Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Duduk Perkara Balita di Cianjur Meninggal Usai Diduga Keracunan MBG

Duduk Perkara Balita di Cianjur Meninggal Usai Diduga Keracunan MBG
Balita diduga keracunan MBG di Cianjur (dok IDN Times)
Intinya Sih
  • Puluhan balita dan ibu hamil di Kecamatan Leles alami gejala keracunan usai konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis, dengan total 63 orang sempat dirawat.
  • Balita berinisial MAB (2) yang sebelumnya dirawat karena kondisi memburuk akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan sekitar 12 jam di RSUD Pagelaran.
  • Badan Gizi Nasional membantah kematian MAB terkait program MBG, sementara Dinas Kesehatan Cianjur masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cianjur, IDN Times - MAB (2) balita asal Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur yang turut mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) meninggal dunia. Kabar itu kemudian dibantah oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dirangkum IDN Times, Senin (27/4/2026) berikut duduk perkara kasus yang menewaskan balita tersebut.

1. Kronologis awal mula balita diduga alami keracunan

IMG_0593.jpeg
Suasana Puskesmas Simpenan saat tangani korban keracunan MBG (dok IDN Times)

Kasus ini bermula ketika puluhan balita dan ibu hamil di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total ada 63 orang yang mengeluhkan muntah hingga diare usai menyantap makanan tersebut pada pertengahan April 2026.

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, menyebut mayoritas pasien sempat dirawat sebelum akhirnya dipulangkan karena kondisi mereka berangsur membaik.

“Sebagian besar sudah pulih dan diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan,” ujarnya.

Di antara puluhan pasien, satu balita berinisial MAB (2) mengalami kondisi yang berbeda. Meski sempat menunjukkan perbaikan, kesehatannya kembali menurun beberapa hari setelah diperbolehkan pulang.

Balita tersebut beberapa kali mendapatkan penanganan medis, mulai dari perawatan oleh bidan desa hingga dirawat di puskesmas karena mengalami lemas dan kehilangan nafsu makan.

“Awalnya ditangani di tingkat desa, tapi karena kondisinya melemah akhirnya dirawat di puskesmas,” kata Tedi.

2. Dirujuk ke rumah sakit, balita meninggal dunia

Ilustrasi balita sedang bermain (Pexels.com/lonela Mat)
Ilustrasi balita sedang bermain (Pexels.com/lonela Mat)

Pada 22 April 2026, kondisi MAB kembali memburuk sehingga harus dirujuk ke RSUD Pagelaran untuk penanganan lebih lanjut.

Direktur Utama RSUD Pagelaran, Irvan Nur Fauzi, membenarkan bahwa balita tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan sekitar 12 jam.

“Pasien rujukan dari Puskesmas Leles meninggal dunia pada Kamis (23/4/2026),” ungkapnya.

3. BGN bantah balita meninggal gegara MBG

ilustrasi balita berlari (pexels.com/Brett Sayles)
ilustrasi balita berlari (pexels.com/Brett Sayles)

Di tengah dugaan keterkaitan dengan program MBG, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan kabar tersebut tidak benar.

“Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena program MBG,” ujar Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4/2026).

4. Penyebab kematian masih ditelusuri

ilustrasi balita di balik jendela (pexels.com/Juan Pablo Serrano)
ilustrasi balita di balik jendela (pexels.com/Juan Pablo Serrano)

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menyatakan belum bisa memastikan penyebab pasti kematian balita tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan, I Made Setiawan, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah ada kaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

“Kami masih menelusuri rekam medis dan menunggu hasil lab. Kemungkinan hasilnya keluar pekan depan,” jelasnya.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di daerah. Meski sebagian besar pasien telah pulih, kematian balita tersebut masih menyisakan tanda tanya dan menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More