Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Dalami Dugaan Geng Motor di Balik Tewasnya Satpam Jatiluhur

Kab. Purwakarta
Polisi Dalami Dugaan Geng Motor di Balik Tewasnya Satpam Jatiluhur
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Intinya Sih

Penyelidikan kasus tewasnya satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40), yang ditemukan dalam kondisi tangan terborgol terus bergulir. Selain memeriksa 15 saksi dan mengamankan rekaman CCTV, polisi kini mendalami informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan geng motor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Penyelidikan kasus tewasnya satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna (40), yang ditemukan dalam kondisi tangan terborgol terus bergulir. Selain memeriksa 15 saksi dan mengamankan rekaman CCTV, polisi kini mendalami informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan geng motor.

Hingga kini, Polda Jawa Barat menegaskan seluruh informasi yang berkembang masih dalam tahap penyelidikan. Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi sembari menunggu hasil autopsi dan pendalaman terhadap seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan.

1. Polisi periksa 15 saksi dan amankan rekaman CCTV

Ilustrasi geng motor (dok IDN Times)
Ilustrasi geng motor (dok IDN Times)

Penyidik Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa 15 saksi untuk mengungkap penyebab kematian Sumarna. Para saksi berasal dari lingkungan terdekat korban, mulai dari keluarga, rekan kerja, hingga orang-orang yang berada di sekitar lokasi.

Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk menyusun rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

"Terutama dari rekan-rekan terdekat korban, keluarga korban, kemudian rekan kerja korban, dan orang seputaran terdekat korban," kata Made kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Selain memeriksa saksi, polisi juga telah menyita sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan rekaman tersebut tengah dianalisis sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Kita juga sudah mendapatkan beberapa rekaman CCTV yang sudah kita lakukan pemeriksaan. Dan rekan-rekan sekalian, kami butuh waktu untuk bisa mengungkap kasus kejadian ini," ujar Hendra.

2. Polisi dalami informasi dugaan keterlibatan geng motor

[Ilustrasi] Geng motor yang ditangkap polisi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
[Ilustrasi] Geng motor yang ditangkap polisi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Di tengah penyelidikan, polisi juga menelusuri informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan kelompok geng motor dalam kasus tersebut. Pendalaman dilakukan karena unggahan tersebut telah ramai diperbincangkan publik.

Hendra mengatakan dalam unggahan yang beredar tampak sekelompok pengendara motor dengan wajah yang terlihat cukup jelas. Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu.

"Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok ya, kelompok dari pengemudi sepeda motor ya, kelompok-kelompok ini ya geng-geng motor lah bahasanya. Dan sudah cukup viral, ya," katanya.

Menurut Hendra, penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak," ucapnya.

Ia menambahkan seluruh informasi yang mengaitkan kasus tersebut dengan geng motor masih terus didalami penyidik.

"Apabila ada informasi yang terkait dengan karena menegur dari kelompok geng motor ini, masih kita dalami, ya. Masih kita selidiki," ungkap Hendra.

3. Polisi tunggu hasil autopsi untuk ungkap penyebab kematian

Kaki jenazah terbaring di atas meja dengan kain putih menutupi tubuh dan label identitas tergantung di salah satu kaki.
Ilustrasi jenazah. (pexels.com/Mario Wallner)

Selain mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti elektronik, polisi masih menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian, termasuk ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan.

Hendra mengatakan hasil autopsi nantinya akan disampaikan oleh jajaran Polres Purwakarta setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.

"Hasil autopsinya nanti akan dijanjikan oleh Pak Kapolres (disampaikan) hari ini, ya," katanya.

Sebelumnya, Sumarna ditemukan oleh seorang satpam lain di kawasan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tenggelam dengan kedua tangan terikat borgol. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian yang kini masih mengusut penyebab pasti kematian korban.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More