Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemprov Jabar Rancang Sekolah Maung, Target Beroperasi 2027

ilustrasi murid sma smk fase f kelas 11 dan 12 sedang mengerjakan 10 proyek koding dan ai sederhana
ilustrasi murid sma smk fase f kelas 11 dan 12 sedang mengerjakan 10 proyek koding dan ai sederhana
Intinya sih...
  • Pemprov Jabar merancang Sekolah Maung dengan model kejuruan seperti SMK, direncanakan beroperasi tahun 2027.
  • Sekolah ini akan memiliki enam jurusan strategis, seperti teknologi informasi, otomotif, kelautan, pertanian, elektro, dan olahraga.
  • Para pelajar akan menjalani kegiatan akademik dan latihan di lingkungan yang terintegrasi tanpa mendampingkan akademik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah merancang sekolah khusus dengan model kejuruan seperti SMK. Sekolah ini diberi nama Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang direncakan mulai dioperasionalkan tahun 2027.

Kabar ini pun dibenarkan oleh Sekda Provinsi Jabar, Herman Suryatman. Dia mengatakan, rencana ini masih dalam tahap perancangan dan terus berproses di tahun 2026 ini.

"Betul (Sekolah Maung) jadi Pak Gubernur sudah menyampaikan, ini kan sedang elaborasi ya detailnya. Paling tidak kebijakan makronya kan teman-teman sudah tahu sebagaimana disampaikan oleh Pak Gubernur," ujar Herman, Senin (12/1/2026).

1. Aturan teknis sedang dipersiapkan

IMG-20251208-WA0013.jpg
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah membocorkan beberapa rencana sekolah khusus ini melalui akun Instagram, yang mana nantinya terdapat enam jurusan strategis yaitu teknologi informasi, otomotif, kelautan, pertanian, elektro, olahraga.

Herman memastikan, hal itu nantinya akan dibahas lebih mendalam dan dikaji untuk persoalan teknisnya nanti seperti apa.

"Mikronya ini sedang kami elaborasi dengan dinas pendidikan. Intinya kan kita ingin menghasilkan anak-anak yang punya standar kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan hari ini ke depan. Baik di dunia industri, maupun di pertanian dan lain sebagainya, kebutuhan pasarlah," tuturnya.

2. Jumlah murid dan juga lokasinya masih dikaji

IMG_20250722_140827.jpg
Sekda Provinsi Jabar, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Mengenai lokasi sekolah ini akan ada di wilayah mana saja, Herman mengatakan, hal itu masih dalam pembahasan dan belum bisa dibeberkan apakah nantinya terpusat di satu lokasi atau ada di beberapa daerah lainnya wilayah Jabar.

"Ini sedang disiapkan oleh Dinas Pendidikan terkait data kuantitatif baik rencana jumlah siswa, di mana saja, dan lain sebagainya. Nanti diinformasikan oleh Dinas Pendidikan," ujarnya.

Untuk diketahui, soal sekolah khusus ini sebelumnya sudah diungkap oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar, Hery Antasari. Dia mengatakan, nantinya para pelajar akan diseleksi sebanyak 36 orang untuk mengikuti kelas sepak bola tanpa mendampingkan akademik.

Selain itu, proses pembelajarannya akan berjalan di bawah Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar Daerah (SPOPDA) di Sport Jabar Arcamanik, yang merupakan milik Pemprov Jabar.

"Sebenarnya bukan sekolah khusus, tapi lebih kepada kelas, satu kelas. Jadi menambah satu kelas siswa," kata Hery saat dihubungi, Rabu (26/11/2025).

3. Rencana ini sebelumnya sudah dibahas pada 2025

IMG-20250623-WA0037.jpg
Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pada dasarnya SPOPDA sudah memiliki beberapa kelas untuk berbagai cabang olahraga. Namun Gubernur Dedi Mulyadi meminta agar mulai tahun depan, sepak bola masuk ke dalam daftar prioritas itu.

Lewat kelas khusus ini, para pelajar akan menjalani kegiatan akademik dan latihan di lingkungan yang terintegrasi. Dia menegaskan program ini tidak membuat satu sekolah baru, melainkan hanya kelas khusus.

"Itu ada satu kelas khusus yang siswanya atlet pelajar di Jawa Barat. Nanti akan ditambah lagi kelasnya khusus untuk cabor sepak bola," tutur Hery.

Pelajar akan tetap mengikuti pendidikan formal, namun dengan kurikulum yang dimodifikasi agar sesuai kebutuhan atlet. Adapun pembelajaran akademik dilakukan di dua SMA yaitu SMAN 10 Bandung dan SMAN 1 Padalarang.

"Iya jadi pembelajaran dimodifikasi selain akademis juga pembelajaran mengenai sepak bola," kata Hery.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Bukan karena Persib di Puncak! Ini Penjelasan BMKG kenapa Bandung Dingin

12 Jan 2026, 19:48 WIBNews