Konsistensi Sedekade Atalia Praratya Lancarkan Gerakan Program Bubos

- Gelaran Buka Bareng On The Street (Bubos) ke-10 digelar di Balai Kota Bandung dengan tema 'Doa Cahaya Kebaikan', menandai satu dekade konsistensi gerakan yang diinisiasi Atalia Praratya.
- Tahun ini, sekitar 2.600 peserta dari berbagai kalangan ikut serta dalam kegiatan berbuka bersama, penyerahan paket sembako, dan perlengkapan ibadah di wilayah Bandung dan sekitarnya.
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi keberlanjutan Bubos sebagai simbol semangat kebaikan dan toleransi yang terus dijaga oleh Jabar Bergerak di bawah kepemimpinan Atalia.
Bandung, IDN Times - Gelaran Buka Bareng On The Street (Bubos) kini sudah genap berumur satu dekade, yang pada tahun ini diadakan di Balai Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026). Bubos merupakan agenda ikonik bulan Ramadan yang diinisiai oleh Atalia Praratya.
Bubos tahun ini mengusung tema 'Doa Cahaya Kebaikan' yang membawa pesan keberagaman dan toleransi. Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q Iswara.
Inisiator acara sekaligus Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Praratya mengatakan, satu dekade menjadi bukti konsistensi semangat menebar kebaikan.
"Jadi, kami pastikan bahwa setiap kondisi kita sesuaikan saja kegiatannya tetap harus berlangsung. Jadi, selama dari 2016 sampai dengan hari ini, sepuluh tahun, kami konsisten untuk melaksanakan kegiatan kecuali pandemi," kata Atalia selepas acara.
1. Kenaikan harus terus bergerak

Pada tahun ini ada 2.600 orang yang terlibat mulai dari dhuafa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas yang tersebar di Kota Bandung, Kota Cimahi dan beberapa perwakilan dari kota kabupaten di Jawa Barat.
Selain berbuka bersama, dilakukan pula penyerahan bantuan ribuan paket sembako dan perlengkapan ibadah.
"Intinya di sepuluh tahun Bubos ini, kami berharap karena sepuluh itu adalah angka genap, kami berharap ini akan menjadi tonggak bahwa kebaikan itu akan terus bergerak. Mudah-mudahan tahun berikutnya akan lebih baik, lebih baik, lebih baik lagi, dan lebih gampang," tuturnya.
2. Jabar bergerak adalah pelita kecil

Ketua Acara Bubos ke-10, Zaini Alif menjelaskan, konsep yang diusung tahun ini adalah 'Doa Cahaya Kebaikan'. Selain itu, kegiatan tahun ini membawa semangat keberagaman karena pada bulan Ramadan tahun ini berdekatan dengan perayaan keagamaan lain.
"Artinya kami melihat bahwa di Jabar Bergerak ini menjadi pelita kecil. Kami tidak bisa menjadi obor besar yang menerangi semuanya, tapi semua orang-orang di pelita kecil tapi menerangi banyak tempat gitu," ujarnya.
3. Wali Kota Bandung pernah terlibat langsung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi konsistensi gelaran Bubos hingga menginjak usia 10 tahun. Acara ini sangat berkesan bagi Farhan lantaran ia pernah dua kali menjadi pembawa acara Bubos pada 2017 dan 2018.
"Bubos kali acaranya bagus pisan dulu saya 2017-2018 sempat terlibat untuk acara ini. Dulu zaman Ibu Atalia jadi ibu wali kota acaranya selalu di Asia Afrika sekarang pertama kalinya di Balai Kota," ungkapnya.
"Sekarang kegiatannya sama saja ada penyaluran bantuan dan lain-lain seperti biasa. Karena Ibu Atalia anggota DPR RI komisi VIII maka disupportnya BPKH," ujarnya.


















