Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada! Idufitri di Sebagian Wilayah Jabar Berpotensi Dilanda Hujan

Waspada! Idufitri di Sebagian Wilayah Jabar Berpotensi Dilanda Hujan
Ilustrasi hujan (IDN Times/ Arief Rahmat)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar Jawa Barat saat Idul Fitri 2026, dengan curah tinggi di Majalengka, Kuningan barat daya, Sumedang timur-tengah, dan Subang tenggara.
  • Tinggi gelombang laut diperkirakan 1,25–2,5 meter dengan potensi banjir rob pada 19 dan 22 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru dan perigee.
  • PVMBG memperingatkan potensi longsor di lima kabupaten Jawa Barat serta mengimbau pemudik berhati-hati di jalur rawan seperti Puncak, Cibadak-Sukabumi, Garut Selatan, dan Lembang-Maribaya-Subang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Hujan dengan kategori rendah hingga menengah berpotensi turun di Jawa Barat pada periode Idulfitri 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta agar masyarakat yang mudik pada pagi hingga siang hari karena hujan lebih sering turun pada sore dan malam hari.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayyu mengatakan, curah hujan pada wilayah Jawa Barat umumnya termasuk rendah hingga menengah pada periode Idul Fitri 2026, kecuali di sebagian besar Majalengka, Kuningan bagian barat daya, sebagian kecil Sumedang bagian timur dan tengah serta Subang bagian tenggara. Di wilayah-wilayah tersebut, curah hujan termasuk tinggi pada periode lebaran 2026.

"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi," kata Ayyu dikutip Sabtu (14/3/2026).

1. Mitigasi kebencanaan harus menjadi perhatian pemerintah daerah

Hujan deras mengguyur jalan kota
Ilustrasi hujan lebat mengguyur wilayah perkotaan (ANTARA FOTO)

Sementara itu, tinggi gelombang laut di Jawa Barat pada periode Idulfitri diprakirakan mencapai 1,25 sampai 2,5 meter atau termasuk gelombang sedang.

Menurut Rahayu, ada potensi banjir rob pada libur Idulfitri tahun ini, yakni pada 19 Maret 2026 karena fenomena bulan baru dan pada 22 Maret 2026 yang dipicu oleh fenomena perigee atau jarak terdekat bumi dan bulan.

Dia mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat hingga sangat lebat yang mengakibatkan banjir, longsor, dan pohon tumbang.

"Kepada instansi terkait diimbau memperhatikan ruas jalan yang rawan banjir dan longsor, memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang serta menurunkan reklame yang berpotensi roboh apabila terkena angin kencang," ujar Rahayu.

2. PVMBG memberikan beberapa tips agar mudik aman

ilustrasi kucing ikut mudik (freepik.com/freepik)
ilustrasi kucing ikut mudik (freepik.com/freepik)

Masyarakat yang akan mudik juga diimbau menghindari ruas jalan atau wilayah banjir dan longsor. Sedangkan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya menjelaskan, pada Idulfitri 2026, musim hujan masih terjadi sehingga berpotensi memicu gerakan tanah, terutama di lereng curam dan batuan vulkanik yang lapuk.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai terjadinya gerakan tanah. Hadi menjelaskan ada lima titik rawan longsor di Jawa Barat yakni di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Ia pun merinci beberapa jalur utama yang perlu diwaspadai karena rawan gerakan tanah, salah satunya Jalur Puncak. Jalur tersebut rawan longsor saat hujan deras.

Jalur utama lain yang perlu diwaspadai yaitu Jalan Raya Cibadak-Sukabumi dan Garut Selatan yang merupakan akses menuju pegunungan dan wisata alam. Selain itu, jalur Lembang-Maribaya-Subang yang berpotensi longsor di tepi tebing dan hutan.

3. Masyarakat diharapkan membawa kendaraan dengan pelan

Hujan
Ilustrasi hujan di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

PVMBG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat mudik Idulfitri dan memantau kondisi lereng saat melintasi perbukitan.

"Kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan saat melintas perbukitan dan lereng curam," kata Hadi.

Ia juga mengimbau pemudik untuk menghindari berhenti di bawah tebing, terutama saat hujan dan setelah hujan karena berpotensi longsor. Perhatikan tanda awal longsor yakni retakan pada lereng, guguran batu kecil, air keruh keluar dari lereng dan pohon miring.

"Pemudik agar menggunakan jalur utama yang lebih aman dan hindari perjalanan malam saat hujan lebat," ucap Hadi.

Selain itu, ikuti arahan petugas di lapangan, patuhi rambu dan pengalihan jalur jika terjadi longsor.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More