- Utara: Berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
- Timur: Berbatasan dengan KPH Cianjur.
- Selatan: Berbatasan langsung dengan garis pantai/laut selatan (Basisir).
- Barat: Berbatasan dengan wilayah kerja KPH Banten dan KPH Halimun Salak.
Dibayani El Nino Panjang, Perhutani Sukabumi Petakan Wilayah Rawan Karhutla

- Perhutani KPH Sukabumi memetakan kawasan hutan rawan karhutla akibat ancaman kemarau panjang El Nino, yang berpotensi mengeringkan vegetasi dan meningkatkan risiko kebakaran.
- Perhutani berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Sukabumi, siap membagikan data titik rawan, serta mengusulkan MoU untuk mempercepat dan menstrukturkan penanganan karhutla.
- Peta rawan kebakaran akan menjadi acuan Damkar menyusun skema siaga, termasuk penempatan personel dan armada secara tepat sasaran saat terjadi keadaan darurat.
Sukabumi, IDN Times - Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino memicu kesiapsiagaan tinggi Perum Perhutani KPH Sukabumi. Guna mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Perhutani bergerak cepat menyusun pemetaan titik-titik kawasan hutan yang rawan terbakar.
Langkah ini juga ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi strategis bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi.
1. El Nino diprediksi bertahan lama, pemetaan wilayah rawan jadi krusial

Ancaman cuaca ekstrem dampak El Nino menjadi perhatian serius Perhutani KPH Sukabumi. Kurangnya curah hujan dan vegetasi yang mengering dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan secara drastis, sehingga pemetaan wilayah rawan dan langkah koordinasi perlu dimaksimalkan sejak dini.
"Kami ingin memastikan kesiapsiagaan sejak dini. El Nino tahun ini diprediksi cukup panjang, sehingga potensi kebakaran di wilayah hutan sangat tinggi. Oleh karena itu, koordinasi dengan Damkar menjadi hal yang krusial," tegas Wakil Administratur Perhutani KPH Sukabumi, Aldy Juliansyah, Jumat (31/7/2026).
Wilayah kerja Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi mencakup kawasan hutan lindung dan hutan produksi di Kabupaten Sukabumi, dengan batas wilayah sebagai berikut:
Secara administratif pengelolaan lapangan, wilayah KPH Sukabumi terbagi ke dalam 6 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) dan 22 Resor Pemangkuan Hutan (RPH).
2. Perhutani siap bagikan peta titik rawan Karhutla dan gandeng Damkar

Sebagai langkah konkrit dari hasil pemetaan kawasan, Perhutani siap membagikan data pemetaan titik-titik rawan kebakaran kepada Damkar. Selain itu, Perhutani juga mengusulkan adanya Nota Kesepahaman (MoU) agar penanganan Karhutla di lapangan dapat berjalan lebih terstruktur.
"Ke depan kami ingin ada MoU dengan Damkar, sehingga pola penanganan kebakaran bisa lebih terstruktur dan cepat. Kami juga siap berbagi data titik-titik rawan kebakaran," tambah Aldy.
3. Peta kawasan rawan akan dipakai untuk alokasi armada dan personel

Data pemetaan wilayah rawan yang disiapkan Perhutani akan menjadi acuan vital bagi Damkar dalam menyusun strategi kesiapsiagaan. Dengan peta tersebut, penempatan personel maupun armada pemadam kebakaran dapat dilakukan secara presisi dan tepat sasaran saat terjadi darurat kebakaran.
"Dengan data peta kawasan hutan rawan tersebut, pihak kami bisa menyusun skema siaga serta menempatkan personel dan armada secara tepat sasaran," kata Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Erwin.
Sekedar informasi, Indonesia menghadapi ancaman badai El Nino yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2026 dan terus berlanjut hingga awal tahun 2027. Fenomena cuaca ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam 150 tahun terakhir.

















