SMA/SMK Favorit di Jawa Barat Bakal Diganti Jadi Sekolah Maung

- Pemerintah Jawa Barat akan mengganti sekolah favorit menjadi Sekolah Maung mulai tahun ajaran 2026, dengan fokus pada pengembangan prestasi akademik dan non-akademik siswa.
- Sekolah Maung tidak membangun unit baru, melainkan mengubah sekolah unggulan yang sudah ada di tiap kabupaten/kota dengan kurikulum sesuai minat dan bakat peserta didik.
- Program ini digratiskan untuk sebagian besar siswa, sementara bagi keluarga berpenghasilan tinggi masih dipertimbangkan kontribusi biaya; total akan ada 27 SMA dan 13 SMK Maung.
Bandung, IDN Times - Sejumlah sekolah SMA/SMK dengan label favorit yang ada di Jawa Barat, nantinya akan diganti menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung). Rencana ini dipastikan mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar saat ini sudah membahas dan menentukan mana saja sekolah yang akan diubah menjadi Sekolah Maung. Sehingga, pada tahun ajaran baru nantinya bisa langsung menerima murid.
"Sekolah Maung nanti tahun pelajaran ini dimulai, sekarang sudah identifikasi dan nanti diberlakukan yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi," ujar Dedi, Kamis (23/4/2026).
1. Akademik dan non-akademik harus benar-benar dipenuhi

Sekolah Maung ini dipastikan akan berbeda dengan sekolah biasa. Meskipun nantinya akan tetap mengikuti SPMB untuk proses masuknya, namun akan tetap diseleksi untuk non-akademiknya. Seperti, prestasi di bidang olahraga dan juga lainnya.
"Dua hal, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi dibidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah disitu," ucapnya.
"Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif fokusnya kelasnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni," kata Dedi.
2. Sekolah maung akan menggantikan sekolah favorit

Dedi menegaskan, Sekolah Maung ini bukan membangun unit sekolah baru, melainkan memanfaatkan yang sudah ada. Misalnya di Kota Bandung yang sekarang menjadi SMAN 3 Bandung nantinya akan diganti menjadi Sekolah Maung.
"Tidak dibangun, kami meng-update sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan. Misalnya gini, Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1 misalnya, kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit. Nah sekolah favorit itu yang akan menjadi sekolah-sekolah yang di isi oleh anak-anak yang punya prestasi," tuturnya.
Meski tidak membangun sekolah baru, nantinya Pemprov Jabar akan melengkapi sejumlah kebutuhan yang menunjang keahlian dari para murid itu sendiri.
"Semuanya punya prestasi dan kemudian nanti pasti kan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, seleksi guru yang memadai, kan kelas menengahnya harus ada," katanya.
3. Sekolah Maung ada di seluruh kabupaten dan kota di Jabar

Mengenai biaya, Dedi mengatakan, Sekolah Maung ini akan digratiskan seluruhnya. Hanya saja, untuk beberapa murid dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas hal ini masih dipertimbangkan.
"Gratis, tetapi kami nanti lagi membicarakan, misalnya begini, karena kan orang tua seringkali ada tuntutan disekolah yang punya kualifikasi unggulan itu kan, misalnya kita lagi berpikir apakah orangtua yang berpenghasilan di atas Rp10 juta yang anak-anaknya sekolah di situ, boleh tidak kalau berkontribusi," katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, persiapan sekolah ini sudah sampai pada pembahasan petunjuk teknis di lapangan. Beberapa persiapan untuk lokasi sekolah juga tengah dibahas.
Model Sekolah Maung ini dipastikan bukan dengan membuat sekolah baru, melainkan sekolah yang ada di setiap kabupaten dan kota akan diubah menjadi sekolah khusus degan kurikulum yang disesuaikan dengan minat bakat para peserta didik.
"Tahun ajaran baru tuh sudah ada. Sekolah Maung di setiap kabupaten kota ada satu, termasuk untuk disiapkan Cabang Dinas satu sekolah," kata Purwanto.
Untuk jenjang sekolahnya sendiri nantinya akan ada SMA dan SMK. Dia memastikan mata pelajaran yang diberikan akan berbeda dengan sekolah yang ada saat ini.
"Total berarti ada 27 SMA Maung, dan 13 SMK Maung, spesifik mata pelajaran itu nanti disesuaikan kebutuhan. Ini sekolah kan keunggulannya nanti akan di buat lewat kurikulumnya," katanya.
Mengenai pendaftaran, Purwanto menjelaskan, siswa akan tetap mengikuti SPMB seperti sekolah normal lainnya. Namun, nantinya akan ada juga melalui non-akademik. Sekolah khusus ini, kata dia tidak akan berbenturan dengan peraturan karena diatur dalam Pergub baru.
"Rekrutmennya nanti ada yang akademik dan non-akademik. Nanti akan diatur pakai peraturan gubernur. Tujuan sekolah Maung ini kan kita pengin melayani mereka yang mempunyai prestasi untuk bisa dilayani sesuai dengan potensi mereka," tuturnya.
Sementara ini, Sekolah Maung akan dibuat satu kelasnya 32 orang, dan gurunya juga akan dimaksimalkan sesuai dengan klasifikasi peminatan dari pada murid itu sendiri.
"Rombel (Rombongan belajar) kalau 32 orang gitu terus gurunya juga nanti akan kita upgrade atau kita penuhi dengan kualitas guru yang cukup," katanya.

















