Net-Zero 2050: Target Emisi BDO Indonesia Disetujui SBTi

- BDO di Indonesia mendapat validasi SBTi atas target pengurangan emisi jangka pendek dan panjang, menegaskan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan selaras dengan sains iklim global.
- Perusahaan berkomitmen mengurangi emisi cakupan 1 dan 2 sebesar 42 persen pada 2030 serta mencapai net-zero pada 2050, termasuk pengelolaan emisi tidak langsung dari rantai bisnisnya.
- BDO di Indonesia memperkuat peran sebagai contoh dalam dekarbonisasi dengan mengembangkan inisiatif rendah karbon, menyediakan layanan konsultasi ESG, dan memastikan strategi keberlanjutan berbasis standar ilmiah yang kredibel.
Bandung, IDN Times - Komitmen dunia usaha terhadap agenda keberlanjutan terus menguat seiring meningkatnya tuntutan global untuk menekan emisi gas rumah kaca. Berbagai perusahaan kini mulai menetapkan target pengurangan emisi yang terukur dan berbasis sains sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Salah satu langkah terbaru datang dari BDO di Indonesia yang mengumumkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) jangka pendek dan jangka panjangnya telah divalidasi serta disetujui oleh Science Based Targets initiative (SBTi). Persetujuan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan menuju ekonomi net-zero.
Melalui target yang telah disahkan tersebut, BDO di Indonesia berkomitmen mengurangi emisi cakupan 1 dan cakupan 2 sebesar 42 persen pada 2030 dengan tahun dasar 2025. Perusahaan juga akan mengukur serta mengurangi emisi cakupan 3 yang berasal dari aktivitas tidak langsung dalam rantai bisnisnya.
Selain target jangka pendek, BDO di Indonesia menetapkan sasaran mencapai net-zero pada 2050 dengan mengurangi emisi cakupan 1, 2, dan 3 hingga 90 persen dibandingkan tahun dasar 2025.
1. SBTi validasi target pengurangan emisi perusahaan

Persetujuan dari SBTi menandakan bahwa target iklim yang ditetapkan BDO di Indonesia dinilai selaras dengan rekomendasi ilmiah untuk membatasi dampak perubahan iklim global. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.
CEO BDO di Indonesia, Thano Tanubrata, menyebut validasi tersebut menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam mendukung transisi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
"Persetujuan target iklim kami oleh SBTi merupakan bukti nyata dari komitmen BDO di Indonesia dalam memimpin transisi menuju praktik bisnis yang berkelanjutan. Sebagai firma profesional, kami menyadari bahwa tanggung jawab kami tidak hanya memberikan layanan terbaik bagi klien, tetapi juga memastikan operasional kami selaras dengan upaya global dalam membatasi pemanasan bumi," ujar Thano, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya sekadar target korporasi, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung masa depan yang lebih berkelanjutan.
2. BDO dorong agenda dekarbonisasi yang terukur

Selain fokus pada pengurangan emisi internal, BDO di Indonesia juga melihat pentingnya memberikan contoh bagi dunia usaha dalam menjalankan agenda dekarbonisasi secara kredibel dan berbasis data.
ESG Partner BDO di Indonesia, Johan Sebastian, menilai perusahaan perlu terlebih dahulu mengelola jejak karbonnya sendiri sebelum mendampingi pihak lain dalam menjalankan transformasi keberlanjutan.
"Pencapaian validasi SBTi ini membuktikan tekad kami untuk memimpin melalui keteladanan (lead by example). Sebagai konsultan yang membantu berbagai perusahaan bertransisi menuju praktik bisnis yang berkelanjutan, sangat penting bagi kami untuk mengukur, mengelola, dan mengurangi jejak karbon kami sendiri secara kredibel terlebih dahulu," kata Johan.
Ia berharap langkah yang dilakukan BDO di Indonesia dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha untuk mempercepat implementasi strategi pengurangan emisi secara terstruktur dan terukur.
3. Perusahaan siapkan langkah menuju ekonomi rendah karbon

Dalam perjalanannya menuju target net-zero, BDO di Indonesia menyatakan akan terus mengembangkan berbagai inisiatif pengurangan emisi yang relevan dengan aktivitas operasional perusahaan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengacu pada kerangka kerja yang ditetapkan SBTi.
ESG Expert BDO di Indonesia, Amandari, mengatakan validasi dari SBTi menjadi landasan penting untuk memastikan seluruh strategi dekarbonisasi berjalan sesuai standar yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Menyelaraskan target penurunan emisi dengan standar berbasis sains merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa langkah-langkah dekarbonisasi yang diambil didasarkan pada pendekatan yang kredibel dan terukur. Validasi dari SBTi menjadi tonggak penting yang memperkuat arah perjalanan kami menuju masa depan rendah karbon," ujarnya.
Selain menjalankan komitmen internal, BDO di Indonesia juga menyediakan layanan konsultasi ESG untuk membantu perusahaan lain menyusun peta jalan keberlanjutan, melakukan inventarisasi emisi gas rumah kaca, serta menyusun laporan keberlanjutan yang sesuai dengan standar nasional maupun global.
















