Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

2027 Dedi Mulyadi Ingin Langit Jabar Bebas Kabel Semrawut

2027 Dedi Mulyadi Ingin Langit Jabar Bebas Kabel Semrawut
Ilustrasi kabel utilitas di jalan-jalan Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan penataan kabel udara menjadi bawah tanah rampung pada 2027, dimulai dengan koordinasi bersama penyedia layanan internet.
  • Dedi menilai meski beberapa pihak menyebut penataan kabel tanpa biaya besar, kondisi kabel yang menumpuk tetap memerlukan investasi signifikan untuk penataan efektif.
  • Pemprov Jabar akan mengintegrasikan pembangunan jalan provinsi dengan pemasangan utilitas bawah tanah agar estetika kota terjaga dan teknologi jaringan terus ditingkatkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Penataan kabel udara semerawut ke bawah tanah di sejumlah wilayah Jawa Barat, utamanya Kota Bandung mengundang banyak kekhawatiran. Pemindahan kabel yang mayoritas milik layanan internet ini ditakutkan membuat blackout dan menghambat layanan pelanggan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut merespons kegelisahan warga dengan mengatakan agar bisa tenang terlebih dahulu. Itu karena, Pemprov Jabar akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan para penyedia layanan internet.

"Perapian kabel saya sudah dari dulu. Target saya 2027 selesai. Minggu depan saya akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara jaringan, untuk membahas langkah penataannya," kata Dedi, Sabtu (6/6/2026).

1. Setiap daerah di Jawa Barat diminta menyusun langkah penataan kabel

ilustrasi kabel berantakan (freepik.com/user17720863)
ilustrasi kabel berantakan (freepik.com/user17720863)

Dedi menyampaikan, ada beberapa perusahaan penyedia jaringan internet sebelumnya menyampaikan penataan kabel dapat dilakukan tanpa biaya besar. Namun, menurutnya, kondisi kabel yang sudah terlanjur menumpuk di banyak titik membuat proses penataan tetap membutuhkan investasi.

"Mereka bilang tanpa biaya, tapi menurut saya kalau jumlahnya sudah banyak begini, pada akhirnya harus berbiaya juga," ujarnya.

Dedi menegaskan, setiap daerah di Jawa Barat harus mulai menyusun langkah bertahap untuk menghilangkan kabel yang berserakan di atas jalan dan memindahkannya ke bawah tanah.

2. Ditargetkan tahun depan sudah bebas kabel udara

ilustrasi kabel listrik (pexels.com/Pok Rie)
ilustrasi kabel listrik (pexels.com/Pok Rie)

Untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi menargetkan pembangunan infrastruktur jalan ke depan dilakukan bersamaan dengan pemasangan utilitas bawah tanah.

"Prinsip dasarnya, setiap daerah harus secara bertahap menyelesaikan kabel yang berserakan di atas. Saya targetkan untuk jalan provinsi di Jawa Barat, pada 2027 pembangunan jalannya harus bareng dengan pemasangan kabel bawah tanah," kata dia.

Menanggapi kekhawatiran adanya gangguan jaringan internet jika kabel dipindahkan ke bawah tanah, Dedi menilai perkembangan teknologi seharusnya mampu menjawab tantangan tersebut.

"Teknologinya yang harus ditingkatkan," katanya.

3. Kota Bandung utamanya harus segera menindaklanjuti arahan tersebut

Suasana area taman Gedung Sate setelah pawai kemenangan Persib Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Suasana area taman Gedung Sate setelah pawai kemenangan Persib Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebagai contoh, Dedi menyoroti kondisi kabel udara di kawasan Ledeng, Setiabudi, Kota Bandung, yang menurutnya sudah sangat padat dan mengganggu pemandangan kota. Menurut dia, hal tersebut harus ditata dengan baik dan tidak merusak estetika kota.

"Coba lihat di depan Ledeng, kabelnya ribuan. Melihatnya saja sudah bikin pusing," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengkonsolidasikan berbagai pihak terkait dalam waktu dekat untuk menyusun skema penataan kabel udara.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Jawa Barat

See More