Bandung Milestone Dibuka, Pameran Jejak KAA hingga Pergerakan Bangsa

- Pameran Bandung Milestone resmi dibuka di Alun-Alun Bandung untuk memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika, menampilkan perjalanan sejarah pergerakan kebangsaan dan peran global Kota Bandung.
- Berbagai arsip sejarah diolah dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan diverifikasi ahli, menyoroti kontribusi Bandung dalam gerakan kemerdekaan serta solidaritas negara-negara berkembang melalui KAA 1955.
- Pameran juga mengenalkan tokoh-tokoh nasional yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Bandung, sekaligus menjadi ruang edukasi publik hingga 16 Mei 2026.
Bandung, IDN Times - Dalam rangkan peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung tahun ini tak hanya diisi seremoni. Pemerintah Kota Bandung menghadirkan pameran bertajuk Bandung Milestone yang mengajak publik menelusuri jejak panjang pergerakan kebangsaan hingga peran Bandung di panggung global.
Pameran ini digelar di perpustakaan yang berada di kawasan Alun-Alun Bandung dan mulai dibuka untuk umum sejak hari ini.
1. Hadirkan arsip berteknologi AI

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pameran ini merupakan respons atas rangkaian peringatan KAA, termasuk peluncuran buku foto dan pameran oleh Menteri Kebudayaan di Hotel Homann beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Bandung Milestone menampilkan berbagai arsip sejarah yang telah diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), lalu diverifikasi bersama para ahli.
“Dari sini kita melihat bagaimana jejak perjuangan pergerakan kebangsaan yang berawal dari Kota Bandung, hingga puncaknya saat Bandung menjadi tuan rumah pergerakan kemerdekaan global pada 1955,” ujar Farhan, Jumat (24/4/2026).
2. Angkat peran Bandung dalam gerakan global Selatan-Selatan

Pameran ini menyoroti posisi Bandung sebagai titik penting dalam sejarah kemerdekaan, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia. Kota ini menjadi pusat lahirnya semangat solidaritas negara-negara berkembang melalui gerakan Selatan-Selatan.
Momentum Konferensi Asia Afrika disebut sebagai puncak dari perjalanan panjang tersebut, yang memperkuat posisi Bandung di panggung internasional.
“Bandung adalah salah satu titik awal yang sangat penting menuju kemerdekaan Indonesia, dan perannya berlanjut hingga level global,” kata Farhan.
3. Kenalkan tokoh bangsa di balik nama jalan

Selain arsip peristiwa, pameran ini juga memperkenalkan tokoh-tokoh penting yang namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Bandung. Beberapa di antaranya seperti Abdul Muis, Djuanda Kartawidjaja, Mochtar Kusumaatmadja, hingga Otto Iskandardinata.
Lewat pameran ini, pengunjung diajak memahami alasan historis di balik penamaan jalan sekaligus mengenal kontribusi para tokoh tersebut dalam perjuangan bangsa.
Pameran Bandung Milestone dibuka untuk umum secara gratis hingga 16 Mei 2026. Masyarakat bisa datang langsung untuk melihat bagaimana perjalanan sejarah Bandung, mulai dari masa pergerakan nasional, peristiwa Bandung Lautan Api, hingga KAA. Farhan berharap pameran ini bisa menjadi ruang edukasi publik sekaligus pengingat bahwa Bandung memiliki peran besar dalam sejarah bangsa.
“Kalau ingin tahu siapa saja tokoh di balik pergerakan kebangsaan, dan kenapa mereka diabadikan, semua ada di sini,” kata dia.


















