Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Panen Raya Kopi Cianjur Satukan Budaya, Konservasi, dan Kesejahteraan Petani

Panen Raya Kopi Cianjur Satukan Budaya, Konservasi, dan Kesejahteraan Petani
Panen kopi cianjur. (Dok.Istimewa)
Intinya Sih
  • Panen Raya Kopi Cianjur 2026 di Desa Pakuon memadukan pertanian, budaya, dan konservasi, menghadirkan kolaborasi antara petani, pemerintah, dunia usaha, serta pegiat lingkungan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
  • Sebanyak 3.000 bibit pohon produktif disalurkan kepada petani hutan oleh PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk guna meningkatkan tutupan vegetasi dan ekonomi warga sekitar kawasan perhutanan sosial.
  • Pertunjukan budaya seperti pencak silat dan gamelan menambah kemeriahan panen raya, menegaskan keterkaitan erat antara kopi, alam, dan identitas budaya masyarakat lereng Gunung Halang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Cianjur, IDN Times – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, mengapresiasi penyelenggaraan Panen Raya Kopi Cianjur 2026 yang memadukan aspek pertanian, pelestarian lingkungan, dan kebudayaan dalam satu rangkaian kegiatan masyarakat.

Acara yang digelar di Kampung Babakan Sumedang, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Sabtu (6/6/2026), menjadi ruang kolaborasi antara petani kopi, kelompok tani hutan, pemerintah, dunia usaha, pegiat lingkungan, hingga pelaku budaya. Kegiatan tersebut diselenggarakan Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia dengan dukungan Kopi Sarongge, Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia, dan sejumlah mitra lainnya.

Metty menilai kegiatan tersebut dapat menjadi contoh pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

"Panen raya seperti ini menjadi contoh baik bagaimana masyarakat dapat membangun ekonomi sekaligus menjaga alam. Saya mengapresiasi Kopi Sarongge, Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia, Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, dan seluruh pihak yang terlibat karena mampu menghadirkan kegiatan yang menyatukan budaya, konservasi, dan kesejahteraan petani," kata Metty.

1. Digelar sehari setelah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

IMG-20260607-WA0002.jpg
Panen kopi cianjur. (Dok.Istimewa)

Panen Raya Kopi Cianjur 2026 berlangsung sehari setelah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran pentingnya menjaga kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

Rangkaian acara diawali dengan panen kopi bersama para petani, kemudian dilanjutkan arak-arakan hasil panen, ritual panen raya, pertunjukan seni budaya, penyerahan bibit pohon, penanaman pohon bersama, hingga makan bersama melalui tradisi murak timbel.

Petani yang terlibat berasal dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Rindu Alam dan KTH Adibaraya di Desa Pakuon. Mereka menjadi bagian utama dalam kegiatan yang menonjolkan hubungan erat antara masyarakat tani hutan dan upaya pelestarian kawasan perhutanan sosial.

2. Ribuan bibit pohon disalurkan untuk petani hutan

IMG-20260607-WA0006.jpg
Panen kopi cianjur. (Dok.Istimewa)

Kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi penanaman pohon produktif dan konservasi oleh para tamu undangan bersama petani.

Salah satu dukungan terbesar datang dari PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk yang menyerahkan bantuan sebanyak 3.000 bibit pohon kepada masyarakat tani hutan.

Bibit yang disalurkan terdiri dari kopi, alpukat, pala, durian, petai, dan berbagai tanaman produktif lainnya. Penyaluran bibit tersebut diharapkan dapat meningkatkan tutupan vegetasi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar kawasan hutan.

Ketua Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, Wina Resky Agustina, mengatakan panen raya menjadi bentuk penghormatan terhadap para petani yang selama ini menjaga keseimbangan antara produksi kopi dan kelestarian alam.

"Petani hutan adalah penjaga kehidupan. Melalui panen raya ini kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas budaya untuk bersama-sama menjaga masa depan kopi Cianjur dan keberlanjutan lingkungan hidup," ujarnya.

3. Pertunjukan budaya perkuat identitas kopi Cianjur

IMG-20260607-WA0004.jpg
Panen kopi cianjur. (Dok.Istimewa)

Panen Raya Kopi Cianjur 2026 semakin semarak dengan pertunjukan budaya dari Padepokan Benteng Wulung yang menampilkan atraksi pencak silat dan kesenian tradisional lainnya.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upacara pesta panen kopi sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus penghormatan terhadap alam dan kerja keras para petani.

Nuansa sakral terasa sepanjang acara. Denting gamelan berpadu dengan gerakan pencak silat di tengah suasana pegunungan Desa Pakuon, mempertegas pesan bahwa kopi, budaya, dan lingkungan merupakan tiga unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat di lereng Gunung Halang.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai sektor, di antaranya Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia Tosca Santoso, Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk Adi Pramana, Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI Apri Dwi Sumarah, serta Kepala Seksi Wilayah I Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Jawa Barat Ruhiyat. Kehadiran mereka memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan kopi berkelanjutan di Cianjur.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More