Unik, Komunitas di Majalengka Rayakan Hari Tari Sedunia Menari di Perahu

- Komunitas Hujan Keruh Jatitujuh merayakan Hari Tari Sedunia dengan pertunjukan unik di atas perahu di Kanal Trip, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
- Perayaan ini melibatkan kolaborasi antara komunitas Hujan Keruh dan berbagai sanggar seni lokal yang turut menampilkan pertunjukan tari sebagai bagian dari agenda tahunan mereka.
- Seni tari di Majalengka dinilai berkembang pesat dengan banyaknya sanggar aktif, namun masih membutuhkan dukungan pemerintah untuk menyediakan ruang pertunjukan yang memadai.
Majalengka, IDN Times- Momen senja di Kanal Trip Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka berbeda dengan hari biasanya. Pada sore ini, gerakan luwes para penari mengantarkan dewa siang, sang matahari menuju peraduan.
Bukan tanpa alasan, pemandangan langka itu menjadi pengingat, tanggal 29 April adalah Hari Tari Sedunia.
"Kami memperingati Hari Tari Sedunia tidak hanya di darat. Beberapa penari juga perfomance di sungai, di atas perahu," kata Ketua Komunitas Hujan Keruh Jatitujuh Embun, selaku panitia perayaan Hari Tari Sedunia, Rabu (30/4/2027).
1. Hari Tari Sedunia sekaligus kampanye kebersihan sungai

Bagi komunitas ini, perayaan Hari Tari Sedunia, yang salah satunya mengadakan pertunjukan di atas perahu, bukan sekadar hiburan semata. Ada tujuan lain yang ingin disampaikan komunitas ini, lewat konsep yang disuguhkan.
"Seperti fokus kami akhir-akhir ini tentang lingkungan. Jadi, perfomance penari di perahu itu juga sekaligus mengingatkan bahwa sungai tanpa sampah itu indah. Peringatan Hari Tari Sedunia-nya dapat, kampanyenya dapat," kata dia.
Bagi komunitas Hujan Keruh, aksi kepedulian terhadap lingkungan bukan baru pertama kali. Sebelumnya, komunitas ini kerap menyelipkan pesan tentang lingkungan.
"Yang sudah rutin mah, even rutinan tiap Agustus, (event) pecunan. Kami berupaya untuk kampanye tentang lingkungan, dengan kemasan. Kan kalau acara seperti ini banyak orang (penonton)," ungkap dia.
2. Menjalin kerja sama dengan sanggar seni

Gayung bersambut. Fokus Hujan Keruh mendapat sambutan dari sanggar seni. "Event rutinan kami juga diisi dengan seni. Sehingga ketika kami sharing tentang ini dengan teman-teman sanggar, alhamdulillah mereka sambut," jelas Embun.
"Kami ada tempat (acara). Teman-teman dari sanggar bagian perfomance. Seperti event lainnya, ini jadi agenda rutin tahunan kami yang lainnya lagi," lanjutnya.
3. Seni tari di Majalengka cukup menjanjikan

Di sisi lain, seni tari di Kabupaten Majalengka dinilai cukup menjanjikan. Hal itu terlihat dari banyaknya sanggar di daerah ini. "Saya lihat mah, seni tari di sini (Majalengka) cukup bagus. Ada puluhan Sanggar di Majalengka. Ini salah satu tolok ukur tentang seni tari di sini," ungkap pimpinan Sekar Laras Darto.
Kendati demikian, ada pekerjaan rumah yang harus menjadi fokus pemerintah. "Sanggar sudah banyak, tinggal ruang perfomance yang perlu menjadi perhatian pemerintah," paparnya.
"Perlu ada keseriusan yang sungguh-sungguh dari pengambil kebijakan. Sehingga, potensi-potensi itu bisa terus tumbuh. Bisa menciptakan seni khas juga," lanjut dia.
Di acara tersebut, Darto bersama anak didiknya membawakan tari dengan tema menculik Dewi Shinta. Aksi mereka di perahu, sukses mencuri perhatian para penonton yang memenuhi tepi sungai.


















