Polisi Tetapkan Tujuh Terduga Pelaku Perundungan SMAN 3 Tasikmalaya

Polres Tasikmalaya Kota menetapkan tujuh siswa sebagai terduga pelaku perundungan terhadap siswa kelas 10 SMAN 3 Tasikmalaya, setelah menerima laporan dan memeriksa saksi.
Penyelidikan awal menyebut insiden dipicu kebiasaan senioritas setelah korban melanggar aturan sekolah; para senior diduga menampar korban saat bermaksud mengingatkan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sekolah bertindak sesuai pakta integritas dan menugaskan Disdik Jabar menginvestigasi serta mengumumkan hasilnya secara objektif.
Bandung, IDN Times - Polres Tasikmalaya Kota menetapkan tujuh orang sebagai terduga pelaku kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa kelas 10 di SMAN 3 Tasikmalaya. Polisi pun telah menerima laporan resmi terkait peristiwa perundungan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, pihaknya telah memeriksa para saksi termasuk dengan pihak sekolah dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan setempat.
"Kami sudah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas terkait, dalam hal ini UPTD. Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman menyeluruh terkait peristiwa tersebut," ungkap AKP Januar Rangga Fardhela, pada Kamis (1/10/2026).
1. Motifnya budaya senioritas

ilustrasi perundungan (IDN Times/Novaya) Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kepolisian telah mengidentifikasi sebanyak tujuh orang yang berstatus sebagai terduga pelaku dalam peristiwa tersebut. Peristiwa ini berawal dari praktik atau kebiasaan senioritas yang masih berlangsung di lingkungan sekolah.
"Motifnya diduga berasal dari salah satu tradisi atau kebiasaan senioritas di sekolah tersebut. Korban adalah anak kelas 10 yang saat itu melakukan pelanggaran dan sudah ditindak pihak sekolah," katanya.
2. Senior melakukan tindakan perundungan dengan penamparan

Ilustrasi perundungan. IDN Times/Sukma Shakti Adapun kronologinya bermula ketika korban, seorang siswa kelas 10, melakukan pelanggaran aturan sekolah dan telah ditindak oleh pihak sekolah. Para siswa senior awalnya berniat mengingatkan korban agar tidak mengulangi kesalahan tersebut.
"Para seniornya awalnya bertujuan baik ingin mengingatkan, namun karena tindakannya tidak terukur akhirnya mengakibatkan dugaan aksi perundungan, dengan informasi awal berupa tindakan penamparan," kata dia.
3. Dedi Mulyadi sudah menyoroti perkara ini

Ilustrasi perundungan. IDN Times/Aditya Pratama Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM merespons kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa kelas 10 dan kelas 12 SMAN 3 Tasikmalaya. Insiden itu terjadi berlangsung di luar lingkungan sekolah pada Kamis, 24 September 2026.
KDM mengatakan, seluruh orangtua siswa sekolah menengah atas maupun kejuruan negeri di Jawa Barat telah menandatangani pakta integritas saat awal masuk sekolah.
"Kepala sekolah kami persilakan untuk melakukan tindakan sesuai dengan pakta integritas yang ditandatangani, jangan pernah ragu. Apabila ada hambatan, maka tinggal sampaikan kepada Gubernur," kata Dedi Mulyadi, Selasa (29/9/2026).
KDM juga telah menugaskan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat untuk melakukan investigasi mendalam di lapangan untuk memastikan kebenaran peristiwa itu.
Ia menginstruksikan agar hasil penelusuran tim investigasi diumumkan secara transparan dan berimbang kepada pihak keluarga korban maupun pihak terduga pelaku.
"Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah melakukan investigatif dan saya memintanya untuk mengumumkan secara objektif kepada kedua belah pihak," kata dia.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



![[OPINI] Pintar Saja Tidak Cukup: Salah Chat Bisa Menghambat Karier](https://image.idntimes.com/post/20261001/screenshot_2026-10-01-10-21-26-731_com_a189fb09-f77d-4eb3-93b4-c2bbf7a6e0c9.jpg)
![[WANSUS] Walkot Farhan: Upaya Mendongkrak Perekonomian dan Perbaikan SDM](https://image.idntimes.com/post/20260930/whatsapp-image-2026-09-30-at-11_a7be0134-9ab5-4665-a3bc-a96c3fd1f558.jpeg)






![[WANSUS] Wali Kota Bandung, Farhan: Saya dan Erwin Ini "Kawin Paksa"](https://image.idntimes.com/post/20260930/1623741138_477ac10e-1910-46dc-8b2c-56c73a762fc7.jpg)



![[WANSUS] Walkot Farhan: Apakah Sampah Masih Jadi Krisis di Kota Bandung?](https://image.idntimes.com/post/20260930/whatsapp-image-2026-09-30-at-11_4d429f7a-cdb4-4706-a75f-56214f474a67.jpeg)

![[WANSUS] 19 Bulan Farhan Memimpin Bandung: Kota Ini Bergerak, Tapi Belum Selesai](https://image.idntimes.com/post/20260930/1790593077728_bc60df4a-b7e8-46e3-b9b2-8020f84c4b29.jpg)

