Program Cek Kesehatan Gratis di Jabar Mulai Difokuskan ke Komunitas

- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Barat kini difokuskan ke komunitas, instansi, dan kawasan industri untuk mempercepat deteksi dini serta mitigasi penyakit berat di masyarakat.
- Dinas Kesehatan Jabar menerapkan pola jemput bola ke perkantoran, sekolah, hingga pabrik agar layanan CKG lebih mudah diakses tanpa menunggu momen tertentu di Puskesmas terdekat.
- Target 2026 mencapai 46 persen penduduk mengikuti CKG, mencakup kelompok prioritas seperti siswa, calon pengantin, dan ibu hamil guna menekan beban pembiayaan kesehatan melalui pencegahan dini.
Bandung, IDN Times - Program Presiden Prabowo Subianto, Cek Kesehatan Gratis (CKG) dipastikan masih berlaku di Jawa Barat. Pada tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat akan memfokuskan program ini ke komunitas-komunitas.
Program ini sebelumnya sudah berlaku di Jabar namu hanya berlaku khusus warga berulang tahun, kini CKG menyasar komunitas, instansi, hingga kawasan industri untuk mempercepat deteksi dini dan mitigasi penyakit berat di tengah masyarakat.
1. Dinkes segera keluarkan surat agar komunitas-komunitas dapat CKG

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, perluasan sasaran ini dilakukan setelah adanya proses evaluasi bersama pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota yang mana dirasakan perlunya ada peningkatan.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengeluarkan surat terkait dengan melakukan CKG di komunitas-komunitas. Misalnya, kita datang ke OPD Pemprov menawarkan pemeriksaan CKG atau misalnya di pabrik," ujar Vini, Selasa (3/3/2026).
Dengan pola jemput bola ke perkantoran, sekolah, hingga industri, Pemprov Jabar ingin memastikan masyarakat tak lagi terhambat akses maupun waktu. Layanan CKG kini bisa dilakukan kapan saja di Puskesmas terdekat tanpa harus menunggu momentum tertentu.
"Targetnya (2026) 46 persen dari seluruh jumlah penduduk," ucapnya.
2. CKG penting untuk meminimalisir biaya pengobatan

Menurutnya, target tersebut turut menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit tidak menular maupun menular melalui deteksi dini, sehingga beban pembiayaan kesehatan dapat ditekan.
Vini mengingatkan masyarakat agar tidak takut memeriksakan diri karena penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak awal agar bisa dilakukan pengendalian risiko berlebih.
"Jangan sampai enggak, sayang. Kalau bayar, itu lumayan sampai Rp2 jutaan. Jadi ayo lakukan CKG. Jangan bilang nanti ketahuan penyakitnya, itu salah. Justru kalau ketahuan penyakitnya atau resiko tinggi, kami bisa mengerem diri. Misal punya kolesterol, kalau makan mengandung lemak, jadi mikir," ucapnya.
3. Semua kelompok wajib mengikuti CKG

Program CKG ini bukan hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga kelompok prioritas seperti siswa sekolah, calon pengantin, dan ibu hamil, tempat pemeriksaan pun bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat yang paling pasti Puskesmas.
"Pokoknya (berpotensi memiliki) risiko-risiko, semua wajib CKG. Apalagi kalau masyarakat semuanya mau CKG, mumpung gratis semuanya. Tinggal ke Puskesmas. Misalnya enggak tahu cara daftarnya, tinggal tanya ke Puskesmas," katanya.
Melalui perluasan cakupan CKG, Dinkes Jabar berharap penyakit berat dapat ditangani lebih cepat sebelum menimbulkan komplikasi atau penularan lebih luas.
"(Misal) TBC, jadi enggak tular menular. Kanker, dicegah," kata dia.


















