Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Maung Mirip SMA Taruna Nusantara

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Maung Mirip SMA Taruna Nusantara
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sekolah Maung, program Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, akan mulai beroperasi tahun ajaran 2026 untuk menampung siswa berprestasi akademik maupun non-akademik di seluruh kabupaten dan kota.
  • Model Sekolah Maung tidak membangun sekolah baru, melainkan mengubah sekolah favorit yang ada menjadi sekolah khusus dengan kurikulum sesuai minat dan bakat peserta didik.
  • Pendaftaran dilakukan melalui jalur akademik dan non-akademik dengan sistem SPMB, sementara guru serta fasilitas disiapkan agar mendukung pengembangan potensi siswa secara maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dipastikan beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. Keberadaan sekolah ini diklaim bukan untuk membuat kecemburuan sekolah lainnya.

Dedi mengatakan, Sekolah Maung digagas untuk memfasilitasi siswa dengan kualifikasi prestasi tertentu baik dari akademik dan nonakademik. Metode ini dirasakannya sudah banyak hadir di sekolah-sekolah swasta.

Sehingga, keberadaan Sekolah Maung ini bukan untuk membuat adanya satu sekolah favorit baru, melainkan mengelompokkan seluruh murid berprestasi agar bisa meningkatkan kemampuannya.

"Begini dari dulu juga begitu kan, sama juga ada sekolah-sekolah yang punya kualifikasi khusus kaya Taruna Nusantara, kan sama juga begitu loh," ujar Dedi, dikutip Senin (27/4/2026).

1. Murid dari ekonomi menengah bisa lebih difasilitasi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. P Aditya

Sekolah Maung sendiri akan ditempatkan di semua SMA/SMK di kabupaten dan kota se-Jabar yang sebelumnya dilabeli sebagai sekolah favorit. Dedi menilai, selama ini para murid berprestasi belum mendapatkan pembelajaran yang mendukung ketika masuk sekolah negeri biasa.

Dedi pun berkeinginan, melalui Sekolah Maung ini kelompok ekonomi kelas menengah ke bawah bisa meningkat, ketika anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan prestasinya.

"Kan ada keterbatasan nah sekarang kita lebih menambah lagi, kan dalam sebuah kelompok itu harus ada kelas menengah yang menjadi penggerak, yang ingin saya inginkan adalah kelas menengah penggerak," jelas dia.

2. Murid berprestasi jangan hanya diberikan akademik

IMG_20260127_165404.jpg
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Kecemburuan yang sering terjadi di masyarakat, kata Dedi, sering kali muncul karena anaknya yang memiliki kemampuan lebih justru tidak mendapatkan kesempatan akademik yang layak dari murid lainnya. Hal tersebut dipastikan dia akan terkikis melalui Sekolah Maung.

"Nah akan menjadi kecemburuan mana sekolah itu hanya menekankan akademik. Misalnya memahami keunggulan anak itu hanya akademik itu kecemburuan," kata dia.

"Tapi sekarang keunggulan anak itu dibidang olahraga, dibidang seni, industri kreatif, teknologi ya itu kan tidak akan melahirkan kecemburuan maka jadi lah yang terbaik," jelas Dedi.

3. Sekolah SMA/SMK Maung tersebar di seluruh wilayah Jabar

IMG-20251119-WA0016.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Terpisah, Kepala Disdik Jabar, Purwanto mengatakan, persiapan sekolah ini sudah sampai pada pembahasan petunjuk teknis di lapangan. Beberapa persiapan untuk lokasi sekolah juga tengah dibahas.

Model Sekolah Maung ini dipastikan bukan dengan membuat sekolah baru, melainkan sekolah yang ada di setiap kabupaten dan kota akan diubah menjadi sekolah khusus degan kurikulum yang disesuaikan dengan minat bakat para peserta didik.

"Tahun ajaran baru tuh sudah ada. Sekolah Maung di setiap kabupaten kota ada satu. Termasuk untuk disiapkan Cabang Dinas satu sekolah," kata Purwanto.

Untuk jenjang sekolahnya sendiri nantinya akan ada SMA dan SMK. Dia memastikan mata pelajaran yang diberikan akan berbeda dengan sekolah yang ada saat ini.

"Total berarti ada 27 SMA Maung, dan 13 SMK Maung, spesifik mata pelajaran itu nanti disesuaikan kebutuhan. Ini sekolah kan keunggulannya nanti akan di buat lewat kurikulumnya," jelasnya.

Mengenai pendaftaran, Purwanto menjelaskan, siswa akan tetap mengikuti SPMB seperti sekolah normal lainnya. Namun, nantinya akan ada juga melalui non-akademik. Sekolah khusus ini, kata dia tidak akan berbenturan dengan peraturan karena diatur dalam Pergub baru.

"Rekrutmennya nanti ada yang akademik dan non-akademik. Nanti akan diatur pakai peraturan gubernur. Tujuan sekolah Maung ini kan kita pengin melayani mereka yang mempunyai prestasi untuk bisa dilayani sesuai dengan potensi mereka," tuturnya.

Sementara ini, Sekolah Maung akan dibuat satu kelasnya 32 orang, dan gurunya juga akan dimaksimalkan sesuai dengan klasifikasi peminatan dari pada murid itu sendiri.

"Rombel (rombongan belajar) 32 orang gitu terus gurunya juga nanti akan kita upgrade atau kita penuhi dengan kualitas guru yang cukup," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More