. Korban mengalami sejumlah luka hingga hidung berdarah akibat dugaan kekerasan yang dilakukan pelaku berinisial D.

Berdasarkan keterangan ibu kandung korban, Rika (23 tahun), peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/7/2026) di rumah mantan suaminya di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Rika, pemicu penganiayaan diduga karena pelaku kesal lantaran korban tidak mau pulang dari rumah keluarga ibunya. Saat itu, anak tersebut sempat dibawa ke rumah neneknya dari pihak ibu, namun kemudian dijemput kembali oleh sang ayah.

"Anaknya tidak mau pulang, dipaksa, tapi tetap tidak mau pulang," kata Rika, Sabtu (1/8/2026).

1. Korban dipukul hingga hidung berdarah

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Rika mengatakan anaknya mengalami pemukulan dan penjambakan. Akibatnya, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, seperti pipi kanan dan kiri serta paha kanan. Hidung korban juga sempat mengeluarkan darah akibat pukulan yang diterimanya.

"(Darah) dari hidung akibat pukulan. Luka di bagian pipi kiri kanan, paha kanan," ujarnya.

Meski demikian, kondisi korban saat ini disebut sudah berangsur membaik.

"Kalau saat ini sudah ceria, kelihatannya baik-baik saja," katanya.

2. Penganiayaan diduga sudah berulang kali terjadi

Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times/Nathan Manaloe)
Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times/Nathan Manaloe)

Rika mengaku penganiayaan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi, korban disebut sudah beberapa kali mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh pelaku.

"Sepengetahuan saya itu sudah sering dilakukan sama dia. Bahkan kata saksi, anak saya juga sudah mengalami penganiayaan di sini (di rumah Rika)," ungkapnya.

Rika juga menyebut mantan suaminya memiliki sifat temperamental dan kerap melakukan kekerasan sejak mereka masih berumah tangga.

"Iya memang dari dulu temperamental, ringan tangan, suka mabuk. Saya juga sering mengalami kekerasan saat masih rumah tangga," katanya.

3. Puskesmas sarankan trauma healing

ilustrasi penganiayaan perempuan (IDN Times/Sukma Shakti)
ilustrasi penganiayaan perempuan (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara itu Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotima, menyarankan agar korban mendapatkan pendampingan psikologis atau trauma healing untuk membantu proses pemulihan pascakejadian.

"Bagus juga dilakukan trauma healing, supaya kejadian itu cepat hilang dari memorinya," kata Yuyun.

Menurutnya, pemeriksaan lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui kondisi psikologis korban secara lebih mendalam. Saat pemeriksaan awal, korban terlihat belum terlalu responsif ketika diajak berbicara.

"Pas ditanya masih terlihat bingung. Respons ada, tapi agak acuh. Apakah karena ketakutan atau memang tidak mengenal kami, itu perlu pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Dari sisi fisik, korban masih mengalami lebam di bagian wajah dan paha. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi luka dalam.

"Masih ada luka lebam di bagian muka, sedikit bengkak, dan di bagian kaki. Untuk luka lebam tinggal menunggu waktu, sekitar dua minggu biasanya hilang. Luka dalam tidak ada," kata Yuyun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More