Dana BGN Cair, SPPG di Bandung Kembali Beroperasi

- Dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya cair, membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Sukesenang V, Bandung, bisa kembali beroperasi setelah sempat tutup sementara.
- Perwakilan SPPG menyebut dana masuk pada Jumat sore dan kegiatan penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berjalan normal lagi mulai Senin untuk siswa dan lansia penerima manfaat.
- Pimpinan baru BGN yang dipimpin Nanik S Deyang mengumumkan langkah efisiensi anggaran, moratorium pendirian SPPG baru, serta pembenahan dapur agar sesuai standar dan meningkatkan kualitas SDM.
Bandung, IDN Times - Salah satu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Bandung yang sempat tutup sementara untuk operasional dikarenakan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair, akan segera dibuka kembali. Kepastian ini karena dana dari BGN sudah didapat sehingga operasional untuk menyiapkan makan bergizi gratis (MBG) sudah bisa dilakukan.
SPPG tersebut berada di Jalan Sukesenang V, Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Perwakilan dari SPPG, Kurnia, menuturkan bahwa berhentinya operasional dapur ini beberapa hari kemarin karena anggaran yang seharusnya diterima belum juga turun.
"Alhamdulillah alur dari BGN sudah normal, dana operasional sudah masuk lagi Jumat sore, dan Senin depan berjalan normal lagi," kata Kurnia kepada IDN Times, Minggu (7/6/2026).
Dia menuturkan bahwa anggaran dari BGN sejauh ini aman meskipun sempat tersendat. Namun, dengan dana yang sudah masuk ke yayasan maka siswa maupun orang yang membutuhkan seperti lansia sudah bisa terpenuhi kembali MBG-nya.
"Yang pasti sudah turun dan besok bisa beroperasi lagi," papar Kurnia.
Sebelumnya, pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk pertama kalinya tampil di publik hari ini, Kamis (4/6/2026). Mulai dari Kepala BGN, Nanik S Deyang yang menggantikan Dadan Hindayana, serta dua wakilnya yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang menggantikan Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Nanik mengatakan, mereka baru saja menggelar rapat konsolidasi pimpinan baru hari ini. Usai rapat, Naniek membeberkan rencana efisiensi besar-besaran di BGN.
“Hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik di kantor pusat BGN, Jakarta Pusat.
Selain itu, BGN juga akan membekukan atau moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru.
“Tiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM,” ucap Nanik.











![[QUIZ] Kalau Jadi Bos Baru Bandung Zoo, Apa yang Akan Kamu Benahi Duluan?](https://image.idntimes.com/post/20241018/whatsapp-image-2024-10-18-at-123343-3-6b9b5942a9c235fa7d2105cebe2c1178.jpeg)


![[QUIZ] Kalau Main ke Bandung, Kamu Tim Pasang CCTV atau Perbanyak Patroli? Tes di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250221/74d8625589cc9ba398a009804a1e2460-14e3ae5726d2ce7103630b3d71c8a0d0-42cdcc16f1d82ad53832ddeae0f128fa.jpg)

![[QUIZ] Status Darurat Sampah Bandung Belum Disetujui, Kamu Tim Farhan atau KDM?](https://image.idntimes.com/post/20250529/pexels-aomata-10143821-11zon-1b6d1cd853484267ae86171b72dde9ea-226300c4296eb659075ddfa0e54af138.jpg)
