Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Puluhan Siswa SD di Sukabumi Keracunan Susu MBG, Diduga Kedaluwarsa

Kab. Sukabumi
Puluhan Siswa SD di Sukabumi Keracunan Susu MBG, Diduga Kedaluwarsa
Pembagian menu MBG di SD Negeri 060843 Medan (dok.istimewa)
Intinya Sih
  • Sebanyak 39 siswa SDN Bojongkoneng, Sukabumi, mengalami mual setelah mengonsumsi susu dalam menu Makan Bergizi Gratis yang diduga kedaluwarsa.
  • Satu siswa dirujuk ke IGD RSUD Sekarwangi pada 29 Juli 2026, diperiksa sekitar 30 menit dan ditangani dengan obat oral setelah menolak infus.
  • Kondisi siswa yang dirujuk stabil dan diperbolehkan pulang; 38 siswa lain ditangani di lokasi, sementara sampel susu masih diperiksa untuk memastikan penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sukabumi, IDN Times - Sebanyak 39 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongkoneng, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi mengalami gejala keracunan. Peristiwa tersebut terjadi usai para siswa mengonsumsi susu sebagai salah satu menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Akibat insiden ini, satu di antara puluhan siswa yang terdampak bahkan sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi Cibadak untuk mendapatkan perawatan medis.

Berikut adalah beberapa fakta terkait dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SDN Bojongkoneng tersebut:

1. Diduga bersumber dari susu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

ilustrasi susu (pexels.com/id-id/alexasfotos)
ilustrasi susu (pexels.com/id-id/alexasfotos)

Puluhan siswa yang bermukim di Kampung Bojong Jagal, RT 05/RW 02 tersebut mendadak mengeluhkan gejala mual usai meminum susu. Susu tersebut diketahui berasal dari salah satu dapur yang diduga telah kedaluwarsa.

"Berdasarkan informasi medis dari dokter dan perawat IGD, dugaan sementara pasien mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi susu. Saat tiba di rumah sakit, kondisi fisik anak mengeluh mual," ujar Humas RSUD Sekarwangi, Irman Irmansyah Saputra, Rabu (29/7/2026).

2. Satu siswa dirujuk ke RSUD Sekarwangi karena mual hebat

ilustrasi anak sakit (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi anak sakit (pexels.com/cottonbro studio)

Irman menjelaskan ada satu pasien anak yang dirujuk ke rumah sakit pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 12.21 WIB. Tim medis IGD RSUD Sekarwangi langsung melakukan pemeriksaan intensif begitu pasien tiba.

Meski sempat berencana memasang infus, penanganan akhirnya dilakukan secara oral karena pasien menolak dipasang selang infus.

"Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih 30 menit, kondisi pasien dinyatakan membaik tanpa gejala lanjutan seperti muntah hebat atau sakit perut berat," kata Irman.

3. Kondisi pasien stabil dan sudah diperbolehkan pulang

Pembagian menu MBG di SD Negeri 060843 Medan (dok.istimewa)
Pembagian menu MBG di SD Negeri 060843 Medan (dok.istimewa)

Setelah diberikan obat minum dan diobservasi secara cepat oleh tim medis, kondisi kesehatan korban dinyatakan stabil sehingga tidak memerlukan perawatan rawat inap.

"Kondisinya bagus dan stabil. Tidak ada efek muntah-muntah atau komplikasi lain, sehingga pasien tidak perlu menjalani observasi rawat inap dan langsung diperbolehkan pulang oleh tim medis," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun pihak rumah sakit, total siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan mencapai 39 orang. Dari jumlah tersebut, hanya satu siswa yang dilarikan ke rumah sakit, sementara 38 siswa lainnya langsung mendapatkan observasi serta penanganan medis di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, pihak pengelola program bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan investigasi mendalam, termasuk memeriksa sampel minuman susu untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More