Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

WWF Nilai EIGER Nature Berpotensi Dukung Pembiayaan Konservasi

Kab. Bogor
4 min read
WWF Nilai EIGER Nature Berpotensi Dukung Pembiayaan Konservasi
Dok.Istimewa
  • WWF-Indonesia menilai model EIGER Nature berpotensi mendukung pembiayaan konservasi berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat lokal, organisasi konservasi, dan sektor swasta.
  • Dalam kunjungan ke Bogor, 22 perwakilan WWF meninjau restorasi lahan kritis, konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan EIGER Nature.
  • EIGER Nature memasuki tahap akhir persiapan pembukaan publik dan membuka ruang masukan pemangku kepentingan, dengan harapan menjadi destinasi sekaligus ruang pembelajaran lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bogor, IDN Times — Di tengah tantangan pendanaan yang masih dihadapi kawasan konservasi di Indonesia, WWF-Indonesia menilai model yang dikembangkan EIGER Nature berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pembiayaan konservasi yang berkelanjutan. Penilaian tersebut muncul setelah WWF-Indonesia bersama jejaring WWF Global meninjau langsung kawasan EIGER Nature yang tengah bersiap dibuka untuk publik.

Pandangan itu disampaikan CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, saat kunjungan 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global ke EIGER Nature di Bogor. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat langsung pendekatan yang dikembangkan EIGER Nature dalam menggabungkan upaya restorasi lahan, konservasi alam, edukasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Bagi WWF, pendekatan semacam itu menarik karena menunjukkan bagaimana sektor swasta dapat mengambil peran dalam menjaga alam tanpa melepaskan aspek manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

  1. 1. Berpotensi mendukung pendanaan kawasan konservasi

    IMG-20260918-WA0025.jpg
    Dok.Istimewa

    Aditya mengatakan model kolaborasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat lokal, organisasi konservasi, dan sektor swasta memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia.

    Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berkontribusi pada upaya perlindungan lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka sumber pembiayaan baru bagi kawasan konservasi yang selama ini membutuhkan dukungan pendanaan berkelanjutan.

    “Hal menarik dari EIGER Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Model seperti ini yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi yang sangat besar, termasuk juga untuk mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional,” ujar Aditya dalam keterangan tertulisnya.

    Ia menambahkan, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan satuan tugas inovasi pembiayaan Taman Nasional dan Spesies Ikonik yang mencari sumber pembiayaan baru dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi Indonesia.

  2. 2. Berangkat dari restorasi lahan hingga edukasi lingkungan

    IMG-20260918-WA0026.jpg
    Dok.Istimewa

    Dalam kunjungan tersebut, rombongan WWF diajak menelusuri kawasan EIGER Nature melalui guided site tour. Mereka diperkenalkan pada perjalanan pengembangan kawasan, mulai dari proses restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga berbagai program yang dijalankan di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

    EIGER Nature sendiri dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan panjang EIGER yang selama hampir empat dekade dikenal melalui aktivitas petualangan dan kecintaan terhadap alam.

    Melalui kawasan ini, EIGER berupaya menerjemahkan nilai tersebut ke dalam ruang yang menggabungkan pengalaman berbasis alam dengan kegiatan restorasi, konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

    Dalam pengembangannya, EIGER Nature juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk mendukung upaya konservasi, edukasi lingkungan, dan pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.

  3. 3. Bersiap dibuka untuk publik

    IMG-20260918-WA0027.jpg
    Dok.Istimewa

    Kunjungan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global berlangsung saat EIGER Nature memasuki tahap akhir persiapan menuju pembukaan untuk masyarakat umum.

    Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan fase tersebut menjadi momentum penting bagi pengelola untuk menerima masukan dari berbagai pihak sebelum kawasan resmi beroperasi.

    Menurutnya, EIGER Nature masih berada pada tahap awal perjalanan sehingga membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pemangku kepentingan agar manfaat yang dihasilkan benar-benar dirasakan oleh alam maupun masyarakat.

    “Kami melihat EIGER Nature sebagai sebuah perjalanan yang baru saja dimulai. Karena itu, di fase awal ini kami ingin membuka diri untuk belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak,” kata Imanuel.

    Ia berharap EIGER Nature nantinya tidak hanya menjadi destinasi untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman pengunjung tentang pentingnya menjaga lingkungan.

    “Kami ingin EIGER Nature menjadi tempat di mana setiap orang yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru tentang alam. Karena bagi kami, petualangan yang bermakna adalah petualangan yang meninggalkan sesuatu yang baik, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi alam dan masyarakat di sekitarnya,” tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More