Empat Ribu Jemaah Haji asal Jabar Sudah Diterbangkan ke Tanah Suci

- Sebanyak empat ribu jemaah haji asal Jawa Barat telah diberangkatkan ke Arab Saudi dalam sembilan kloter awal, mayoritas berasal dari wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.
- Kemenhaj Jabar memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah; yang tidak lolos tes dilarang terbang, namun bisa diberangkatkan pada kloter berikutnya jika dinyatakan sembuh dan layak.
- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menekankan peningkatan layanan haji di semua tahap keberangkatan meski kuota tahun 2026 berkurang menjadi 29.643 jemaah sesuai aturan terbaru.
Bandung, IDN Times - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah memberangkatkan empat ribu jemaah termasuk petugas haji ke Arab Saudi. Seluruh jemaah nantinya akan langsung mengikuti rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Berdasarkan data dari Kanwil Kemenhaj Jabar, dari awal keberangkatan hingga Senin, 27 April 2026 terdapat sembilan kloter jemaah yang berangkat ke Arab Saudi melalui embarkasi yang sudah ditentukan masing-masing.
Adapun sembilan kloter itu, sebagian besar berasal dari wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek). Kloter jemaah haji pertama yang diberangkatkan dari Jabar berasal dari Kota Bekasi.
"Kloter pertama (berangkat) tanggal 21 April dari Kota Bekasi. Lalu kloter kedua Kita Depok, Kloter ketiga Kabupaten Bogor, kloter ke empat Kabupaten Karawang, kloter lima Kota Bekasi," ujar Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar, Boy Hary Novian, Senin (27/4/2026).
Setelah itu, keberangkatan dilanjutkan dengan kloter enam dari Kota Depok, kloter tujuh Kabupaten Bogor, Kloter delapan Kota Bekasi, dan kloter sembilan dari Kabupaten Karawang.
1. Total keseluruhan jemaah haji asal Jabar ada 40 kloter

Boy mengatakan, seluruh kloter haji yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini masing-masing diikuti oleh sebanyak 145 orang atau jemaah termasuk petugas. Sedangkan, untuk total jemaah yang berangkat haji tahun 2026, terdapat sebanyak 40 kloter asal Jawa Barat.
"Seluruhnya ada 40 kloter (yang akan berangkat ke Tanah Suci)," kata dia.
Sebelumnya, Boy menegaskan, Kemenhaj telah memperketat cek kesehatan bagi jemaah haji asal Jabar. Dia mengatakan, jemaah yang tidak lolos tes kesehatan dipastikan tidak akan diterbangkan ke Arab Saudi.
"Jika memang jemaah walaupun sudah sampai di asrama haji, jika memang ditentukan atau diperiksa oleh balai karantina kesehatan dan dinyatakan tidak layak untuk terbang, maka kami akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BKK (Balai Karantina Kesehatan/Kesehatan Haji) untuk tidak memberangkatkan jemaah tersebut," ujar Boy, Senin (20/4/2026).
2. Kemenhaj perketat pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji

Meski begitu, Boy memastikan, petugas akan terlebih dahulu melihat kondisi jemaah haji tersebut, jika memang bisa dilakukan pengobatan maka tetap berangkat dengan masuk ke kloter berikutnya.
"Ini bisa dua kemungkinan, apabila memang masih bisa diobati, itu kami akan berangkatkan pada kloter berikutnya ketika jemaah sudah sembuh dan dinyatakan layak terbang," katanya.
"Namun jika memang dinyatakan tidak dapat melakukan ibadah haji dikarenakan penyakit-penyakit tertentu, maka kami juga mengharapkan pengertian dan keikhlasan dari para jemaah untuk menunda keberangkatannya hingga dinyatakan benar-benar sembuh," jelas Boy.
Dalam skrining kesehatan ini, Kemenhaj Jabar akan mengikuti peraturan dari Arab Saudi. Sehingga, tidak bisa dipaksakan ketika didapatkan jemaah yang memang belum layak secara kesehatan untuk terbang ke tanah suci.
"Kenapa hal ini dilakukan, ini juga sejalan dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, bahwa untuk tahun ini pemeriksaan kesehatan itu akan diperketat dan akan dilakukan di dua titik kedatangan jemaah, baik di bandara di Jeddah maupun di Madinah," ujarnya.
3. Dedi Mulyadi minta layanan haji dimaksimalkan

Sementara, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta layanan haji terus diperbaiki agar memberi kenyamanan bagi para jemaah, seiring dimulainya keberangkatan dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
"Harapannya layanan semakin meningkat sesuai dengan tujuan dibentuknya kementerian urusan haji. Saya yakin kualitas pelayanan ke depan akan lebih baik," ujar Dedi, Kamis (23/4/2026).
Dedi menyampaikan, peningkatan layanan tidak hanya menyangkut proses keberangkatan dan kepulangan, tetapi juga kenyamanan jemaah sejak berada di daerah hingga menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Keberangkatan haji asal Jabar pada 2026 ini berbeda dengan sebelumnya. Hal ini dikarenakan kuota untuk wilayah Jawa Barat mengalami penyusutan sesuai dengan peraturan terbaru, jumlahnya 29.643 orang atau berkurang 9.080 jemaah dari tahun 2025.
Jemaah haji asal Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, dijadwalkan berangkat lewat Embarkasi Jakarta-Bekasi pada 22 April sampai 21 Mei 2026.
Sementara, sisanya Kabupaten Indramayu, Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kota Cimahi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Indramayu.
Kemudian, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Sumedang, Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, diberangkatkan melalui Embarkasi Indramayu, BIJB Kertajati pada 22 April sampai 20 Mei 2026.


















