Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature, Ekowisata Jadi Sorotan LH

Kota Bandung
3 min read
Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature, Ekowisata Jadi Sorotan LH
Dok.Istimewa
  • Menteri LH Moh Jumhur Hidayat mendorong ekowisata yang menyatukan aktivitas ekonomi, konservasi, dan pemulihan lingkungan, dengan Dusun Bambu dinilai sebagai contoh lahan gersang yang berubah rimbun.

  • Pemerintah membuka kolaborasi dengan sektor swasta untuk mengembangkan kawasan berbasis alam, selama mematuhi aturan, berkelanjutan, serta berdampak pada pemulihan ekosistem dan kualitas lingkungan.

  • EIGER Nature menyatakan telah merestorasi lahan di Megamendung sejak 2021 melalui penanaman lebih dari 120 ribu pohon-perdu serta lebih dari 8 juta tanaman penutup tanah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menyoroti pentingnya pengembangan ekowisata yang tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan lingkungan.

Pandangan tersebut disampaikan Jumhur saat mengunjungi Dusun Bambu di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/9/2026). Dalam kunjungan itu, ia menilai kawasan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan lahan dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi dan pemulihan alam.

Pemerintah, kata Jumhur, saat ini serius mendorong pengembangan ecotourism atau ekowisata sebagai model pembangunan yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Dusun Bambu dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan kawasan dapat berjalan seiring dengan pemulihan lingkungan. Kawasan yang dahulu gersang dan berpotensi mengalami erosi tersebut kini menjadi kawasan yang rimbun setelah dilakukan penanaman pohon. Ini adalah contoh usaha, membangun kegiatan ekonomi sirkular, sambil memuliakan lingkungan," ujar Jumhur dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times..

  1. 1. Menteri dorong kolaborasi pemerintah dan dunia usaha

    WhatsApp Image 2026-10-01 at 18.18.21.jpeg
    Dok.Istimewa

    Dalam kesempatan tersebut, Jumhur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati.

    Menurutnya, pengembangan kawasan berbasis alam dapat dilakukan selama tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dan mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi berbagai inisiatif yang mampu menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan upaya konservasi.

    Bagi Jumhur, keberhasilan sebuah kawasan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau aktivitas ekonominya, tetapi juga dari dampaknya terhadap pemulihan ekosistem dan kualitas lingkungan di sekitarnya.

    Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal dukungan pemerintah terhadap model pengembangan kawasan yang menjadikan konservasi sebagai bagian dari aktivitas usaha.

  2. 2. EIGER Nature disebut melanjutkan semangat yang sama

    WhatsApp Image 2026-09-18 at 22.03.27.jpeg
    Dok.Istimewa

    Pandangan Menteri LH tersebut dinilai relevan dengan pengembangan EIGER Nature di Megamendung, Bogor. Kawasan tersebut bersama Dusun Bambu disebut lahir dari gagasan yang sama, yakni menghadirkan ruang yang mendekatkan manusia dengan alam sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

    Chairman EIGER Nature, Ronny Lukito, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan model ekowisata yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

    "Sebagai brand yang lahir di Jawa Barat, kami ingin memberikan sumbangsih melalui ekowisata, yaitu inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan upaya restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Setelah Dusun Bambu, inisiatif berikutnya adalah EIGER Nature di Megamendung, Bogor," ujar Ronny.

    Menurut Ronny, pendekatan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat hubungan generasi muda dengan alam melalui pengalaman langsung di kawasan konservasi dan ruang terbuka.

    "Saya berharap generasi muda dapat semakin dekat dan bersentuhan dengan alam, serta belajar dari alam. Karena ketika kita semakin mengenal alam, kita akan semakin memahami pentingnya menjaga dan merawatnya," lanjutnya.

  3. 3. Klaim telah tanam lebih dari 120 ribu pohon sejak 2021

    ilustrasi penanaman pohon (unsplash.com/Jonathan Kemper)
    ilustrasi penanaman pohon (unsplash.com/Jonathan Kemper)

    EIGER Nature menyebut telah menjalankan berbagai program restorasi lingkungan di kawasan Megamendung sejak 2021. Upaya tersebut dilakukan di lahan kritis kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 serta mendukung konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

    Menurut data yang disampaikan perusahaan, kegiatan restorasi tersebut mencakup penanaman lebih dari 120 ribu pohon dan perdu. Selain itu, lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah juga telah ditanam untuk mendukung pemulihan kawasan.

    Ronny mengatakan perjalanan dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature membawa semangat yang sama, yakni menghadirkan inisiatif berbasis alam yang tidak hanya menawarkan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.

    Bagi EIGER Nature, alam bukan sekadar ruang wisata. Alam juga dipandang sebagai ruang belajar, ruang pemulihan, dan ruang yang dapat menggerakkan kehidupan selama dikelola dengan prinsip menjaga, merawat, dan memulihkannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More