Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antisipasi Penyebaran Influenza A, Pemkot Bandung Kaji PJJ PAUD-SMP

Kota Bandung
3 min read
Antisipasi Penyebaran Influenza A, Pemkot Bandung Kaji PJJ PAUD-SMP
Ilustrasi influenza (dok. http://pixabay.com/qimono)
  • Dinas Pendidikan Kota Bandung mengkaji PJJ untuk PAUD hingga SMP sebagai antisipasi penyebaran Influenza A, setelah kasus virus tersebut banyak ditemukan di kota ini.

  • Sekolah diminta menangani siswa bergejala melalui UKS, berkoordinasi dengan puskesmas bila diperlukan, serta mengizinkan kembali belajar setelah mendapat izin dokter dengan masker.

  • Situasi masih landai dan pembelajaran tatap muka berlanjut, tetapi PJJ dapat diterapkan berdasarkan evaluasi risiko bersama Dinas Kesehatan dan arahan Wali Kota Bandung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Kasus Influenza A di Kota Bandung semakin sering ditemukan. Guna mengantisipasi terjadinya penyebaran di tingkat pelajar, Dinas Pendidikan Kota Bandung mengkaji penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk PAUD, TK, SD dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan, kewaspadaan terhadap virus tersebut sudah dilakukan dengan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kota Bandung.

"Isinya menekankan agar sekolah waspada dan mengantisipasi jika ada warga sekolah yang menderita flu, apalagi berlangsung berhari-hari," ujar Asep, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Murid sakit harus ditangani di puskesmas

    ilustrasi influenza C virus (wikimedia.org)
    ilustrasi influenza C virus (wikimedia.org)

    Asep mengatakan, untuk antisipasi penyakit ini di lingkungan sekolah harus disesuaikan kondisi. Jika peserta didik sakit sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan, harus ditangani dulu di sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

    "Jika dirasa di luar kemampuan, barulah sekolah berkoordinasi dengan puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

    Kemudian, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Jika siswa sakit, harus ditangani dulu di puskesmas, kemudian apabila dokter mengizinkan kembali ke sekolah, mereka boleh masuk dengan menggunakan masker.

    "Jika belum, diperbolehkan pulang sampai pulih kembali," ucap Asep.

  2. 2. PJJ akan diterapkan jika kasusnya meningkat

    ilustrasi influenza virus (flicker.com/NIAID)
    ilustrasi influenza virus (flicker.com/NIAID)

    Kendati begitu, Asep memastikan, berdasarkan dari laporan yang masuk, situasinya masih landai dan belum sampai dikatakan dalam kondisi darurat. Namun, mereka terus memantau seluruh jenjang pendidikan.

    "Dari kemarin saya juga melakukan inspeksi mendadak ke beberapa sekolah, kondisinya masih normal, mudah-mudahan tidak memburuk. Meski demikian, surat edaran antisipasi sudah kami sebarkan," katanya.

    Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jika kondisinya sudah darurat. Namun, terkait penerapan kebijakan ini tetap haris dikoordinasikan dengan Wali Kota Bandung.

    "Tentu sudah dipikirkan. Jika nanti banyak laporan kasus Influenza A, kami akan mengevaluasi dan melaporkan kepada Bapak Wali Kota untuk arahan selanjutnya," ujar Asep.

  3. 3. Disdik Bandung sudah keluarkan surat edaran mitigasi Influenza A di sekolah

    ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)
    ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)

    Ia mengatakan, penerapan PJJ ini sangat dimungkinkan, namun keputusannya harus berdasarkan hasil evaluasi bersama Dinas Kesehatan yang bisa menentukan terkait tingkat zona risikonya. Namun, Asep memastikan sampai saat ini pembelajaran tetap dilaksanakan secara tatap muka.

    Kendati demikian, Asep menyarankan agar siswa dan guru tetap memakai masker, terutama bagi mereka yang sudah menunjukkan gejala flu, meskipun kondisinya belum berat. Kemudian, dia juga terus memantau situasi sejak adanya informasi kasus Influenza A di Bandung.

    "Langsung berkoordinasi dengan para kepala sekolah dan mengeluarkan surat edaran kemarin, di dalamnya sudah tertuang panduan koordinasi. Jika di satu sekolah persentase kasusnya sudah tinggi, kepala sekolah berwenang mengambil kebijakan PJJ," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More