Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok

Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok
Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Pameran Warna Dasar Tiongkok di Art:1 New Museum menampilkan 52 lukisan petani dari China yang menggambarkan kehidupan pedesaan, tradisi rakyat, dan hubungan manusia dengan alam.
  • Karya berasal dari empat kampung lukisan rakyat utama di China dan mencerminkan sejarah perkembangan seni petani sejak 1980-an sebagai cerminan budaya agraris masyarakat desa.
  • Selain menikmati karya seni, pengunjung dapat mencoba teknik cetak gosok dan gunting kertas tradisional China untuk memahami proses kreatif serta mempererat pertukaran budaya Indonesia–China.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pameran seni bertajuk Warna Dasar Tiongkok menghadirkan puluhan karya lukisan petani dari China yang kini dapat dinikmati publik Indonesia. Sebanyak 52 karya dipamerkan selama dua pekan di Art:1 New Museum, menghadirkan gambaran tentang kehidupan pedesaan, tradisi, hingga hubungan masyarakat dengan alam.

Karya-karya yang ditampilkan berasal dari berbagai periode, mulai dari lukisan yang dibuat lebih dari 40 tahun lalu hingga karya-karya terbaru. Seluruh koleksi didatangkan langsung dari Museum Tiga Ngarai di Chongqing, China.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak melihat bagaimana masyarakat agraris di China mengekspresikan kehidupan sehari-hari mereka melalui warna-warna cerah dan gaya visual yang khas. Tema yang diangkat mencakup aktivitas bertani, perayaan rakyat, hingga interaksi sosial di lingkungan pedesaan.

Pameran tersebut juga menjadi ruang pertukaran budaya antara Indonesia dan China, mengingat kedua negara memiliki sejarah panjang sebagai masyarakat yang tumbuh dengan tradisi agraris yang kuat.

1. Lukisan petani menampilkan kedekatan manusia dan alam

Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok (Dok. IDN Times)
Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok (Dok. IDN Times)

Puluhan karya yang dipamerkan menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat desa di China. Mulai dari aktivitas pertanian, tradisi lokal, hingga suasana perayaan yang menjadi bagian dari keseharian warga.

Direktur Art:1 New Museum, Monica Gunawan, menilai tema-tema yang dihadirkan dalam pameran ini memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia. "Meski berasal dari wilayah yang berbeda-beda, tema yang dihadirkan terasa dekat dengan kita, terutama karena Indonesia dan China sama-sama memiliki akar budaya agraris yang kuat, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta memiliki hubungan yang erat dengan alam dan tradisi," ujarnya saat membuka pameran, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, karya-karya tersebut menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi media untuk merekam nilai budaya, kehidupan sosial, dan hubungan manusia dengan lingkungan tempat mereka hidup.

2. Kampung lukisan rakyat menjadi bagian penting perkembangan seni

Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok (Dok. IDN Times)
Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok (Dok. IDN Times)

Pameran ini juga memperkenalkan sejarah perkembangan lukisan petani di China yang mulai mendapatkan perhatian luas sejak akhir dekade 1980-an. Tahun 1988 menjadi momentum penting ketika pemerintah China menetapkan puluhan wilayah sebagai kampung lukisan rakyat modern.

Karya yang dipamerkan berasal dari empat kampung lukisan rakyat utama, yakni Dongfeng di Jilin, Huxian di Shaanxi, Jinshan di Shanghai, serta Qijiang di Chongqing. Masing-masing daerah memiliki karakter visual dan cerita yang berbeda.

Perwakilan Museum Tiga Ngarai Chongqing, Li Xiaosong, mengatakan kehadiran pameran ini bukan sekadar menampilkan karya seni, tetapi juga membawa cerita masyarakat desa kepada publik Indonesia. "Hari ini, lukisan petani China melintasi gunung dan laut menuju Jakarta. Ini bukan hanya sebuah pameran, melainkan juga sebuah undangan dari desa-desa di China yang secara tulus mengundang teman-teman Indonesia untuk memasuki ladang, halaman, perayaan, dan impian kami," katanya.

3. Pengunjung diajak mengenal seni tradisional China lebih dekat

Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok (Dok. IDN Times)
Pameran Seni Ini Sajikan Potret Desa dan Tradisi Masyarakat Tiongkok (Dok. IDN Times)

Selain menikmati puluhan lukisan, pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah aktivitas yang memperkenalkan seni tradisional China. Area khusus disediakan untuk mencoba teknik seni cetak gosok (rubbing) dan seni gunting kertas yang telah lama berkembang di negeri tersebut.

Kegiatan interaktif ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk memahami proses kreatif di balik berbagai karya seni rakyat yang masih dilestarikan hingga sekarang.

Salah seorang pengunjung bernama Gunawan mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dihasilkan para petani di pedesaan China. "Karya-karya tersebut juga telah memberi saya gambaran mengenai keindahan alam China dan hubungan yang harmonis antara petani dan alam," ujarnya.

Pameran Warna Dasar Tiongkok dibuka untuk umum tanpa biaya masuk. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai seni rakyat China sekaligus memperkuat pertukaran budaya melalui karya-karya yang lahir dari kehidupan agraris.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More