Metro Jabar Trans Layani 3 Juta Penumpang Selama Semester I 2026

- Metro Jabar Trans mengangkut 3.033.743 penumpang pada Semester I 2026, mencapai 119,59 persen target, setelah transformasi pengelolaan BRT oleh PT Jasa Sarana sejak Januari 2025.
- Layanan enam koridor dan feeder mencatat pertumbuhan pengguna; feeder melayani 242.371 penumpang, didukung 144 bus, operasional hingga 22.00 WIB, pembayaran nontunai, serta pelacakan bus real time.
- Survei 3.284 responden mencatat kepuasan pelanggan 97,4 persen. PT Jasa Sarana menyiapkan ekspansi menjadi 18 koridor pada 2027, termasuk halte modern, jalur BRT khusus, dan armada ramah lingkungan.
Bandung, IDN Times - PT Jasa Sarana (Perseroda) mencatat pertumbuhan signifikan layanan Metro Jabar Trans (MJT) sepanjang Semester I 2026. Moda transportasi massal yang melayani kawasan Bandung Raya itu telah mengangkut 3.033.743 penumpang, atau mencapai 119,59 persen dari target semester.
Plt Direktur PT Jasa Sarana, Uus Sundawan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil transformasi layanan yang dilakukan perusahaan sejak mengambil alih pengelolaan Bus Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans melalui skema Buy the Service (BTS) pada 1 Januari 2025.
Menurutnya, transformasi tidak hanya sebatas pergantian identitas layanan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas operasional, perluasan jaringan, serta penguatan integrasi antarmoda agar transportasi publik semakin mudah dijangkau masyarakat.
"Metro Jabar Trans terus kami kembangkan menjadi transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi. Tujuan akhirnya adalah menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama masyarakat Bandung Raya," kata Uus dalam keterangan tertulis.
1. Pertumbuhan penumpang terjadi di seluruh koridor

Saat ini Metro Jabar Trans mengoperasikan enam koridor utama yang menghubungkan kawasan Cekungan Bandung, yakni Koridor Leuwipanjang–Soreang, Kota Baru Parahyangan–Alun-alun Bandung, Baleendah–Bandung Electronic Center (BEC), Leuwipanjang–Dago, Dipatiukur–Jatinangor melalui Tol, serta Leuwipanjang–Majalaya.
Seluruh koridor didukung sistem pembayaran nontunai, termasuk QRIS TAP, yang semakin memudahkan masyarakat menggunakan layanan tersebut.
Pertumbuhan jumlah penumpang terjadi hampir di seluruh koridor. Koridor Leuwipanjang–Dago menjadi rute dengan peningkatan pengguna tertinggi, disusul Koridor Leuwipanjang–Soreang dan Kota Baru Parahyangan–Alun-alun Bandung.
Kondisi ini menunjukkan mobilitas masyarakat di kawasan Bandung Raya terus meningkat seiring membaiknya kualitas layanan Metro Jabar Trans.
2. PT Jasa Sarana perkuat jaringan feeder

Capaian Semester I 2026 melanjutkan tren positif sepanjang 2025. Pada tahun lalu, Metro Jabar Trans berhasil melayani 5.005.894 penumpang BRT dan 45.720 penumpang feeder, atau sekitar 127,5 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus melampaui target yang telah ditetapkan.
Selain layanan koridor utama, PT Jasa Sarana juga terus memperkuat jaringan feeder yang mulai beroperasi sejak Oktober 2025.
Hingga Semester I 2026, layanan pengumpan tersebut telah dimanfaatkan 242.371 penumpang dan menjadi penghubung masyarakat dari kawasan permukiman menuju koridor utama Metro Jabar Trans.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, PT Jasa Sarana menambah armada hingga menjadi 144 unit bus dan feeder, memperpanjang jam operasional hingga pukul 22.00 WIB, serta mengintegrasikan layanan dengan berbagai moda transportasi, termasuk Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang.
Perusahaan juga menghadirkan aplikasi Metro Jabar Trans yang memungkinkan masyarakat memantau posisi bus secara real time, disertai layanan pelanggan yang terintegrasi melalui WhatsApp dan media sosial resmi.
Di sektor pendidikan, Metro Jabar Trans memperluas akses layanan melalui pembangunan halte baru di kawasan Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha. PT Jasa Sarana juga memberikan tarif khusus bagi pelajar dan mahasiswa, serta secara rutin melakukan sosialisasi ke sekolah maupun perguruan tinggi untuk membangun budaya menggunakan transportasi publik sejak usia dini.
3. Kolaborasi menjadi fondasi dalam membangun sistem transportasi massal

Upaya peningkatan layanan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Berdasarkan Survei Kepuasan Pelanggan Metro Jabar Trans Tahun 2026 yang melibatkan 3.284 responden, tingkat kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction/CSAT) mencapai 97,4 persen dengan nilai rata-rata layanan sebesar 9,25 dari skala 10.
Kemudahan penggunaan layanan, sistem pembayaran nontunai, dan tarif yang terjangkau menjadi aspek yang memperoleh penilaian tertinggi dari pengguna.
Meski demikian, Uus mengatakan PT Jasa Sarana masih terus melakukan evaluasi. Peningkatan kualitas halte beserta fasilitas pendukung tetap menjadi salah satu fokus perusahaan agar pengalaman masyarakat menggunakan transportasi publik semakin nyaman dan inklusif.
Menurut Uus, keberhasilan Metro Jabar Trans tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota di Bandung Raya, serta Kementerian Perhubungan.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam membangun sistem transportasi massal yang modern dan terintegrasi di wilayah metropolitan Bandung.
Ke depan, Metro Jabar Trans diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi publik Bandung Raya. Bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah, PT Jasa Sarana tengah menyiapkan pengembangan jaringan menjadi 18 koridor pada 2027.
Pengembangan tersebut akan didukung pembangunan halte modern, jalur khusus BRT (dedicated lane), depo baru, hingga pengadaan armada ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission 2060.
Uus berharap berbagai pengembangan tersebut mampu mempercepat peralihan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Menurutnya, semakin banyak warga yang menggunakan angkutan massal, semakin besar pula kontribusi terhadap pengurangan kemacetan, efisiensi mobilitas, serta peningkatan kualitas lingkungan di Bandung Raya.



















