Pengelola Bandung Zoo Belum Final, Fasilitas Masih Tutup

- Kebun Binatang Bandung masih tutup karena proses penentuan pengelola belum final, sementara Pemkot menunggu laporan detail sebelum melapor ke Gubernur Jawa Barat.
- Sebanyak 85 lembaga konservasi diundang mengikuti seleksi pengelolaan dengan pengawasan dari pemerintah pusat hingga daerah, menekankan reputasi dan profesionalitas calon pengelola.
- Wali Kota Bandung memperkirakan nilai investasi pengelolaan mencapai lebih dari Rp50 miliar dalam dua tahun pertama, sehingga dibutuhkan lembaga dengan kapasitas finansial dan manajerial kuat.
Bandung, IDN Times - Fasilitas Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo hingga saat ini masih tutup. Dari pantauan IDN Times, kondisi gerbang masih dirantai, sedangkan di area parkiran pun tampak tidak ada kegiatan. Hanya ada beberapa penjaga dari Satpol PP yang berjaga di sekitar kawasan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peminat yang mengikuti lelang pengelolaan memang sudah banyak, tapi dia masih menunggu laporan secara terperinci.
Informasi mengenai nama pengelola yang sudah ada pun dibantah Farhan. "Mungkin nantiu malam, karena laporan belum final. Saya akan menghadap ke gubernur segera dengan kondisi yang ada," kata dia, Jumat (24/4/2026).
1. Tidak bisa bekerja sendiri

Menurutnya, dalam menentukan siapa pengelola dan bagaimana ke depannya Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Karena fasilitas ini masih ada kaitannya dengan Pemprov Jabar, Kementerian Kehutanan, hingga Kementerian Keuangann.
"Target 6 Mei sesuai ketentuan (harus sudah ada pengelola). Maka, saya akan ngobrol dengan Pak Gubernur," paparnya.
3. Ada 85 lembaga konservasi ikut diundang

Sebanyak 85 lembaga konservasi telah diundang untuk mengikuti proses seleksi dalam kerangka pemanfaatan dan pengelolaan kebun binatang tersebut. Farhan mengatakan, proses ini tidak dilakukan secara sembarangan karena melibatkan pengawasan dari berbagai pemerintahan mulai dari pusat hingga kota.
Dari 85 lembaga yang mendaftar, nantinya akan dilakukan proses seleksi ketat. Tidak semua peserta akan lolos karena harus memenuhi sejumlah persyaratan baik umum maupun khusus terutama terkait reputasi dan kemampuan pengelolaan konservasi.
“Yang penting dia harus memiliki reputasi yang sangat baik,” ungkapnya.
Ia menargetkan proses seleksi ini sudah mulai mengerucut pada akhir April 2026. Pemkot Bandung tidak menetapkan pilihan khusus melainkan akan berpegang pada kriteria profesional dan standar yang telah ditentukan.
3. Siapkan anggaran investasi capai Rp50 miliar

Selain itu, peluang investasi dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung juga tergolong besar. Farhan memperkirakan nilai investasi bisa mencapai lebih dari Rp50 miliar dalam dua tahun pertama.
“Artinya memang harus dikelola oleh lembaga yang punya kapasitas kuat,” tuturnya.


















