Penolakan Geothermal di Jabar Menguat, Dedi Bakal Panggil ESDM

- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti penolakan proyek geothermal di beberapa wilayah dan berencana mempertemukan masyarakat dengan Kementerian ESDM untuk mencari solusi bersama.
- Dedi menegaskan izin pembangunan geothermal sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM, sementara Pemprov Jabar berperan sebagai fasilitator komunikasi antara masyarakat dan pemerintah pusat.
- Dialog terbuka akan digelar guna membahas kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan dari proyek geothermal di kawasan Gunung Halimun, Gede Pangrango, Tampomas, dan Ciremai.
Bandung, IDN Times - Penolakan proyek geothermal di beberapa wilayah Jawa Barat menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dia berencana mempertemukan perwakilan masyarakat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar mencari titik temu.
Menurutnya langkah tersebut disiapkan sebagai upaya mediasi guna menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah pusat yang memiliki kewenangan dalam penerbitan izin proyek geothermal.
1. Izin merupakan ranah Kementerian ESDM

Dia mengatakan, seluruh perizinan pembangunan geothermal berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM. Karena itu, berbagai keberatan maupun penolakan dari masyarakat perlu dibahas langsung bersama pihak yang menerbitkan izin.
"Saya melihat dari sisi kewenangan, izin geothermal merupakan ranah Kementerian ESDM. Karena itu, jika ada penolakan atau keberatan dari masyarakat, pembahasannya harus melibatkan kementerian sebagai pihak yang memberikan izin," kata Dedi, dikutip Rabu (10/6/2026).
2. Dedi Ingin semuanya dibicarakan terlebih dahulu

Dedi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berperan sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara pemerintah pusat, perusahaan pemegang izin, dan masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, jika persoalan yang muncul berkaitan dengan aspek teknis, sosial, maupun potensi dampak lingkungan, maka seluruh pihak perlu duduk bersama untuk mencari solusi melalui dialog terbuka.
"Kalau ada kekhawatiran terkait mitigasi atau dampak terhadap lingkungan, tentu itu harus dibicarakan kembali bersama Kementerian ESDM agar ditemukan jalan keluarnya," ujarnya.
3. Warga Jabar banyak yang menolak proyek geotermal

Dedi memastikan pihaknya akan mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk membahas berbagai kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat terkait rencana pembangunan geothermal.
Ia menilai forum dialog penting dilakukan agar proses pembangunan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di lapangan dan seluruh aspirasi masyarakat dapat didengar secara langsung.
Sebelumnya, penolakan terhadap proyek geothermal muncul di sejumlah kawasan, di antaranya wilayah sekitar Gunung Halimun, Gunung Gede Pangrango, Gunung Tampomas, dan Gunung Ciremai. Warga di kawasan tersebut menyuarakan kekhawatiran terkait dampak proyek terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

















