Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kualitas Udara Bandung Termasuk Terburuk, Farhan Singgung Soal RTHB

Kota Bandung
Kualitas Udara Bandung Termasuk Terburuk, Farhan Singgung Soal RTHB
Bandung Macet. (Dok.Istimewa)
Intinya Sih

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kualitas udara Kota Bandung saat ini termasuk yang terburuk di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjelaskan alasan Pemerintah Kota Bandung lebih memprioritaskan pemenuhan indeks Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) dibandingkan melakukan pengadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada tahun ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kualitas udara Kota Bandung saat ini termasuk yang terburuk di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjelaskan alasan Pemerintah Kota Bandung lebih memprioritaskan pemenuhan indeks Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) dibandingkan melakukan pengadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada tahun ini.

Menurut Farhan, upaya memperbaiki kualitas lingkungan tidak cukup hanya dengan menambah luas ruang hijau. Pemerintah juga harus memastikan kualitas lingkungan secara menyeluruh melalui indikator yang menjadi dasar penilaian RTHB, mulai dari vegetasi, sumber air, hingga kualitas udara.

1. Pemkot Bandung dahulukan pemenuhan indeks RTHB

WhatsApp Image 2026-07-25 at 14.24.07.jpeg
Wali Kota Bandung M Farhan (IDN Times/Humas Pemkot Bandung)

Farhan menjelaskan Pemkot Bandung belum mengalokasikan pengadaan lahan RTH pada perubahan anggaran tahun ini. Pemerintah memilih lebih dulu mengejar pemenuhan indeks RTHB karena masih ada proses penyelarasan dengan Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Ia menerangkan, RTH dan RTHB memiliki pendekatan yang berbeda. Jika RTH selama ini lebih berorientasi pada penyediaan kawasan hijau seperti taman kota, hutan kota, atau jalur hijau berdasarkan luas lahannya, RTHB menggunakan sistem penilaian berbasis indeks yang mengukur kualitas lingkungan secara lebih menyeluruh.

"Kita sedang mengejar indeks RTHB dulu. Setelah itu baru kita akan lakukan berbagai macam mekanisme untuk pengadaan RTH." kata Farhan.

Farhan menambahkan penyamaan persepsi mengenai indikator RTHB masih terus dibahas bersama pemerintah pusat agar seluruh daerah memiliki standar penilaian yang sama.

2. RTHB ukur kualitas lingkungan, bukan hanya luas ruang hijau

Forest Walk Babakan Siliwangi, Bandung (instagram.com/magnoficent)
Forest Walk Babakan Siliwangi, Bandung (instagram.com/magnoficent)

Menurut Farhan, konsep RTHB tidak hanya menghitung berapa luas ruang terbuka hijau yang dimiliki sebuah daerah. Penilaian juga dilakukan terhadap kualitas vegetasi, keberadaan sumber air, hingga kondisi kebersihan udara yang menjadi bagian dari kualitas lingkungan perkotaan.

Karena menggunakan pendekatan berbasis indeks, pemerintah daerah harus memastikan seluruh indikator tersebut terpenuhi sebelum melanjutkan program pengadaan ruang terbuka hijau. Hal inilah yang membuat Pemkot Bandung saat ini lebih memprioritaskan penyelesaian standar RTHB.

"RTHB berupa indeks. Termasuk menghitung tidak hanya luasan, tetapi juga vegetasi, sumber air, kebersihan udara." ujar dia.

3. Farhan sebut emisi diesel pengaruhi kualitas udara Bandung

Asap knalpot (Drivespark.com)
Asap knalpot (Drivespark.com)

Saat menjelaskan salah satu indikator RTHB, Farhan mengungkapkan kondisi kualitas udara di Kota Bandung masih menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, kualitas udara menjadi bagian penting dalam penilaian lingkungan karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

"Sekarang ini saya harus akui bahwa kebersihan udara di Kota Bandung termasuk yang terburuk di Indonesia," kata dia.

Farhan menilai salah satu penyebab kondisi tersebut berasal dari tingginya partikel yang dihasilkan kendaraan bermesin diesel.

"Dan itu disebabkan oleh partikel diesel," ungkap dia.

Ia berharap pembahasan mengenai indikator RTHB bersama pemerintah pusat segera rampung sehingga program penataan ruang terbuka hijau dapat berjalan dengan dasar yang lebih komprehensif. Dengan begitu, pembangunan ruang hijau di Kota Bandung tidak hanya berfokus pada penambahan luas lahan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan melalui perbaikan vegetasi, sumber daya air, dan kualitas udara secara berkelanjutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More