Alasan KDM Hentikan Sementara Proyek Data AI BDX di Jatiluhur

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunan pusat data AI BDX di Jatiluhur karena dokumen AMDAL dan persetujuan bangunan gedung masih belum terbit.
Proyek di lahan 8.000 meter persegi yang dimulai 22 September 2026 itu direncanakan berkapasitas listrik hingga 640 MW, dengan perizinan menjadi kewenangan Pemkab Purwakarta.
Pemprov Jabar meminta kajian dibuka ke publik, terutama soal kebisingan dan kebutuhan air; perusahaan serta pengelola air menyatakan proyek tidak akan mengganggu suplai warga dan pertanian.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menghentikan sementara pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Hal ini dikarenakan BDX Data Centers sebagai pihak yang membangun proyek belum mengantongi analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG).
KDM mengungkapkan, proyek pembangunan pusat data AI jangan dulu dimulai sebelum ada dokumen AMDAL dan PBG. Ketiadaan dua dokumen tersebut berpotensi menimbulkan masalah dalam pembangunan proyek.
"PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya," kata KDM, Rabu (30/9/2026).
1. Pemprov Jabar tidak melarang proyek data center

Dok. Istimewa KDM juga meminta konsultan membuka kajian analisis proyek tersebut kepada masyarakat, terutama terkait potensi kebisingan dan penggunaan air Waduk Jatiluhur. Ia pun meminta konsultasi memastikan keberadaan pusat data AI tidak menggangu pemanfaatan air Waduk Jatiluhur bagi petani.
Pusat data AI yang berada di lahan seluas 8.000 meter itu mulai dibangun sejak 22 September 2026. Proyek tersebut akan memiliki kapasitas daya listrik hingga 640 Megawatt (MW).
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan Pemprov Jabar pada prinsipnya mendukung investasi dan pembangunan pusat data tersebut. Namun, dukungan itu tetap harus dibarengi pemenuhan seluruh ketentuan yang berlaku, terlebih proyek tersebut memiliki skala besar.
"Tentunya Pemprov Jabar mendukung pembangunan yang ada. Namun ada beberapa hal yang kita juga concern terhadap kaidah-kaidah dan pemenuhan ketentuan yang berlaku karena ini kan skalanya cukup besar ya," kata Adi saat dihubungi, Selasa (29/9/2026).
2. Pemprov Jabar sebagai pengawas

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Adi menjelaskan, kewenangan perizinan pembangunan tersebut berada di Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Sementara Pemprov Jabar berperan dalam pengawasan dan koordinasi.
Adapun dokumen perizinan pembangunan, termasuk PBG dan proses AMDAL, menjadi bagian yang harus dipenuhi sebelum pembangunan berjalan.
"Bahwa memang Amdal dan PBG itu dikeluarkan izinnya oleh Kabupaten Purwakarta. Dan Pak Gubernur kemarin sangat teliti ya, jadi pada saat dikonfirmasi beberapa proses ya, salah satunya adalah Amdal, ternyata memang masih dalam proses," ungkapnya.
"Jadi kemarin setelah ditinjau ya, karena memang masih dalam proses di Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta, maka pengerjaan proyeknya kemarin dihentikan dulu. Dihentikan dulu sementara ya sambil diproses," katanya.
Pemprov Jabar meminta perusahaan yang membangun pusat data untuk patuh terhadap aturan perizinan. Sedangkan pemerintah daerah setempat untuk tidak mempersulit pengurusan izin AMDAL maupun PBG.
"Pihak konsultan itu betul-betul mengkaji dan yang kedua juga dari pihak Pemda-nya juga jangan memperlambat karena kita juga menghargai dan menghormati upaya atau kepercayaan sektor swasta untuk berinvestasi di Jawa Barat khususnya Purwakarta," ujarnya.
3. Belum memiliki AMDAL dan PBG

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil Penghentian sementara tersebut juga terjadi di tengah sorotan masyarakat terhadap kebutuhan air pusat data AI tersebut. Kekhawatiran muncul karena pusat data berskala besar membutuhkan sumber daya air untuk mendukung operasional dan sistem pendingin.
Adi menegaskan Pemprov Jabar tidak hanya melihat proyek dari sisi investasi, tetapi juga memastikan pembangunan tidak mengganggu pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat sekitar.
"Pak Gubernur mengecek langsung dan memastikan bahwa pembangunan data center itu tidak mengganggu kaidah-kaidah ya yang sudah diatur, termasuk layanan-layanan publik lainnya, salah satunya adalah ketersediaan air," kata dia.
Dari hasil pengecekan lapangan, Adi menyebutkan, keberadaan pusat data AI diklaim tidak akan mengganggu suplai air untuk kebutuhan masyarakat maupun area pertanian yang selama ini mengandalkan air dari Waduk Jatiluhur.
"Kemarin sudah diulas di dalam rapat, pada prinsipnya dari pihak BDX dan juga dari pihak Jasa Tirta termasuk PDAM Kabupaten Purwakarta memastikan bahwa pada saat terbangunnya data center ini tidak akan mengganggu suplai air atau pemenuhan kebutuhan air untuk warga, termasuk pemanfaatan lainnya untuk pertanian," tutur Adi.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan, bahwa kebutuhan air pada pengembangan berikutnya dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari ketika beroperasi.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



![[OPINI] Pintar Saja Tidak Cukup: Salah Chat Bisa Menghambat Karier](https://image.idntimes.com/post/20261001/screenshot_2026-10-01-10-21-26-731_com_a189fb09-f77d-4eb3-93b4-c2bbf7a6e0c9.jpg)
![[WANSUS] Walkot Farhan: Upaya Mendongkrak Perekonomian dan Perbaikan SDM](https://image.idntimes.com/post/20260930/whatsapp-image-2026-09-30-at-11_a7be0134-9ab5-4665-a3bc-a96c3fd1f558.jpeg)





![[WANSUS] Wali Kota Bandung, Farhan: Saya dan Erwin Ini "Kawin Paksa"](https://image.idntimes.com/post/20260930/1623741138_477ac10e-1910-46dc-8b2c-56c73a762fc7.jpg)



![[WANSUS] Walkot Farhan: Apakah Sampah Masih Jadi Krisis di Kota Bandung?](https://image.idntimes.com/post/20260930/whatsapp-image-2026-09-30-at-11_4d429f7a-cdb4-4706-a75f-56214f474a67.jpeg)

![[WANSUS] 19 Bulan Farhan Memimpin Bandung: Kota Ini Bergerak, Tapi Belum Selesai](https://image.idntimes.com/post/20260930/1790593077728_bc60df4a-b7e8-46e3-b9b2-8020f84c4b29.jpg)

