Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aplikasi PCMB Bermasalah, Dedi Mulyadi Copot Kepala Tikomdik Disdik

Aplikasi PCMB Bermasalah, Dedi Mulyadi Copot Kepala Tikomdik Disdik
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencopot Kepala UPTD Tikomdik Suhendar setelah menemukan banyak keluhan terkait aplikasi baru dalam proses PCMB dan SPMB 2026.
  • Dedi menilai aplikasi buatan Tikomdik tidak terintegrasi dengan sistem Diskominfo Jabar, padahal kebijakan provinsi melarang perangkat daerah membangun aplikasi sendiri.
  • Penanganan teknis SPMB dikembalikan ke Diskominfo Jabar dengan Mark Aditya sebagai Plh Kepala Tikomdik, memastikan kesiapan sistem sebelum pendaftaran resmi dibuka 15 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menemukan beberapa problema yang dihadapi oleh orangtua murid selama gelaran Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Salah satu yang menjadi sorotan yaitu aplikasi pendaftaran yang ternyata dibuat baru.

Adapun keluhan yang disampaikan beragam, mulai dari akun yang belum terverifikasi, kendala masuk ke sistem, data yang tidak terbaca, hingga peserta yang sebelumnya mengikuti program Sekolah Maung namun harus kembali mendaftar melalui jalur reguler.

1. Kepala Tikomdik diberhentikan sementara

IMG_20260608_153923.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selanjutnya, Dedi memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Jabar Dedi Supandi mencopot Suhendar usai mendatangi Disdik Jabar dan berdialog dengan orang tua siswa pada Selasa (9/6/2026). Dedi Mulyadi juga menunjukan ketidakpuasan penjelasan tim Tikomdik atas kekisruhan yang terjadi.

"Betul. Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinon-aktifkan dulu," katanya, Rabu (10/6/2026).

Suhendar yang bertanggung jawab dicecar Dedi terkait penerapan aplikasi baru dalam SPMB dan tidak terintegrasi dengan sistem yang sudah dibangun Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar dua tahun terakhir.

"Anda mengerti gak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan Anda di bidang ini?" Kata Dedi.

2. Kasusnya akan ditangani terlebih dahulu sampai terdapat pejabat definitif baru

IMG-20250916-WA0026.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi menegaskan jika pihaknya sejak awal menetapkan kebijakan jika seluruh aplikasi di Pemprov Jabar dibangun oleh Diskominfo, organisasi perangkat daerah dilarang untuk membangun aplikasi sendiri.

Teknis SPMB selanjutnya kembali ditangani oleh Diskominfo Jabar. KDM menunjuk Kepala Bidang e-Goverment Diskominfo Jabar Mark Aditya sebagai Plh Kepala UPTD Tikomdik.

"Ditangani dulu sampai ada definitif pejabat baru," katanya.

3. PCMB seharusnya dijadikan sebagai pemetaan para calon murid baru

IMG-20250916-WA0028.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi memastikan kelancaran urusan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang rencananya akan resmi dibuka 15 Juni 2026 harus dipimpin oleh pejabat yang memahami urusan IT.

Dia juga menegaskan jika PCMB hanya langkah awal untuk memetakan seluruh calon siswa di sekolah negeri di Jawa Barat sebelum pendaftaran resmi.

PCMB berfungsi sebagai instrumen pemetaan awal agar pemerintah daerah dapat mengetahui sebaran dan kesiapan calon peserta didik di seluruh wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting sebelum SPMB dibuka secara resmi.

"Pemetaan calon murid baru (PCMB) itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri," ujarnya.

SPMB sendiri baru akan dibuka pada 15 Juni 2026. Setelah itu, calon siswa yang telah memenuhi syarat akan langsung masuk ke tahap penempatan sesuai hasil seleksi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More