Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

51 Ribu Petir dan 199 Gempa Terjadi di Jabar Selama September 2026

Kota Bandung
2 min read
51 Ribu Petir dan 199 Gempa Terjadi di Jabar Selama September 2026
Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Anjani Asra)
  • BMKG Bandung mencatat 51.498 sambaran petir dan 199 gempa bumi di Jawa Barat selama September 2026.

  • Aktivitas petir tertinggi terjadi pada pekan keempat dengan 35.006 kejadian; Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur menjadi wilayah dengan sambaran terbanyak.

  • Dari 199 gempa, 181 tergolong dangkal dan 14 dirasakan masyarakat; magnitudo tercatat berkisar M1,1 hingga M5,9.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Aktivitas petir dan gempa bumi tercatat cukup tinggi di wilayah Jawa Barat selama September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mencatat sebanyak 51.498 kejadian sambaran petir dan 199 kali gempa bumi terjadi sepanjang bulan tersebut.

Data BMKG menunjukkan aktivitas petir meningkat tajam pada pekan keempat September. Sementara itu, dari ratusan gempa yang terjadi, terdapat belasan kejadian yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

"Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut menunjukkan pada minggu ke-4 bulan September 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir sebanyak 35.006 kejadian. Sedangkan aktivitas petir terendah pada minggu pertama September 2026 sebanyak 5 kejadian," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Tasikmalaya jadi daerah paling tinggi sambaran petir

    ilustrasi petir (pexels.com/Frank Cone)
    ilustrasi petir (pexels.com/Frank Cone)

    Suaidi mengatakan, Kabupaten Tasikmalaya menjadi wilayah dengan jumlah sambaran petir tertinggi. Selain itu, Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur juga termasuk wilayah dengan aktivitas petir yang tinggi. Sehingga, dia meminta agar masyarakat tetap waspada dan tidak termakan informasi bohong.

    "Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, wilayah dengan jumlah petir tertinggi adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur. BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

  2. 2. Gempa dangkal ada sebanyak 181

    Grafik seismografi yang menunjukan aktifitas gempa bumi yang sering terjadi di wilaya bengkulu
    ilustrasi gempa bumi

    Selain sambaran petir, BMKG juga mencatat 199 kejadian gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 gempa merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.

    "Berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal sebanyak 181 kejadian, gempa bumi menengah sebanyak 18 kejadian dan gempa bumi dalam sebanyak 0 kejadian," kata Suaidi.

  3. 3. Sebanyak 14 kalo gempa bumi dirasakan masyarakat

    Ilustrasi gempa seismograf (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi gempa seismograf (IDN Times/Sukma Shakti)

    Sementara itu, 18 gempa lainnya merupakan gempa menengah dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Tidak ditemukan gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer selama periode tersebut.

    Adapun berdasarkan magnitudo, gempa terbesar yang tercatat mencapai M5,9, sedangkan yang terkecil bermagnitudo M1,1.

    "Sepanjang periode bulan September 2026 terdapat 14 kali gempa bumi yang dirasakan. Salah satu kejadian gempa bumi dirasakan tersebut terjadi pada tanggal 12 September 2026 pukul 04:23:56 WIB," tuturnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More