Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Meninggal dan Hamil, 3 Jemaah Majalengka Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Meninggal dan Hamil, 3 Jemaah Majalengka Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Jemaah asal Majalengka siap menuju Asrama Haji Indramayu. (IDN Times/Inin Nastain)
Intinya Sih
  • Tiga jemaah asal Majalengka gagal berangkat ke Tanah Suci karena satu wafat dan satu hamil dari kloter 6, serta satu wafat dari kloter 23.
  • Total jemaah Majalengka sebanyak 729 orang terbagi dalam empat kloter, dengan 97 di antaranya tergolong lansia berusia antara 17 hingga 87 tahun.
  • Bupati Majalengka menegaskan pentingnya tanggung jawab petugas dalam menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Majalengka, IDN Times- Sebanyak tiga jemaah asal Kabupaten Majalengka gagal berangkat ke Tanah Suci. Ketiga jemaah itu masing-masing dua dari kloter 6 yang terbang besok, dan satu orang berasal dari kloter 23, dengan jadwal terbang tanggal 8 Mei.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka Abu Mansyur mengatakan, untuk jemaah yang gagal dari kloter 6, salah satunya dikarenakan hamil.

"Kloter 6 sebanyak 439 orang. Namun satu orang wafat dari kecamatan Kasokandel, satu hamil asal Kecamatan Kertajati. Dua orang ini tidak bisa berangkat. Sehingga total di kloter 6 sebanyak 437 orang," kata Abu saat pelepasan jemaah kloter 6 di Pendopo, Sabtu (25/4/2026 )

1. Kuota Majalengka sebanyak 279, terbagi 4 kloter

Bupati Majalengka Eman Suherman menyapa jemaah. (IDN Times/Inin Nastain)
Bupati Majalengka Eman Suherman menyapa jemaah. (IDN Times/Inin Nastain)

Untuk kuota, Abu menjelaskan Kabupaten Majalengka mendapatkan sebanyak 729 orang, terbagi 4 kloter. Namun, hanya satu kloter yang full yakni kloter 6 yang akan terbang dari embarkasi Kertajati Minggu (26/4/2026).

Adapun tiga kloter lainnya, bergabung dengan jemaah dari daerah lain. "Kloter 23 sebanyak 163 jemaah. Bergabung dengan Cirebon. Satu orang wafat asal kecamatan Talaga. Sehingga total 162 orang. Berangkat hari Jum'at tanggal 8 Mei," kata dia.

Jemaah asal Majalengka yang tergabung dalam kloter 29 akan terbang pada 13 Mei. Sama seperti kloter 23, jemaah kloter 23 bergabung dengan daerah lain.

"Kloter 29 sebanyak 52. Bergabung dengan Sumedang, Tasikmalaya dan KBB. Berangkat tanggal 13 Mei. Terakhir kloter 39 jumlah jemaah 75 orang. Bergabung dengan Kuningan, Subang dan kabupaten Cirebon. Berangkat hari Senin 18 Mei," jelas dia.

2. 97 jemaah Majalengka masuk kategori Lansia

Jemaah asal Majalengka siap menuju Asrama Haji Indramayu. (IDN Times/Inin Nastain)
Jemaah asal Majalengka siap menuju Asrama Haji Indramayu. (IDN Times/Inin Nastain)

Sementara dari jumlah keseluruhan jemaah asal Majalengka, 97 orang di antaranya masuk kategori Lansia. Mereka tersebar di 4 kloter berbeda.

"Dari 729 orang jemaah haji, 97 orang kriteria Lansia," kata dia.

Usia tertua jemaah, jelas Abu, diketahui berumur 87 tahun. Adapun jemaah paling muda yakni usia 17 tahun dari Kecamatan Jatiwangi.

"Usia tertua 87 tahun asal kecamatan Lemahsugih. Usia termuda 17 tahun asal Kecamatan Jatiwangi. Di kloter 6, yang berangkat menggunakan kursi roda sebanyak 12 orang," papar dia.

3. Bupati ingatkan tanggungjawab petugas

Bupati dan Wakil Bupati Majalengka. (IDN Times/Inin Nastain)
Bupati dan Wakil Bupati Majalengka. (IDN Times/Inin Nastain)

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mewanti-wanti para petugas terkait tanggungjawab. Saat ada jemaah yang sakit, petugas harus memastikan yang bersangkutan benar-benar mendapat pelayanan maksimal.

"Kepada petugas kami sampaikan, khususnya kepada (jemaah) yang sakit, agar betul-betul bisa melaksanakan tanggungjawabnya, mengawal. Jangan sampai terabaikan," kata Abu.

Eman pun mengingatkan para jemaah untuk senantiasa bersama rombongan. Jemaah juga diminta untuk menjaga kesehatan.

"Di sana beda. Jangankan cuaca, tempat-tempat juga berbeda. Jemaah harus selalu menjaga kekompakan. Karom (kepala rombongan) bisa mengawal. Jangan ssmpai tertinggal," tegas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More