Alun-Alun Suryakencana Gede Pangrango Terbakar Gegara Kompor Pendaki

- Kebakaran melanda Alun-Alun Surya Kencana, TNGGP, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, diduga dipicu kebocoran kompor portable pendaki yang menimbulkan letupan di vegetasi kering.
- Sekitar 60 personel volunteer dan warga memadamkan api dengan kain basah serta air dari sekitar lokasi; api terkendali pukul 18.00 WIB dan padam total pukul 19.00 WIB.
- Kebakaran terjadi di Surya Kencana barat dekat mata air kaki Gunung Gemuruh. Pendaki diarahkan turun, sementara petugas mengingatkan kewaspadaan memasak dan menjaga alam selama musim kemarau.
Cianjur, IDN Times - Kawasan Alun-alun Surya Kencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sempat dilanda kebakaran pada Kamis (6/8/2026). Insiden tersebut diduga kuat akibat kelalaian pendaki yang mengalami kebocoran gas kompor portable saat berada di area kamping.
Volunteer Gede Pangrango Operation, M. Dudan Darmawan, mengonfirmasi bahwa pemicu awal api berasal dari kompor milik pendaki yang bocor hingga akhirnya terlempar dan memicu letupan di kawasan vegetasi.
1. Kronologi kejadian: Berawal dari kebocoran gas kompor portable

Dudan menjelaskan, dugaan awal munculnya api disebabkan oleh kelalaian pendaki saat beraktivitas memasak di atas.
"Indikasi penyebabnya akibat kelalaian pendaki yang mengalami kebocoran gas Hi-Cook atau kompor, yang pada akhirnya terlempar dan masuk ke kawasan. Terjadilah pemicu kebakarannya dari letupan-letupan kompor tersebut," ujar Dudan, Jumat (7/8/2026).
Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Api dengan cepat merambat karena kondisi cuaca musim kemarau yang membuat vegetasi di sekitar lokasi relatif kering.
2. Padam total malam usai diterjunkan 60 personel gabungan

Proses pemadaman awal sempat dilakukan secara swadaya oleh guide (pemandu) dan para penjaga warung yang berada di area Surya Kencana. Tak lama setelahnya, tim gabungan yang terdiri dari sekitar 60 personel volunteer dan masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi.
Kondisi api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WIB (Magrib), namun area lokasi kejadian baru secara resmi dinyatakan padam total pada pukul 19.00 WIB setelah penanganan intensif.
"Untuk proses pemadamannya menggunakan alat sederhana dari masyarakat, baik itu kain basah maupun memanfaatkan air yang ada di Surya Kencana barat," jelas Dudan.
3. Lokasi kebakaran berada di dekat mata air kaki Gunung Gemuruh

Titik pasti kebakaran berada di area Surya Kencana bagian barat, tepatnya di bawah kaki Gunung Gemuruh dekat dengan sumber mata air. Secara administratif, area tersebut masuk ke dalam wilayah pengawasan Resort Gunung Putri.
Dalam proses pemadaman, petugas membeberkan beberapa kendala utama di lapangan, salah satunya adalah keterbatasan akses air serta musim kemarau yang membuat vegetasi rawan terbakar.
"Kesulitannya karena sedang musim kemarau, jadi area kebakaran mudah merambat. Selain itu, akses air hanya ada di mata air, jadi petugas harus bolak-balik mengambil air," tambahnya.
4. Pendaki diimbau lebih berhati-hati dan jaga kelestarian alam

Saat peristiwa terjadi, sebagian pendaki yang berada di lokasi diketahui sedang dalam perjalanan turun, sementara pendaki lainnya yang tersisa langsung diarahkan oleh petugas untuk segera mengosongkan area dan turun gunung demi keselamatan.
Menyikapi kejadian ini, pihak volunteer mengingatkan para pendaki untuk selalu ekstra waspada, terutama saat melakukan pendakian di tengah musim kemarau dengan cuaca ekstrem.
"Pesan kami sederhana, terkait musim kemarau ini pendaki harus lebih berhati-hati saat beraktivitas di alam karena rentan hipotermia akibat suhu dingin. Kedua, tekankan kembali kepedulian terhadap alam. Jangan sampai ada kecerobohan yang menimbulkan kerusakan alam apalagi membahayakan nyawa," tutup Dudan.
















