Syarat IQ 130 Sekolah Maung Tak Masuk Akal, Kelulusan Diminta Diaudit

- Sejumlah orang tua di Jawa Barat memprotes hasil seleksi SPMB Sekolah Maung karena data peserta hilang dan dugaan ketidakwajaran dalam proses verifikasi penerimaan.
- Nurcholis Hakim, orang tua dari calon murid kembar, menilai syarat tes IQ minimal 130 untuk jalur akademik tidak masuk akal dan meminta audit terhadap siswa yang diterima.
- Disdik Jabar menjelaskan sistem SPMB Maung mencakup tiga jalur dengan total 18.268 kuota, sementara jumlah pendaftar mencapai 38.476 siswa di jenjang SMA dan SMK.
Bandung, IDN Times - Sejumlah orang tua di Jawa Barat turut memprotes hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung). Mereka banyak menemukan beberapa hal yang janggal dan meminta para murid yang lolos untuk diaudit.
Seperti orang tua asal Kota Bandung yang mendaftarkan anak kembarnya di Sekolah Maung SMAN 3 Bandung, Nurcholis Hakim (46 tahun). Dia mengatakan, selama proses seleksi anaknya sudah dinyatakan memenuhi syarat di jalur akademik. Namun, saat dilakukan verifikasi kedua anaknya hilang dari daftar.
"Anak saya itu kembar dua. Semuanya sudah masuk peringkat. Terus terakhir verifikasi tiba-tiba hilang. Sret! Hilang data 65 orang yang diverifikasi, tiba-tiba pas saya buka nol. Hilang," ujar Nurcholis dikutip Selasa (9/6/2026).
1. Saat pendaftaran dinyatakan masuk kuota setelah verifikasi hilang

Dalam laman pendaftaran tersebut, Nurcholis mengungkapkan, tidak ada keterangan lainnya dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, namu ada keterangan kekurangan nilai. Sementara, di awal pendaftaran anaknya sudah masuk.
"Terus saya kejar. Udah gitu kemudian ini, melakukan verifikasi ulang. Verifikasi ulang terus muncul lagi setelah verifikasi anak saya jadi nggak ada. Dan cuma 32 orang akhirnya tidak diverifikasi," kata dia.
"Kan pendaftar tuh 103 orang di SMAN 3 itu kemarin jalur itu ya jalur kuota akademik. Cuma 32 orang, jadi yang anak saya tuh dihilangkan. Karena dari seratus itu tadi dihilangkan jadi setengah," ucapnya.
2. Besaran syarat IQ dinilai terlalu berlebihan

Dia merasa bertanya-tanya mengapa anaknya hilang dari daftar tersebut dan berdasarkan skor nilai anaknya sudah masuk dalam 20 besar. Nurcholis pun sempat meminta penjelasan pihak sekolah, dan dinyatakan bawa tes IQ anaknya yang menjadi salah satu syarat belum memenuhi.
"Ternyata persyaratannya itu, jadi soal ada IQ yang kayak gitu lho. IQ, kreativitas tinggi, komitmen tinggi. Nah, saya terimalah bahwa saya nggak masuk kriteria itu karena persyaratannya itu nggak masuk akal," katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pada jalur akademik ini memang terdapat persyaratan nilai TKA dan hasil tes IQ 130. Hal itu dirasakannya sangat kecil kemungkin didapatkan oleh anak-anak.
"IQ 130 itu jenius, SMA Taruna Nusantara itu cuma 110. 130 itu jenius. Dan saya mau minta tolong 32 yang diterima itu diaudit saya bilang. Karena sangat sulit," kata dia.
3. Banyak peserta yang gugur saat seleksi Sekolah Maung

Sebagai informasi, jalur SPMB Maung di 41 sekolah tiga jalur dengan kuota yang berbeda-beda. Jalur potensi akademik 10 persen, jalur kompetensi akademik 70 persen, dan jalur kompetensi non-akademik 20 persen.
Khusus di jalur kompetensi akademik terbagi menjadi dua basis yang terdiri dari 50 persen nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta berbasis prestasi akademik 20 persen.
Sedangkan, jalur kompetensi non-akademik terdiri dari olahraga, ada seni, dan lain sebagainya serta prestasi kepemimpinan khusus bagi mantan ketua seperti OSIS, Paskibra, Pramuka, PMR, dan lainnya.
Disdik Jabar menyediakan 18.268 kuota, terdiri dari 10.400 kursi jenjang SMA dan 7.868 kursi jenjang SMK. Sedangkan, jumlah pendaftar mencapai 38.476 murid, terdiri dari 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK untuk Sekolah Maung.
Berdasarkan rekapitulasi hingga cut-off 7 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, Disdik Jabar menyatakan persaingan jalur kompetensi non-akademik seperti kepemimpinan berlangsung cukup ketat. Dari total 1.264 pendaftar, sebanyak 814 calon murid diterima dan 450 calon murid tidak diterima.
Sementara, Jalur Ketua OSIS, dari 528 pendaftar, sebanyak 255 orang (48,3 persen) dinyatakan diterima dan 273 orang (51,7 persen) tidak diterima. Di Jalur Pramuka Pratama, dari 284 pendaftar, sebanyak 151 orang (53,2 persen) diterima dan 133 orang (46,8 persen) tidak diterima.
Adapun tingkat keterimaan tertinggi tercatat pada Jalur Pramuka Garuda. Dari 452 pendaftar, sebanyak 408 orang (90,3 persen) dinyatakan diterima, sedangkan 44 orang (9,7 persen) tidak diterima.
















