63 Balita dan Ibu Hamil Diduga Keracunan MBG di Cianjur

- Sebanyak 63 balita dan ibu hamil di Kecamatan Leles, Cianjur, diduga keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di posyandu setempat.
- Sebagian besar korban telah pulih dan dipulangkan, sementara beberapa pasien masih dirawat, termasuk enam balita yang menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
- Pemerintah daerah mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diuji laboratorium, dengan susu menjadi fokus utama guna memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.
Cianjur, IDN Times - Puluhan warga di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski sempat dirawat, sebagian besar korban kini sudah berangsur pulih dan diperbolehkan pulang.
Peristiwa keracunan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir, mulai Rabu (15/4) hingga Jumat (17/4). Mulanya beberapa warga di Desa Sukasirna dan Purabaya, Kecamatan Leles mengeluhkan mual dan muntah usai menyantap menu MBG yang dibagikan di posyandu.
"Awalnya ada yang datang ke bidan di desa dan ke klinik. Setiap harinya ada belasan. Puncaknya di Jumat malam sampai puluhan orang," ujar Kepala Pukesmas Leles Tedi Nugraha, Senin (20/4/2026).
1. Mayoritas korban sudah dipulangkan

Dari total 63 korban yang terdiri dari ibu dan balita, sebagian besar telah kembali ke rumah setelah kondisi mereka membaik. Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Made Setiwan, menyebut hanya beberapa pasien yang masih memerlukan penanganan medis.
“Hanya tinggal beberapa yang masih menjalani perawatan,” ujar Made.
2. Sampel makanan diuji, susu jadi sorotan

Untuk memastikan penyebab keracunan massal di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna, petugas telah mengambil sejumlah sampel. Pemeriksaan difokuskan pada sisa makanan yang dikonsumsi korban, termasuk susu, serta sampel muntahan.
“Kami sudah mengambil sampel yang tersisa, salah satunya susu dan sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pastinya,” jelas Made.
3. Enam balita masih jalani perawatan

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, mengatakan, masih ada enam balita yang dirawat intensif. Sementara korban lain yang sebelumnya dirawat di bidan dan klinik mandiri telah dinyatakan stabil.
“Sebagian besar kondisinya membaik. Namun, mereka yang sudah pulang tetap berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan di desa masing-masing,” kata Tedi.
Di sisi lain, Camat Leles, Segi Tabah Hermansyah, menyebut pihaknya masih terus melakukan pendataan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya warga yang mengalami gejala serupa namun belum melapor.
“Petugas kecamatan masih melakukan pendataan karena ditakutkan masih banyak yang mengalami keracunan namun belum terdata karena tidak menjalani perawatan di puskesmas,” tutupnya.


















