Jelang Operasional Bandara Husein, Farhan Belum Puas Persiapan Infrastruktur

Pemerintah Kota Bandung terus mematangkan berbagai persiapan menjelang rencana operasional kembali Bandara Husein Sastranegara. Namun, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku belum sepenuhnya puas dengan kondisi infrastruktur penunjang di sekitar bandara setelah melakukan peninjauan langsung. Menurutnya, masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu disempurnakan agar akses menuju bandara benar-benar siap digunakan masyarakat.
Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung terus mematangkan berbagai persiapan menjelang rencana operasional kembali Bandara Husein Sastranegara. Namun, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku belum sepenuhnya puas dengan kondisi infrastruktur penunjang di sekitar bandara setelah melakukan peninjauan langsung. Menurutnya, masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu disempurnakan agar akses menuju bandara benar-benar siap digunakan masyarakat.
Farhan menegaskan pemerintah kota tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek, tetapi juga kualitas hasil pekerjaan. Karena itu, beberapa organisasi perangkat daerah akan kembali diminta melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum seluruh infrastruktur dinyatakan rampung.
1. Farhan minta kualitas pekerjaan diperbaiki

Hasil peninjauan yang dilakukan Farhan menunjukkan masih ada beberapa bagian infrastruktur yang belum sesuai dengan standar yang diharapkan. Evaluasi tersebut mencakup jalan, trotoar, hingga fasilitas pendukung lain yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung di luar kawasan Bandara Husein.
Ia mengaku belum puas dengan hasil pekerjaan yang ada saat ini. Karena itu, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABM) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) akan kembali dipanggil untuk melakukan penyempurnaan.
"Saya masih belum happy. Saya akan memanggil lagi DSDABM dan DPKP untuk melakukan beberapa perbaikan. Mudah-mudahan bisa lebih baik dalam beberapa waktu ke depan," ujar Farhan.
Menurutnya, perbaikan tersebut penting agar masyarakat memperoleh akses yang nyaman ketika aktivitas penerbangan kembali berlangsung. Ia tidak ingin pekerjaan dinyatakan selesai apabila kualitasnya masih belum memenuhi harapan.
2. Infrastruktur ditarget rampung sebelum 17 Agustus

Pemkot Bandung menargetkan seluruh pekerjaan infrastruktur yang menjadi kewenangannya selesai sebelum pertengahan Agustus. Target itu disusun agar seluruh akses menuju Bandara Husein sudah siap mendukung agenda uji coba penerbangan yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Agustus.
Farhan mengatakan pemerintah masih memiliki waktu untuk menyempurnakan berbagai pekerjaan yang masih menjadi catatan. Baginya, penyelesaian proyek tidak hanya diukur dari ketepatan waktu, tetapi juga dari kualitas yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Menurut target, sebelum tanggal 17 Agustus semuanya harus sudah beres," katanya.
Ia berharap seluruh pembenahan dapat selesai sesuai jadwal sehingga proses operasional bandara tidak terkendala oleh persoalan akses maupun fasilitas penunjang.
3. Pemkot fokus benahi akses di luar kawasan bandara

Farhan menjelaskan pembagian kewenangan menjadi bagian penting dalam persiapan operasional Bandara Husein. Pemerintah Kota Bandung hanya menangani infrastruktur di luar kawasan bandara, seperti jalan, trotoar, dan lampu penerangan. Sementara itu, fasilitas lain, termasuk area parkir, menjadi tanggung jawab Lanud Husein Sastranegara.
"Pokoknya kita menyiapkan jalan, trotoar, dan lampu. Bahkan parkir juga ditangani oleh Lanud," ujarnya.
Ia menilai koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap pihak dapat fokus menyelesaikan kewenangannya masing-masing sehingga ketika Bandara Husein kembali melayani penerbangan, masyarakat tidak hanya menikmati akses transportasi udara yang lebih baik, tetapi juga infrastruktur pendukung yang aman, nyaman, dan layak digunakan.


















