Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pos Indonesia Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar ke Investor

Kota Bandung
Pos Indonesia Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar ke Investor
Kantor Pusat PT Pos Indonesia. (dok. PT Pos Indonesia)
Intinya Sih

PT Pos Indonesia (Persero) kembali memenuhi kewajibannya kepada investor dengan membayarkan imbal hasil Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri A-C senilai Rp24,12 miliar. Pembayaran yang dilakukan pada 24 Juli 2026 itu menjadi sinyal bahwa perusahaan tetap menjaga komitmen di pasar modal sekaligus mempertahankan kepercayaan para pemegang sukuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - PT Pos Indonesia (Persero) kembali memenuhi kewajibannya kepada investor dengan membayarkan imbal hasil Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri A-C senilai Rp24,12 miliar. Pembayaran yang dilakukan pada 24 Juli 2026 itu menjadi sinyal bahwa perusahaan tetap menjaga komitmen di pasar modal sekaligus mempertahankan kepercayaan para pemegang sukuk.

Pembayaran imbal hasil periode keenam tersebut disalurkan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai lembaga penyelenggara administrasi efek. Sukuk yang dibayarkan mencakup seri A, B, dan C dengan kode SIPOST01ACN1, SIPOST01BCN1, dan SIPOST01CCN1.

1. Pembayaran sukuk menjadi indikator kepercayaan investor

Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan sembako triwulan I 2024 dimulai. PT Pos Indonesia (Persero) atau Pos Ind kembali mendapat amanah dari pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan program tersebut. (Dok. PT Pos Indonesia)
Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan sembako triwulan I 2024 dimulai. PT Pos Indonesia (Persero) atau Pos Ind kembali mendapat amanah dari pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan program tersebut. (Dok. PT Pos Indonesia)

Corporate Secretary PT Pos Indonesia (Persero), Iwan Gunawan, mengatakan pemenuhan kewajiban ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap seluruh investor yang telah berpartisipasi dalam penerbitan sukuk.

Ia menegaskan pembayaran dilakukan sesuai Perjanjian Perwaliamanatan dan dokumen penerbitan Sukuk Ijarah. Menurutnya, konsistensi memenuhi kewajiban finansial menjadi salah satu cara perusahaan menjaga kepercayaan pasar sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

"Pembayaran imbal hasil Sukuk Ijarah ini menjadi bukti komitmen Pos Indonesia dalam menjaga kepercayaan investor dan memenuhi seluruh kewajiban sesuai Perjanjian Perwaliamanatan serta dokumen penerbitan sukuk," ujar Iwan.

2. Fundamental perusahaan disebut tetap terjaga

PT Pos Indonesia (Persero) tetap membuka jam pelayanan pada akhir pekan dan hari libur nasional untuk menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). (Dok. Pos Indonesia)
PT Pos Indonesia (Persero) tetap membuka jam pelayanan pada akhir pekan dan hari libur nasional untuk menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). (Dok. Pos Indonesia)

Pos Indonesia menyebut langkah tersebut juga mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Meski pembayaran sempat mengalami penyesuaian waktu, perusahaan memastikan seluruh kewajiban kepada investor tetap dipenuhi.

Bagi emiten, ketepatan memenuhi kewajiban kepada pemegang surat utang menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga reputasi di pasar modal. Hal itu turut memengaruhi tingkat kepercayaan investor terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan.

Iwan menilai kepercayaan investor merupakan aset penting bagi perseroan. Karena itu, perusahaan berupaya memastikan setiap kewajiban finansial dipenuhi dengan tetap mengedepankan transparansi sesuai ketentuan pasar modal.

3. Pos Indonesia lanjutkan penguatan tata kelola dan inovasi bisnis

Dok. Pos Indonesia
Dok. Pos Indonesia

Selain memenuhi kewajiban kepada investor, Pos Indonesia menyatakan terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Langkah tersebut dibarengi penerapan prinsip good corporate governance (GCG) agar perusahaan mampu bersaing di tengah perubahan industri logistik dan jasa keuangan.

Perusahaan juga menegaskan keterbukaan informasi kepada seluruh pemangku kepentingan akan terus menjadi bagian dari strategi pengelolaan perusahaan. Tata kelola yang baik dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.

Pemenuhan pembayaran imbal hasil sukuk ini menjadi salah satu indikator bahwa Pos Indonesia berupaya mempertahankan kredibilitasnya sebagai emiten BUMN. Di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung, konsistensi memenuhi kewajiban kepada investor menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More